
Tapi Sian Sian malah mendapati di belakangnya kosong, tidak ada siapapun.
Saat dia memperhatikan lebih jauh, ternyata Afei sudah tidak terlihat sama sekali batang hidungnya.
Sian Sian mendengus kesal sambil membanting kakinya, dia mengutuki Afei,
"Dasar pengecut,..! sifat dasar tidak pernah bisa berubah,..! menyebalkan..!"
Sian Sian celingukan mencari cari keberadaan Afei, tapi dia tidak berhasil menemukannya, Afei seolah-olah hilang di telan bumi.
Hanya tersisa, bungkusan sisa makanan restoran, yang di biarkan tergeletak di dekat kaki Sian Sian.
Sian Sian menjadi semakin kesal, kekagumannya beberapa waktu yang lalu, terhadap Afei segera sirna bagai tertiup angin.
Sedangkan Li Cing dan Li Dan beserta sisa bawahannya, mereka yang terkejut, semakin terkejut,
Saat melihat ada puluhan orang berjubah hitam dengan topeng iblis, dan memegang golok bulan sabit yang berkilauan.
Sedang menatap kearah mereka dengan tatapan mata penuh ancaman.
Dari sikap mereka bisa di tebak.
Pasti mereka lah, pelaku pembantaian di dalam gedung ini.
Dari kerumunan manusia berjubah hitam itu, muncul tiga orang melangkah kedepan dan berkata,
"Li Cing kamu berulang kali lolos dari maut, nasib mu cukup beruntung..!"
"Tapi hari ini, ditempat ini, kurasa nasib dan keberuntungan mu sudah habis..Ha,..ha,..ha,..!"
"Hari ini punya tahun depan, tempat ini akan menjadi tempat peringatan ulang tahun kematian mu, Ha,..ha,..ha,...!"
"Bersiap lah,..!"
ucap salah satu dari ketiga orang itu dengan suara dingin, dari balik topingnya.
Li Cing mundur mundur kebelakang, tidak kuat menghadapi tekanan hawa pembunuh yang dilepaskan oleh ketiga orang itu.
Li Dan yang memiliki ilmu bela diri pun, juga merasakan tekanan yang membuat hatinya tidak tenang dan sulit bernafas.
Li Dan langsung mencabut keluar pedang panjangnya, bersiap siap menghadapi lawan di hadapannya.
Belasan pengawalnya, langsung ikut mencabut senjata mereka masing masing, bersiap siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.
Tapi sebelum ketiga orang itu sempat bergerak, tiba tiba dari atas langit, melayang turun seorang pria bertopeng besi, yang kedua tangannya memegang pedang merah biru.
"Kalian ini bagaikan hantu gentayangan, yang kemana mana selalu berbuat dosa.."
__ADS_1
"Hari ini aku akan membantu kalian menjadi hantu gentayangan yang sebenarnya.."
ucap Pria yang baru melayang turun itu, dengan suara se dingin. es.
Begitu dia menyelesaikan ucapannya..dia langsung melepaskan total 3 tebasan pedang biru merah, kearah ketiga orang itu.
Ini adalah jurus pertama Tebasan tarian pedang Naga Es Phoenix Api, yaitu Naga Es Phoenix api Membelah gunung.
Ketiga orang itu sangat kaget, mereka segera menggabungkan kekuatan mereka menjadi satu.
Lalu membentuk sebuah cahaya berbentuk lonceng biru, dengan garis garis tulisan kuno melingkar di seluruh tubuh lonceng biru itu.
Cahaya lonceng biru itu melindungi tubuh ketiga orang itu, dari serangan tebasan biru merah, yang di lepaskan oleh si topeng besi.
Di saat cahaya merah biru berbenturan dengan cahaya lonceng biru raksasa bertulisan huruf kuno.
Terdengar bunyi keras seperti logam saling beradu.
"Teng,..Teng,...Teng,..Teng,..Teng,...Teng,..!"
Ketiga orang itu meski mampu menahan serangan yang dilepaskan si topeng besi.
Tapi kuda kuda mereka bertiga tergempur, mereka bertiga terdorong mundur 5 meter kebelakang.
Meninggalkan garis telapak kaki cukup dalam di atas lantai yang keras.
"Dote Jigme Kipu, apa kabar ? kelihatannya kalian bukannya bertobat.."
"Malah kini kalian berhubungan dengan kelompok topeng setan kaki tangan Li Yuan Hao dan Li Yung.."
"Baiklah mari kita tuntaskan semuanya bersiaplah.."
ucap Fei Yang dingin.
Lalu Fei Yang kembali melepaskan tebasan jurus kedua dari Tarian Pedang Naga Es dan Phoenix Api, yaitu Tebasan Naga Es dan Phoenix Api membelah laut.
Sebuah tebasan dengan skala lebih besar kembali menghantam lonceng cahaya biru.
Kembali terdengar bunyi, yang jauh lebih keras.
"Tenggg,...Tenggg...!!"
Kini ketiga orang itu terdorong mundur hampir sepuluh meter kebelakang.
Garis telapak kaki yang mereka tinggalkan juga semakin dalam.
Cahaya lonceng biru yang menjadi pelindung mereka kini retak retak.
__ADS_1
Tapi ketiga orang itu mengempos semangat, dengan mulut berkomat Kamit membaca mantra-mantra, huruf huruf kuno yang melingkar di badan Cahaya lonceng biru.
Mengeluarkan sinar terang, huruf huruf kuno itu bergerak gerak berputaran di sekitar cahaya lonceng, yang retak.
Dalam sekejab saja, Cahaya lonceng biru yang retak telah pulih kembali seperti sedia kala.
"Ping Huo Ta Sia, kenapa kamu selalu usil mencampuri urusan orang lain.."
"Hati hati dengan langkah pilihan mu itu, banyak orang berbakat yang baru tenar sudah gugur.."
"Jangan sampai bernasib seperti mereka.."
ucap salah satu dari ketiga orang itu, setelah berhasil menstabilkan pertahanan mereka.
Pria bertopeng besi itu tersenyum dingin dan berkata,
"Tidak perlu kamu berkhawatir untuk ku, lebih baik khawatirkan lah diri mu sendiri."
Sementara itu di tempat lain Li Dan dan pasukannya harus bertarung mati matian di bawah kepungan, manusia bertopeng setan yang menggunakan golok bulan sabit.
Beberapa pengawalnya yang lengah kembali jadi korban, serangan pasukan Pedang bulan sabit, yang ganas dan cepat.
Fei Yang yang mendengar suara jeritan di belakang nya, dia segera melepaskan satu tebasan jurus ke 3 Naga Es dan Phoenix Api mengacau langit dan bumi.
Terlihat muncul bayangan Naga Es dan Phoenix Api yang berputaran disekitar Fei Yang, saat jurus ini sedang di kerahkan.
Suara pekik burung Phoenix dan raungan naga es yang menggetarkan memenuhi sekitar arena pertarungan.
Begitu Tebasan dilepaskan dua sosok bayangan Naga Es dan Phoenix Api menghantam dari atas dan bawah Cahaya lonceng pelindung ketiga orang itu.
Lonceng biru pelindung mereka pecah hancur berantakan, tidak sanggup menahan serangan Fei Yang.
Tubuh ketiga orang itu terpental bagaikan layang layang putus, jatuh menabrak dinding rumah bagian dalam, hingga jebol berantakan, debu asap pasir batu beterbangan dari dalam bangunan gedung.
Fei Yang tidak sempat memperhatikan nasib ketiga lawannya.
Karena situasi pasukan pengawal Li Cing dan Li Dan sedang dalam posisi kritis.
Bila tidak segera di tolong, mereka semua pasti akan gugur tanpa sisa.
Bila mereka gugur, otomatis bahaya besar pasti akan mengancam Li Dan Li Cing dan Sian Sian.
Fei Yang tidak punya waktu untuk menundanya lagi, dengan dua ayunan Tebasan pedang es dan api yang membentuk dua garis horisontal.
puluhan pasukan bulan sabit yang sedang mengepung pasukan pengawal Li Cing.
Sebagian terbakar hancur menjadi debu, sebagian lagi membeku menjadi patung es manusia, sebelum akhirnya satu persatu meledak, hancur menjadi kepingan kecil, yang jatuh keatas tanah dan menghilang tanpa bekas.
__ADS_1
Setelah membereskan para pengepung, Fei Yang pun melesat kedalam gedung.