PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERMINTAAN KECIL FEI HSIA


__ADS_3

Fei Yang yang mendengar hal itu, dari mulut gadis di depannya, hatinya serasa di sayat sayat .


Dia hanya bisa menatap Fei Hsia dengan tatapan penuh rasa bersalah.


Fei Hsia tersenyum lembut dan berkata,


"Kakak Yang tak perlu merasa bersalah, kehidupan ku sangat baik.."


"Apalagi dengan kehadiran Zi Zi di sisi ku, kami berdua hidup dengan sangat baik.."


"Adalah kakak Yang sendiri yang terlihat hidup dengan sangat letih dan tertekan.."


"Apa yang sebenarnya telah terjadi..?"


tanya Fei Hsia lembut penuh perhatian.


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Ayo kita lihat kedalam, semua jawabannya ada di dalam sana.."


"Di bandingkan aku, dialah yang sepuluh kali lipat lebih tertekan dan menderita hidupnya karena aku.."


"Bila waktu bisa di ulang,aku lebih baik memilih mati di tangan Ming Wang waktu itu"


"Sehingga tidak perlu membuatnya merasakan derita seperti saat ini.."


gumam Fei Yang penuh rasa sesal.


Lalu dia melangkah duluan menuju pondok nya.


Fei Hsia melangkah mengikutinya dari belakang dengan tatapan mata penuh simpati.


Dia seperti ikut merasakan kesedihan pria yang tidak pernah bisa dia lupakan itu.


Saat mereka berdua masuk kedalam pondok, terlihat Zi Zi sedang menangis sedih, sambil memeluk Xue Lian, yang duduk diam di sana dengan wajah basah airmata.


"Maafkan Zi Zi ibu, Zi Zi tidak tahu yang ayah ibu alami.."


"Sehingga selama ini, Zi Zi tiada henti menyalahkan ayah dan ibu, yang tidak kunjung datang mencari Zi Zi."


"Maafkan Zi Zi Bu,..hu..hu..hu.


hu.!"


Fei Yang berjalan menghampiri Zi Zi, lalu dia berlutut di sisi putrinya dan berkata,


"Tidak anak ku, dalam hal ini, ayahlah yang paling berdosa pada kalian semua nya.."


"Maafkan ayah nak.."


ucap Fei Yang sambil membelai lembut kepala putrinya, yang sedang bersandar di pangkuan Xue Lian.


Zi Zi buru buru mengangkat kepalanya, lalu menoleh kearah ayahnya.


Sambil menggelengkan kepalanya kuat kuat dengan airmata yang terus mengalir tanpa henti.


Zi Zi kembali menubruk kedalam pelukan Fei Yang dan berkata,

__ADS_1


"Tidak ayah,..tidak.. ayah adalah ayah dan suami yang paling baik dan paling bertanggungjawab sedunia ."


"Zi Zi lah yang telah berpikir salah tentang kalian.."


"Kini semua sudah jelas, kakak tampan sudah menjelaskan semua alasannya.."


"Maafkan Zi Zi ayah,.. maaf.."


"Zi Zi berjanji, kelak akan menjadi anak yang berbakti, selalu menuruti, dan membahagiakan ayah dan ibu.."


"Biarlah Zi Zi menjalankan bakti ku, untuk ayah dan ibu.."


ucap Zi Zi di sela sela Isak tangisnya.


Fei Yang mengangguk penuh haru , sambil memeluk dan mencium kepala putrinya dengan lembut.


"Terimakasih Zi Zi, terimakasih putri ku.."


ucap Fei Yang penuh haru.


Dia berusaha menahan airmata yang hendak mengalir ke bawah, tapi matanya yang basah tidak sanggup menahan titik bening, yang akhirnya runtuh juga.


Melihat kejadian ini, Nan Thian hanya bisa memeluk si kembar yang terlihat bingung dengan kejadian di depan mereka.


Sedangkan Fei Hsia yang berdiri di depan pintu, dia terlihat berdiri diam di sana.


Sambil terus menggunakan ujung lengan bajunya sendiri, menghapus airmatanya yang terus-menerus mengalir tanpa henti.


Diam diam dia merasa sangat prihatin dengan nasib pria yang sangat di cintai nya itu.


Fei Hsia justru semakin kagum dan semakin berkobar rasa cinta dan simpatinya terhadap Fei Yang, pria yang tidak seharusnya dia cintai tapi juga tidak bisa dia lupakan.


Di dalam hati kecilnya, Fei Hsia sudah memutuskan, dia akan tinggal tidak akan pernah pergi lagi.


Meski cuma menjadi pembantu pun dia rela, dia akan membantu Fei Yang merawat dan menjaga Xue Lian dengan tulus.


Apapun tanggapan kakeknya dan ucapan miring dunia tentang dirinya.


Dia tidak perduli, sebelum Xue Lian pulih sepenuhnya, dia tidak akan pernah pergi dari sini.


Dia hanya akan pergi, bila Xue Lian sepenuhnya pulih seperti sedia kala, di mana dia bisa kembali hidup berdampingan berbahagia bersama Fei Yang.


Maka saat itulah bagi dirinya harus pergi, pergi kembali ke pulaunya yang sepi.


Kembali melanjutkan sisa hidupnya yang penuh kesepian dan kesendirian.


Dia sudah lama siap untuk kenyataan itu, bahkan jauh sebelum dia bertemu dengan Zi Zi.


Dia sudah memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya seperti itu.


Sambil menunggu reinkarnasi berikutnya, di mana dia bisa di beri kesempatan untuk lebih dulu bertemu dengan Fei Yang.


Meski itu cuma angan angan, tapi hanya itulah asa yang tersisa dalam kehidupannya ini.


Fei Hsia yang secara tidak sengaja, beralih menatap kearah Xue Lian.


Tiba tiba dia melihat Xue Lian sedang tersenyum padanya, sambil mengedipkan mata kearah nya.

__ADS_1


Xue Lian juga seperti sangat gembira melihat kehadirannya di sana, dia bahkan seperti ingin menegakkan badannya ingin mengucapkan sesuatu padanya.


Sayangnya suaranya tidak bisa keluar, tubuhnya juga tidak menuruti keinginan nya.


Sehingga setelah beberapa kali berusaha, akhirnya Xue Lian tersenyum tak berdaya dan tetap terbaring lemah di sana.


Dengan penuh penasaran, Fei Hsia perlahan-lahan berjalan menghampiri Xue Lian.


Dia ikut berlutut di sisi yang lain dan berkata,


"Kakak Lian, kamu tenang saja..aku pasti akan membantunya merawat mu hingga sembuh.."


"Guru.."


ucap Zi Zi menatap kearah gurunya dengan penuh haru.


"Adik Fei Hsia terima kasih, kamu sudah mewakili kami melindungi merawat menjaga dan membesarkan Zi Zi putri kami.."


"Untuk itu pun aku sudah sangat berterimakasih, hingga tidak tahu bagaimana harus membalas Budi baik mu pada keluarga kami.."


"Untuk keadaan istri ku, aku mana boleh kembali merepotkan mu.."


"Biarlah di sini Fei Yang ucap kan rasa terimakasih yang sebesar besarnya.."


"Biarlah semua kebaikan ini Fei Yang terima di dalam hati saja.."


ucap Fei Yang memberikan penolakan halus.


Dia tahu perasaan Fei Hsia padanya, kini kondisi istrinya sedang seperti ini.


Dia mana boleh seperti itu, bila dia menerimanya itu sama saja dia sedang mencoba bermain api.


Bila nanti api membesar yang terluka bukan cuma dirinya, tapi semuanya.


Untuk itulah Fei Yang langsung memberikan penolakannya.


Fei Hsia tentu mengerti arah pikiran Fei Yang dan berkata,


"Kakak Yang, Fei Hsia mengerti jalan pikiran mu.."


"Fei Hsia tidak ada pemikiran lain, percayalah Fei Hsia hanya ingin membantu secara tulus.."


"Fei Hsia juga tidak akan tinggal di sini bersama kalian.."


"Fei Hsia akan tinggal di gua yang di tebing jurang sana.."


"Fei Hsia pagi akan kemari, hingga matahari terbenam, Fei Hsia akan kembali ke gua tempat tinggal sementara Fei Hsia di luar sana."


"Harap kakak Yang tidak menolak permintaan kecil ini dari Fei Hsia.."


"Anggaplah ini untuk menebus Budi menjaga dan merawat Zi Zi selama ini.."


"Ini..."


ucap Fei Yang terlihat serba salah.


Beberapa saat kemudian setelah perasaan masi

__ADS_1


__ADS_2