PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENDATANGI PAVILIUN BUNGA BERSEMI


__ADS_3

Kehadiran Li Dan bersama 10.000 pasukan secara tiba tiba memasuki komplek istana.


Membuat para pasukan pengawal istana bawahan Turgen sangat kaget, tanpa mengalami perlawanan yang berarti, mereka semua berhasil di lumpuhkan oleh pasukan Li Dan.


Ketidak hadiran Turgen, yang sedang pergi kekediaman istri mudanya, membuat pengambil alihan kekuasaan di dalam istana, berjalan lebih mudah, tanpa banyak hambatan.


Fei Yang sendiri hanya menemani Li Dan bergerak, tanpa harus bersusah payah turun tangan,


Mereka hanya cukup mengandalkan pasukan bawahan Li Dan, istana akhirnya berhasil di ambil alih wewenang nya oleh pasukan Li Dan.


Sementara itu di kamar istri muda Turgen, saat totokkan kedua orang itu terlepas sendiri.


Kedua orang itu, yang sudah terkena pengaruh obat dari Lan Yi, mereka berdua sudah sama sama kehilangan akal waras mereka.


Seluruh pikiran mereka sudah di kuasai oleh hasrat nafsu liar, yang membutuhkan tempat penyaluran.


Kebetulan keduanya sedang berada dalam posisi seperti itu, kedua orang itu langsung bergumul, melepaskan seluruh hasrat dan nafsu mereka yang sedang memuncak.


Setelah sama sama terpuaskan, dan berbaring tumpang tindih kelelahan dalam keadaan polos.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar dari luar, Jendral Turgen yang baru pulang dari patroli di istana.


Berdiri mematung kaget, melihat pemandangan di hadapannya.


Dia yang awalnya kaget, berubah menjadi sangat marah dan kecewa.


Seluruh gairah dan hasratnya yang ingin buru buru pulang, menemui istri muda kesayangan nya itu, untuk bermesraan.


Kini langsung lenyap begitu saja, terganti dengan kesedihan kemarahan dan kekecewaan, yang tak terhingga


Dalam kemarahannya tanpa mau menerima dan mendengar penjelasan kedua orang itu.


Turgen langsung mencabut pedangnya, dan menerjang kearah Baatar sambil berteriak,


"Baatar,..!! jahanam biadab,..!! hari ini bila bukan kamu yang mati, aku lah yang musnah..!"


"Aku akan mengadu nyawa dengan mu,..!!"


teriak Turgen marah sambil menyerang Baatar secara bertubi-tubi.


Baatar hanya bisa menghindar sambil berteriak,


"Turgen,..!! tunggu,..!! ini adalah jebakan musuh,..! jangan salah paham..!"


"Dengarkan dulu penjelasan ku..!!"


ucap Baatar sambil berlarian berputaran di meja, sambil terus berusaha menghindari tebasan pedang Turgen.


Istri muda Turgen sambil menangis sedih, dia menarik selimut menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Lalu dia turun dari ranjang, dan berlari memeluk pinggang suaminya dan berkata,


"Sayang ini salah paham,..!! dengarkan penjelasan ku,..kami..!"


"Minggir kamu,..!! menjauhlah dari ku,..!! dasar pelacur menjijikkan..!!"


teriak Turgen marah, lalu dia mendorong istri mudanya itu menjauh darinya.


Akibat di dorong oleh Turgen,


Istri Turgen jatuh terpental. hingga dahi nya membentur ujung ranjang dan berdarah.


Tapi tanpa memperdulikan keningnya yang berdarah, dia terus berteriak sambil menangis, meminta Turgen untuk mendengarkan penjelasannya.


Tapi Turgen sama sekali tidak memperdulikannya, dia langsung berlari meninggalkan kamar tersebut, untuk mengejar Baatar yang sudah melarikan diri.


Baatar sendiri, memanfaatkan momen yang tercipta, saat pinggang Turgen sedang di tahan oleh istrinya, dia tanpa pikir panjang langsung melarikan diri.


Baatar yang panik dan tidak mengenal situasi rumah Turgen yang besar dan Luas.


Akhirnya terkejar oleh Turgen, Turgen terus menyerang Baatar dengan pedang di tangannya.


Karena terdesak hebat, Baatar mengirim kode tanda bahaya kepada pasukan intelijennya.


Dalam waktu singkat pasukan intelijen Baatar pun tiba di lokasi, dan langsung terlibat pertempuran mati matian, melawan pasukan pengawal istana, yang di tempatkan di sekitar kediaman istri muda Turgen.


Baatar yang tidak bersenjata,.terpaksa melarikan diri, di bawah kejaran Turgen.


Akhirnya secara tidak sengaja menemukan rak senjata, di halaman tengah, tempat Turgen dan para pengawalnya biasa berlatih.


Menemukan senjata dalam situasi seperti saat ini, bagi Baatar hal itu bagaikan dia menemukan harta Karun berharga.


Baatar sambil bergulingan menghindari serangan tusukan, dan tebasan pedang Turgen.


Dia meraih sebatang golok besar yang ada di rak senjata, dengan menggunakan golok yang besar dan berat itu.


Akhirnya Baatar bisa sedikit bernafas lega, mulai bisa menangkis dan membalas serangan Turgen, tanpa harus melarikan diri lagi.


Melihat Baatar kini sanggup bertahan, Turgen menjadi sangat marah,. dengan berteriak keras tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri.


Tubuh Turgen lenyap dalam gulungan sinar pedang nya, tubuhnya berputar-putar di udara seperti baling baling besar melesat kearah Baatar.


Baatar sangat terkejut, dia mati matian melangkah mundur, sambil memutar mutar golok besarnya, untuk melindungi tubuhnya dari serangan pedang Turgen, yang sulit di tebak arahnya.


Tapi nasib apes bagi Baatar, tanpa sadar, saat bergerak mundur, dia justru tersandung pot bunga di belakangnya.


Sehingga tubuhnya terjengkang kebelakang, Baatar jatuh terlentang di atas tanah.


Kesempatan di depan mata, tidak di sia sia kan lagi oleh Turgen, dia langsung menusukkan pedang nya hingga menembus dada kiri Baatar.

__ADS_1


Baatar dengan tenaga terakhirnya, menebaskan goloknya kearah lengan Turgen.


Hingga lengan Turgen yang sedang menusukkan pedang nya kearah Baatar putus seketika..


"Arghhhh,...!!"


teriak Turgen kesakitan sambil terus melangkah mundur dan menggunakan lengan kirinya menutupi luka di lengan kanannya yang terbabat putus.


Baatar sendiri saat melihat dadanya, yang terus berdarah terkena tikaman pedang Turgen.


sambil tersenyum pahit, dia berkata,


"Dasar bodoh,..! mati saja sana,..!"


Lalu Baatar dengan emosi langsung melemparkan goloknya kearah Turgen.


Turgen terdiam pasrah di tempat.


Istri Turgen yang saat itu tiba di lokasi, melihat Baatar hendak menimpuk golok besar nya kearah Turgen.


Tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri, dia berlari menghadang di depan Turgen dan maju memeluk Turgen.


Tapi akibat lemparan itu sangat kuat, golok itu sendiri juga sangat berat.


Tubuh istri Turgen yang kecil tidak mampu menahannya, golok itu setelah menembus tubuhnya, juga menembus dada Turgen.


Sehingga kedua suami istri itu roboh dengan tubuh tersate oleh golok Turgen..


"Maafkan aku suami ku,.."


ucap istri Turgen dengan mulut berlumuran darah.


Setelah itu kepalanya pun terkulai kedalam dada Turgen.


Melihat hal itu, sambil tertawa sedih, Turgen mempererat rangkulan nya, sehingga Golok semakin dalam menembus dadanya.


Mulut Turgen ingin berkata sesuatu, tapi suara yang keluar tidak jelas, karena mulutnya berlumuran darah.


Akhirnya Turgen pun menghembuskan napas terakhirnya, sambil memeluk tubuh istri mudanya itu.


Sedangkan Baatar sendiri setelah melemparkan goloknya, nafasnya pun sudah putus, tubuhnya terlentang di atas lantai tak bergerak lagi.


Pertempuran di depan kediaman Turgen, baru berhenti setelah Li Dan dan pasukannya datang, untuk menertibkan dan menangkapi semua bawahan Turgen dan Baatar, yang tersisa tidak banyak lagi.


Fei Yang menyerahkan urusan keamanan kota Yin Chuan sepenuhnya di bawah kendali Li Dan.


Fei Yang sendiri memilih kembali ke penginapannya menemui Lan Yi.


Selesai sarapan pagi bersama.

__ADS_1


Fei Yang pun menemani Lan Yi, pergi mengunjungi Paviliun Bunga Bersemi.


Saat memasuki Paviliun Bunga Bersemi, Lan Yi bertindak sebagai penunjuk jalan, dia langsung membawa Fei Yang pergi menemui pemilik Paviliun tersebut.


__ADS_2