
Tubuh kakek itu tiba-tiba hilang dari hadapan Fei Yang, dan tahu tahu sudah muncul di samping, Lin Hsia dan neneknya yang sedang melayang di udara.
"Senior,..! bolehkah Fei Yang tahu nama dan julukan senior yang terhormat, ? serta darimana senior berasal.?"
teriak Fei Yang sebelum Kakek dan nenek itu pergi membawa Lin Hsia.
Tanpa menoleh kakek dan nenek itu tiba-tiba menghilang bersama cucunya dari pandangan Fei Yang.
Muncul lagi hanya terlihat 3 titik kecil dan terdengar suara kakek itu berkata,
"Di timur laut ada sebuah pulau kecil, bernama pulau pelangi,..di situlah kami tinggal..!"
Setelah suara kakek itu hilang, muncul suara lembut di pinggir telinga Fei Yang.
"Nama ku Wu Fei Hsia, kalau ada waktu datang lah ke pulau ku.."
"Pulau pelangi ada di laut timur, ikuti saja arah ujung pelangi sebelah kanan..pulau pelangi ada di sana,.."
"Sampai jumpa Fei Yang.."
Fei Yang menghela nafas panjang, kini dia makin terbuka matanya, ternyata di dunia yang luas ini tersimpan banyak orang sakti, yang tidak terhitung jumlahnya.
Seperti Wu Ming Lau Jen, Tan Sim Houw, 9 biksu agung, dan kakek nenek misterius dari pulau pelangi..
Mereka semua adalah manusia setengah dewa yang sulit di ukur kemampuannya.
Setelah termenung sejenak, Fei Yang kemudian melesat ke udara terbang kembali ke ibu kota Yin Chuan.
Setiba di Yin Chuan, Fei Yang langsung melesat menghampiri Paviliun Bunga Bersemi.
Fei Yang kembali ke kamar Wu Fei Hsia, nama asli gadis bercadar pemilik Paviliun Bunga Bersemi.
Lin Hsia hanya nama samaran yang dia gunakan untuk menutupi indentitas diri.
Satu hal yang membuat Fei Yang bingung adalah, buat apa seorang gadis berilmu tinggi.
Cucu pemilik pulau yang berilmu tinggi, memilih menjadi pemilik dan tinggal di tempat hiburan, yang menjadi sarang orang orang mesum.
"Kak Fei Yang kamu sudah kembali, bagaimana ? Lin Hsia mana ?"
tanya Lan Yi ingin tahu.
"Namanya Bukan Lin Hsia, dia sudah di bawa pergi oleh kakek neneknya.. tidak akan pernah kembali lagi kemari.."
"Cepat kak Lan Yi cari surat penebusan diri kakak, setelah itu kita tinggalkan tempat ini.."
Lan Yi menganggukkan kepalanya, lalu dia buru-buru menghampiri meja Fei Hsia.
Membuka laci melakukan pemeriksaan, tanpa kesulitan Lan Yi berhasil menemukan surat penebusan diri nya.
Lan Yi kemudian membakar surat tersebut hingga menjadi debu.
"Sudah paman guru, ayo kita pergi sekarang.."
__ADS_1
ucap Lan Yi gembira.
Fei Yang mengangguk, lalu mereka berdua berjalan santai menuruni tangga menuju lantai dasar.
Kedatangan Lan Yi dan Fei Yang, membuat Tante menor, yang sedang menunggu di lantai dasar sangat terkejut.
"Kalian,.. bagaimana bisa..!?"
ucap Tante menor terbelalak tak percaya.
Fei Yang tersenyum mengejek dan berkata,
"Mulai sekarang kamu adalah pemilik tempat ini, kamu saya tugaskan untuk mengumpulkan informasi.."
"Bila ada hal penting, segera kabari aku, bisa lewat Lan Yi, bisa lewat Li Dan..."
"Bila mereka berhalangan, dan informasi itu sangat penting, temui aku langsung di istana.."
"Katakan saja ingin bertemu Li Fei Yang, tidak akan ada yang berani menghalangi mu.."
Wajah Tante menor langsung pucat, dia tentu pernah mendengar tentang putra mahkota kerajaan Xi Xia, yang bernama Li Fei Yang.
Mendengar ucapan Fei Yang barusan, dia yakin yang berada di hadapannya ini adalah putra mahkota tersebut.
Melihat Lin Hsia sudah tidak terlihat lagi, dia juga yakin.
Lin Hsia bila tidak melarikan diri,.tentu sudah tewas di tangan Fei Yang.
Makanya tidak muncul kembali, di Paviliun saat ini.
"Hamba siap mendengarkan dan menjalankan semua perintah dari Pangeran Mahkota.."
"Semoga pangeran mahkota panjang umur.."
Kini berganti Lan Yi yang menatap Fei Yang dengan kaget.
Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata paman gurunya, adalah pangeran mahkota kerajaan Xi Xia..
Pantas saja Fei Yang pernah menawarinya untuk tinggal di istana, ternyata ini alasannya.
"Sudahlah tak perlu banyak peradatan, bangunlah, tapi ingat kerjakan saja tugas mu dengan baik."
"Jangan pernah mengecewakan ku, atau aku akan mencari yang lain menggantikan mu..'
ucap Fei Yang tegas.
Si menor yang sudah berdiri, buru buru menjura dalam dalam dan berkata,
"Aku Cui Hwa berjanji tidak akan pernah mengecewakan tuan pangeran.."
Fei yang mengangguk, lalu dia menoleh kearah Lan Yi yang masih terlihat shock.
"Ayo kak Lan Yi, kita ke istana sekarang.."
__ADS_1
Lan Yi hanya bisa mengangguk bodoh, lalu mengikuti langkah Fei Yang meninggalkan paviliun bunga bersemi, tanpa banyak bicara.
Fei Yang langsung membawa Lan Yi memasuki istana melalui gerbang timur.
Di gerbang ini, hampir sebagian besar di jaga oleh pasukan yang setia terhadap Li Dan.
Mereka juga mengenali Fei Yang, begitu Fei Yang tiba, pengawal pintu gerbang tersebut buru buru menjatuhkan diri berlutut di hadapan Fei Yang,
"Yang mulia putra mahkota panjang umur..!!"
seru beberapa penjaga pintu gerbang sambil berlutut di depan Fei Yang kompak.
"Tak perlu banyak peradatan, berdirilah kalian semua nya.."
Mendapat ijin dari Fei Yang, mereka pun kembali berdiri.
"Silahkan lewat sini pangeran.."
ucap salah satu pengawal gerbang menjadi penunjuk jalan.
Sedangkan seorang pengawal yang lainnya buru buru, berlari pergi melapor pada komandan nya.
Saat Fei Yang baru memasuki pintu gerbang, seorang komandan pasukan buru buru menjatuhkan diri berlutut di hadapan Fei Yang dan berkata,
"Maaf pangeran,.hamba terlambat datang memberi penyambutan."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Berdirilah,.. tak perlu banyak peradatan..."
Komandan itu pun berdiri dan berkata,
"Terimakasih pangeran, mari saya antar kedalam.."
Fei Yang mengangguk, lalu mengikuti komandan itu memasuki halaman depan istana.
Lan Yi sendiri terlalu sibuk menoleh kesana kemari, memperhatikan bangunan istana dengan penuh kagum.
Sampai di depan istana, setelah serah terima dengan Komandan pasukan pengawal bagian dalam.
Komandan itu sekali lagi memberi hormat pada Fei Yang, baru dia bergerak kembali lagi ke pos jaganya di gerbang pintu timur.
Komandan pasukan bagian dalam, buru buru berlutut didepan Fei Yang dan berkata,
"Selamat datang yang mulia pangeran,.. semoga yang mulia pangeran panjang umur.."
Fei Yang pun berkata,
"Tidak perlu banyak peradatan, kamu kembali saja ke posisi mu."
"Aku bisa masuk sendiri kedalam,.."
Komandan itu mengangguk cepat, dan segera mundur ke posisinya.
__ADS_1
Fei Yang memberi kode ke Lan Yi, agar mengikutinya masuk kedalam Istana.
Begitu memasuki bagian depan istana, Lan Yi semakin kagum, melihat bangunan bagian dalam istana, jauh lebih indah dan mewah, di bandingkan bagian luar istana tadi.