
Seluruh tubuh Fei Yang mulai mengeluarkan aura intimidasi yang kuat.
Warna merah biru mulai memancar dari tubuhnya, senyum jenaka di bibirnya hilang.
Berganti dengan senyum yang dingin membeku seperti es.
Tapi ekspresi Lin Hsia menghadapi perubahan Fei Yang, sangat tenang dan datar, hanya sepasang matanya, kini juga mencorong tajam tidak kalah dari Fei Yang.
Sambil menatap Fei Yang, Lin Hsia berkata,
"Bila itu yang kamu inginkan, maka kamu tidak memberi ku pilihan, selain menyelesaikan nya secara Ciang Hu (Sungai Danau)"
Dalam artian Dunia persilatan..siapa kuat dia menang, siapa menang dia lah yang benar.
Itulah yang di sebut aturan Ciang Hu/ Dunia persilatan.
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Kamu boleh pilih mau selesaikan di sini, dengan kemungkinan seluruh paviliun mu dan tempat ini rata."
"Atau mencari tempat lain ?"
Gadis itu kembali tersenyum dingin, di balik cadarnya.
Lalu berkata,
"Mari ikut dengan ku,.."
Belum hilang suaranya gadis itu sudah lenyap dari tempat duduknya.
Lan Yi bahkan tidak melihat kemana gadis di hadapannya pergi, tahu tahu sudah menghilang dari hadapan nya.
Begitu pula dengan Fei Yang yang tiba-tiba ikut menghilang.
Saat Lan Yi melihat kearah jendela yang terbuka.
Jauh di atas langit sana, ada dua titik yang muncul dan hilang dengan cepat bergerak menjauh.
Berbeda dengan Lan Yi, Fei Yang bisa melihat dengan jelas gadis itu melesat keluar lewat jendela, dan terbang ke angkasa.
Fei Yang pun menyusulnya melesat keluar melalui jendela, Fei Yang sempat mencoba dengan ilmu meringankan tubuh terbang diudara tanpa bayangan.
Tapi Fei Yang menjadi tertinggal, jarak mereka menjadi menjauh, baru saat Fei Yang menggunakan ilmu ringan tubuh tanpa tanding, Terbang mengendarai awan.
Di mana sepasang kaki Fei Yang muncul awan tipis, Fei Yang baru berhasil memperpendek jaraknya.
__ADS_1
Hingga akhirnya dia berhasil melayang di atas kepala gadis itu.
Melihat hal itu, Lin Hsia sedikit terkejut, dia menambah kecepatannya berulang kali, tapi tetap saja Fei Yang masih melayang di atas kepalanya.
Akhirnya gadis itu melakukan belokan tajam kearah barat, menuju deretan puncak gunung Himalaya yang berderet-deret di sana.
Gadis itu akhirnya memilih mendarat di sebuah puncak gunung, yang tidak terlalu tinggi seperti puncak gunung lainnya.
Seperti Chomolungma dan Khanchenjunga, yang menjulang menembus awan.
Puncak gunung ini meski tinggi, tapi tidak sampai menembus awan, puncak nya masih bisa terlihat dari kaki gunung.
Bagian puncaknya adalah sebuah dataran yang cukup luas, dengan di kelilingi oleh jurang jurang, yang sangat curam tegak lurus kebawah.
Ini membuat puncak ini tidak mungkin bisa di daki oleh orang biasa.
Tapi bagi Fei Yang dan Lin Hsia untuk mencapai puncak ini bukan masalah.
Fei Yang dan Lin Hsia sama sama berdiri diam di bawah terpaan salju yang turun dengan cukup lebat.
Tapi anehnya tidak ada setetes salju pun, yang berhasil mengenai tubuh kedua orang itu.
Semua salju seolah olah membentur sesuatu yang tidak kasat mata, kemudian menghilang tak bersisa.
Di tangan Lin Hsia muncul sebilah pedang yang bersinar putih susu cemerlang berkilauan,.dengan ukiran halus seekor naga di badan pedangnya.
"Pedang bagus,..!"
puji Lin Hsia saat melihat sepasang pedang di tangan Fei Yang.
Tapi suaranya tetap dingin dan datar.
Lin Hsia mulai bergerak memainkan tarian pedang nya.
Tubuhnya tiba tiba berubah menjadi tujuh orang, yang bergerak menyerang dari tujuh arah, hilang timbul secara bergantian kearah Fei Yang.
Gerakan nya sangat cepat kuat dan berbahaya.
Jurus yang di mainkan terlihat sederhana, tapi perubahannya sangat banyak dan sulit terdeteksi .
Fei Yang yang sudah menggunakan tehnik langkah ajaib dan terbang bebas tanpa bayangan.
Tetap saja berulang kali harus menggunakan pedangnya, untuk menangkis.
Itupun terkadang tangkisannya meleset, tahu tahu ujung pedang gadis itu sudah beberapa senti jaraknya dari tubuhnya.
__ADS_1
Untungnya Fei Yang memiliki sepasang pedang ditangannya, sehingga satu meleset, yang lain masih bisa menangkisnya.
Tapi dengan kecepatan kekuatan dan keunikan permainan pedang gadis itu, Fei Yang menjadi terdesak sulit melakukan serangan balasan.
Tidak terasa seratus jurus telah berlalu, Fei Yang yang sudah menembus 60% ilmu tehnik mengenali kelemahan dan jurus dasar ilmu silat.
Tetap belum berhasil menemukan titik lemah, maupun mengenali tehnik perubahan pola serangan gadis itu.
Jurus jurus naga es dan Phoenix api yang Fei Yang lepaskan, selalu terbuang sia sia, tidak bisa mengenai tubuh gadis itu yang gerakannya sangat cepat.
Gadis itu masih terus tanpa henti menekan dan mengurung Fei Yang dari segala arah.
Kini Fei Yang tidak mau memboroskan energinya, sembarangan melepaskan tebasan pedang merah birunya.
Fei Yang lebih fokus dengan pertahanan nya, yang Sekokoh tembok sulit di tembus oleh gadis itu.
Fei Yang selalu bergerak dan bergeser dengan langkah posisi 8 sudut seperti diagram Pat Kwa.
Sehingga kemanapun gadis itu bergerak, Fei Yang selalu muncul di sana untuk menangkisnya.
Setelah ratusan jurus berlalu, di mana terlihat dahi gadis itu mulai penuh keringat, dadanya pun mulai bergelombang.
Pertanda nafasnya mulai terganggu, gadis itu kini tiba tiba menyerang sambil mengeluarkan suara lengkingan tinggi, yang sangat menganggu konsentrasi.
Selain itu gerakan pedangnya, yang seperti sedang melakukan Corat coret diudara, seperti sedang menulis kaligrafi.
Juga terus mengeluarkan suara yang berirama turun naik, berusaha mempengaruhi konsentrasi Fei Yang .
Mirip hipnotis yang ingin menarik Sukma Fei Yang, untuk mengikuti arahan dan pola yang sudah di atur oleh gadis itu.
Melihat ini, Fei Yang pun melepaskan raungan dahsyat merupakan jurus dari kitab tanpa tanding, menggetarkan ribuan Li.
Dengan jurus raungan ini, Fei Yang baru berhasil menekan suara yang sangat menganggu konsentrasi, dari jurus yang di mainkan oleh gadis itu.
Tapi meski berhasil mengurangi tekanan suara, tapi perubahan jurus jurus gadis itu, yang seperti sedang melukis dan mencorat-coret di Udara.
Tetap membuat Fei Yang terdesak hebat, hanya bisa bertahan, sulit membalas menyerang.
Dalam keadaan terjepit,. Fei Yang mulai menyerap kekuatan Api dan Es semesta dari langit dan bumi memenuhi tubuhnya
Dua pusaran merah biru mulai mengelilingi seluruh tubuh Fei Yang.
Kemanapun gadis itu menyerang, pedangnya selalu terbentur dengan kekuatan pusaran merah-biru itu.
Pedang nya selalu terpental, setelah mengulanginya berkali kali, tanpa hasil.
__ADS_1
Gadis itu Tiba-tiba mengeluarkan suara lengkingan tinggi, ke 7 bayangan dirinya satu persatu menyatu dengan tubuhnya.
Gadis itu tiba-tiba melepaskan ribuan sinar pedang melesat mengurung kearah Fei Yang.