PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KAKEK RAMBUT HIJAU DAN KAKEK RAMBUT PUTIH


__ADS_3

Kejadian hampir sama juga terjadi dengan Tan Kim Lan, Si Lo Sa dan Pei Kui Wang.


Begitu mereka menangkis dan menghancurkan Naga Emas yang menerjang kearah mereka.


Dari tempat tidak terduga malah datang lagi Naga Emas yang sudah hancur.


Menyerang mereka dari tempat tak terduga, tubuh mereka bertiga yang tidak siap pun ikut terpental ke udara menyusul Lei Sen.


"Naga Emas menabrak bumi..!"


"Naga Emas menabrak Langit..!"


teriak Nan Thian sambil melepaskan dua tebasan dengan arah berlawanan.


Tebasan pertama dari atas kebawah,.di susul dengan tebasan kedua dari bawah keatas.


Muncul dua serangan susul menyusul datang dari atas dan bawah..


Seekor Naga Emas muncul dari atas langit turun kebawah, menabrak tubuh keempat orang itu dari atas hingga terpental kebawah.


Di saat bersamaan dari arah bawah kembali muncul Naga Emas dari dalam tanah.


Menerjang keatas menyambut tubuh mereka berempat yang sedang terpental kebawah.


"Brakkkk...,!'


"Bressss,..!"


Serangan dari atas kebawah, dengan susah payah mereka masih berhasil menangkisnya.


Tapi serangan yang datang dari arah bawah mereka sudah tidak sanggup menahannya lagi.


Selain energi mereka sudah banyak terkuras, senjata di tangan mereka berempat juga sudah patah hancur berantakan.


Mereka hanya bisa mengerahkan energi membentuk.perisai pelindung, untuk melindungi bagian tubuh mereka yang di serang.


Tapi usaha mereka menjadi sia sia.


Serangan Naga Emas itu terlalu dahsyat untuk di tahan oleh energi pelindung tubuh mereka yang tidak tersisa banyak.


Energi pelindung mereka pecah hancur berkeping-keping di tembus oleh Naga Emas.


Termasuk tubuh mereka berempat juga ikut tertembus oleh Naga Emas, yang meluncur dari bawah keatas.


Tubuh mereka berempat yang tertembus oleh Naga Emas mengambang terdiam di udara sesaat.


Sebelum akhirnya dari tubuh mereka, terpancar lesatan cahaya emas memenuhi udara


"Blaarrr...!"


Tubuh keempat Datuk dunia hitam persilatan itu, langsung pecah hancur berkeping-keping.


Potongan daging dan pakaian bertebaran di udara.


Naga Emas meluncur masuk kedalam tubuh Nan Thian, setelah menjalankan tugas mereka.


Energi itu kembali berkumpul di dalam Dan Tian Nan Thian yang maha luas tak berbatas.

__ADS_1


Kakek berambut hijau menghela nafas panjang dan berkata,


"Dasar tidak berguna, sudah beramai ramai pun masih gagal juga.."


"Memang pantas mati.."


"Benar itu, binatang yang layak mampus.."


"Jadi terganggu permainan kita sekarang."


"Ayo udahan dulu, nanti baru lanjutkan lagi.."


ucap Kakek berambut putih kurang puas.


"Kamu duluan aja Lau Ching..( Si Tua Hijau ) aku mau bereskan ini dulu.."


ucap Si rambut putih santai.


"Kamu yang bilang, nanti jangan menyalahkan aku bila tidak kebagian.."


"Ha...ha...ha..ha..!"


ucap kakek rambut hijau sambil tertawa.


Gak apa apa, setidaknya aku bisa urus murid dan anaknya Ping Huo Ta Sia ( Pendekar Besar Api dan Es ), yang kini hanya jadi Ping Huo Fei Jen ( Manusia invalid Api dan Es ).


Nan Thian yang mendengar ucapan mereka berdua hatinya menjadi cemas dan berdebar-debar.


Apa maksud dari kata kata Ping Huo Fei Jen, apa jangan jangan paman kakek guru nya dan Bibi Nenek gurunya telah di celakai oleh mereka.


Sehingga tidak bisa menjaga dan mencari Zi Zi dan Sun Er, bibi dan paman kecilnya itu.


"Sudah fokus kak, jangan berpikir jauh jauh, musuh sudah di depan mata.."


tegur Kim Kim mengingatkan Nan Thian.


Nan Thian kembali tersadar dari lamunannya yang menjauh kemana mana.


Nan Thian mengangguk dan berkata,


"Keluarlah sekarang, aku mengandalkan mu.."


"Hi..hi..hi..! ini baru mirip ucapan manusia berhati nurani.."


ucap Kim Kim sambil tertawa gembira.


Begitu Kim Kim keluar menyatu dengan tubuh Nan Thian tubuh Nan Thian memancarkan cahaya emas kemilau.


Bayangan Seekor Naga Emas raksasa melingkar di belakang tubuhnya.


Pedang Naga Emas yang sarat tenaga tak berbatas bergetar hebat dan mengeluarkan raungan dahsyat menggertarkan langit dan bumi.


Tiba-tiba langit biru terbuka, hingga terlihat langit hitam kelam dengan cahaya berkilauan yang sangat banyak menghiasi angkasa raya.


Hawa yang sangat mencekam dan tidak biasa menebar keluar, membuat kedua kakek itu sedikit kaget.


Mereka berdua kini menatap dengan lebih serius kearah Nan Thian.

__ADS_1


Karena pernafasan mereka sampai terganggu oleh hawa yang di tebarkan oleh Nan Thian.


Mereka melihat sepasang mata Nan Thian mengeluarkan cahaya emas yang bersinar seperti lampu menyorot kearah mereka.


"Bocah itu sepertinya kerasukan, bukan dirinya lagi sendiri."


ucap Kakek Rambut putih itu sambil bersikap siaga.


Si rambut Hijau mengangguk dan berkata,


"Bocah edan, ternyata banyak juga ilmu kejutannya.."


"Ayo kita serang dari dua sisi.."


ucap Kakek Rambut hijau sambil bersiap siap, dengan kedua telapak tangannya di kelilingi oleh arus listrik menyambar nyambar.


Sedangkan Si kakek Rambut putih sambil mengangguk, dia juga bersiap siap dengan Tapak Es Iblis Asurra nya.


Seluruh tubuhnya di kelilingi oleh lapisan es maha dingin.


Nan Thian berputaran di tempat dengan satu kaki menopang tanah.


Kaki lainnya di angkat, Pedang Naga Emas Semesta teracung ke angkasa.


Menyerap energi tak berbatas dari angkasa dan planet planet di luar Tata Surya.


Seberkas cahaya Emas menerjang masuk memenuhi tubuh Nan Thian yang sedang berputaran.


Sebelum akhirnya dia melepaskan dua tebasan dari atas kebawah, terarah miring ke dua lawan di hadapannya.


Tubuh Nan Thian hanya menjadi sarana saja, yang menjalankan nya sepenuhnya adalah Kim Kim, bukan Nan Thian lagi.


"Rooaaarrrrrrr..!!!"


Bayangan Naga Emas yang melingkar di belakang punggung Nan Thian.


Kini meluncur kedepan mengikuti dua sinar emas yang satu terarah ke Kakek Rambut Hijau.


Satu lagi terarah ke Kakek Rambut putih.


Kedua cahaya Emas itu setelah mendekat dalam jarak 3 meter berubah menjadi dua ekor Naga Emas raksasa dengan Moncong terpentang lebar.


Sedangkan Naga Emas susulan dengan tubuh 3 kali lipat lebih besar, memilih menerjang menyusul.kearah kakek Rambut hijau.


Melihat Hal ini kakek rambut hijau pun berteriak sambil membentuk kuda kuda kedua kaki setengah berjongkok, dengan kedua tangan di dorong lurus kedepan.


"Hiaaatt...!"


"Pukulan Petir Iblis Asura level 10..!!"


Di sisi yang lain si Kakek rambut putih juga membentuk kuda kuda, seperti orang sedang mendorong mobil, dengan kedua telapak tangan menghadap lurus kedepan.


"Hiaaatt...!"


"Tapak Hawa Im Iblis Asura..!"


Dari arah kakek rambut Hijau, kedua telapak tangannya menghasilkan bola petir putih bening menyambut kedatangan Naga Emas.

__ADS_1


Sedangkan dari arah Kakek Rambut putih muncul sebuah bola energi putih yang mengeluarkan hawa beku, menyambut datangnya Naga Emas.


Pertemuan kedua kekuatan raksasa menimbulkan ledakan dahsyat yang mengguncang langit dan bumi.


__ADS_2