PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENEMUI RAJA KYANTHA


__ADS_3

Fei Yang menatap tajam kearah Shanti Dewi dan berkata,


"Bagaimana kamu bisa tahu mahluk yang membawa Wen Wen berasal dari sana ?"


Shanti Dewi dengan sedikit merasa bersalah berkata,


"Kami melakukan penelusuran dan pengejaran hingga tepi hutan terlarang."


"Di sanalah kami terakhir menemukan jejak rombongan kera emas itu ."


"Tapi berhubung itu adalah hutan terlarang kami tidak berani mengejar kedalam.."


ucap Shanti Dewi memberi penjelasan.


Sheva yang melihat Fei Yang sepertinya masih kurang puas, dia pun ikut menambahkan,


"Kakak Yang, Hutan terlarang adalah gerbang menuju, Hutan Misterius Perut Bumi."


"Seluruh rakyat kerajaan kami di larang memasuki kawasan hutan tersebut.."


"Pintu depan ada di kerajaan Pagan, pintu keluar ada di hutan larangan kerajaan Champa.'


ucap Sheva memberi gambaran.


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah aku mengerti posisi kalian, masalah sudah terjadi menyalahkan siapapun tiada guna."


"Tapi kejadian sudah seperti ini, aku tiada pilihan.."


"Setuju atau tidak setuju peta lokasi Hutan Misterius Perut Bumi harus ku miliki.."


"Sheva, Shanti, tolong antarkan aku menemui ayah kalian sekarang.."


"Bian aku juga memerlukan mu mengantar ku menemui ayah mu.."


"Semoga saja ayah kalian bersikap bijak"


"Bila tidak, kemungkinan akan ada prahara kedua seperti yang di alami buyut kalian.."


ucap Fei Yang tidak main main.


Pasukan Pagan, tiga tetua dan tiga putri saling pandang.


Mereka semua mengerti yang di maksud oleh Fei Yang.


Mereka juga sadar bila Fei Yang mengamuk, biar kedua kerajaan bergabung sekalipun.


Mereka belum tentu sanggup mengatasi amukan Fei Yang, yang kepandaiannya sulit di ukur.


Manusia yang bisa terbang bebas di angkasa layaknya dewa, tidak dapat di buat main main, pikir mereka semua dengan hati gelisah.


Tapi di lain sisi mereka juga sadar raja mereka tidak mungkin memenuhi tuntutan Fei Yang begitu saja.


Bila di penuhi mau di letakkan kemana wibawa kerajaan mereka.


Sama seperti Fei Yang mereka juga ada dalam pilihan sulit.

__ADS_1


Mereka semua tidak berani bersuara, mereka hanya menunggu keputusan putri Sheva dan Putri Shanti Dewi.


Shanti Dewi jelas ragu, Sheva lah yang akhirnya berkata,


"Kakak Yang mari ikut saya,.saya akan antar kakak menemui ayah ku raja Kyantha.."


"Tunjukkan saja arahnya, kita harus bergerak cepat,.."


ucap Fei Yang.


Sheva menunjukkan arah, Fei Yang membawanya terbang di atas pepohonan melayang ringan dari satu pohon ke pohon.


Hal ini bisa mempersingkat waktu, Fei Yang tidak tahu arah, sehingga dia tidak bisa asal melesat, tanpa petunjuk arah dari Sheva, dia bisa nyasar.


Shanti Dewi yang melihat Fei Yang terbang bersama kakaknya hatinya sedikit kecewa.


Tapi mau gimana lagi, sekali ini dia lah yang gagal menjalankan kewajibannya.


Dia juga tadi ragu ragu, jadi tidak bisa salahkan siapapun, selain dirinya sendiri.


Dengan hati kecewa Shanti Dewi memimpin rombongannya melalui jalan darat, kembali ke ibukota kerajaan Pagan.


Fei Yang yang melakukan perjalanan udara, dengan cepat dia sudah melihat ibukota kerajaan Pagan.


Lewat petunjuk Sheva Fei Yang terus membawa Sheva terbang hingga tiba di depan istana raja Kyantha.


Fei Yang baru membawa Sheva mendarat ringan di depan halaman istana Raja Kyantha.


Para pengawal awalnya sangat terkejut, melihat ada yang melayang turun dari udara secara tiba-tiba.


Tapi saat melihat yang datang adalah Putri Sheva, mereka buru-buru mempersilahkan putri itu untuk masuk kedalam istana.


Satu penjaga di tugaskan mengantar Putri Sheva dan Fei Yang masuk kedalam istana.


Sedangkan satu lagi langsung berlari kedalam istana untuk melapor.


Sisanya mereka tetap diam di tempat melanjutkan tugas penjagaan.


Saat tiba di sebuah ruangan luas tempat raja menyambut tamu.


Di sana sudah terlihat raja Kyantha dan istrinya berdiri di tengah ruangan menanti kedatangan mereka.


Putri Sheva langsung berlari kehadapan kedua orang tua nya, dia langsung berlutut menciumi ujung kaki kedua orang tua nya secara bergantian dan berkata,


"Ayah ibu Sheva sudah kembali untuk memberi hormat pada kalian.."


"Semoga ayah ibu sehat sehat dan panjang umur.."


"Bangunlah nak, tidak perlu banyak peradatan,.. baguslah kamu sudah kembali.."


ucap Raja Kyantha gembira bercampur haru.


Setelah melepas rasa haru dan bahagia nya, raja Kyantha, baru menoleh kearah Fei Yang.


"Anak ku siapa pemuda gagah yang datang bersama mu itu ? apakah dia pangeran Xi Xia yang pernah di cerita kan oleh adik mu beberapa waktu yang lalu..?"


Sheva mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Benar ayah dia kak Fei Yang, dia yang menolong ku dan Bian keluar dari tahanan kerajaan Song.."


"Bedebah itu Zhao Kuang Yi, kini kamu telah kembali..ayah tak perlu khawatir lagi.."


"Ayah sedang menyiapkan pasukan, sebentar lagi kita akan berangkat pergi memberi pelajaran padanya.."


ucap Raja Kyantha geram.


"Ayah,.. ayah harus pikirkan ulang hal itu.."


"Kakak Yang di perjalanan sudah ceritakan taktik raja Zhao Kuang Yi."


"Dia memang sedang menunggu ayah menyerang kesana, bila ayah kesana ayah akan termakan oleh jebakannya.."


ucap Sheva kemudian menjelaskan semua yang dia ketahui dari Fei Yang.


Mendengar penjelasan putrinya raja Kyantha sesaat jadi termenung, tiba-tiba dia berteriak kearah pengawalnya,


"Pengawal,..! cepat kamu undang Raja Viijaya dari Kerajaan Champa kemari.."


Sheva menatap ayahnya dengan kaget dan berkata,


"Ayah paman Viijaya juga ada di sini ?"


Raja Kyantha tersenyum dan mengangguk,


"Benar anakku, paman mu Vijaya, memang sedang bertamu kemari."


"Kami sedang berunding kapan akan berangkat menyerang ke Utara.."


"Ini suatu kebetulan yang bagus ayah, putri paman Vijaya, putri Bian juga dalam perjalanan kemari bersama Shanti Dewi.."


"Mungkin sore nanti, mereka sudah akan tiba.."


Raja Kyantha mengangguk dan berkata,


"Nanti paman mu tiba, kamu boleh sampai kan kabar gembira ini ke paman mu.."


Sheva mengangguk, lalu dia memegang tangan ayahnya dan berkata,


"Ayah kami berdua bisa kembali semua berkat jasa kakak Yang..."


"Tapi celaka nya salah satu teman kakak Yang, malah tertimpa musibah di tempat kita.."


"Ya, masalah itu saya sudah dengar dari Shinta Dewi adik mu, tapi kamu tahu sendiri, hal itu di luar kemampuan kita untuk membantu."


ucap Raja' Kyantha sambil menatap kearah Fei Yang dan Sheva secara bergantian dengan tatapan tidak enak hati.


"Ayah,.. Kakak Yang ingin kesana menolong temannya, kita tidak bisa bantu tenaga, setidaknya bantulah dengan peta lokasi ayah.."


ucap Sheva mulai mengutarakan maksud nya.


"Kamu tahu apa yang sedang kamu bicarakan, ?"


"Terkecuali dia adalah suami mu, atau suami adik mu, peta itu baru bisa ayah wariskan."


"Bukan hanya itu saja, dia juga sekaligus harus jadi mantu paman mu, baru peta lokasi itu bisa lengkap.."

__ADS_1


__ADS_2