
Setelah semua peserta sidang istana sudah lengkap, kaisar dan permaisuri baru terlihat hadir di ruang tersebut, dan menempati kursi kebesaran mereka.
Permaisuri yang duduk di sebelah kaisar Zhao Kuang Yi, melahirkan 3 putra dan satu putri .
Putra pertama nya adalah pangeran pertama Zhao Yuan Zuo,. pangeran Zhao Yuan Zuo memiliki keterbelakangan mental.
Dia hampir tidak pernah berhubungan dengan siapa pun, kecuali kedua dayang pribadi dan kedua orang tua kandungnya.
Dia ikut hadir tanpa membawa pengawal, hanya duduk seorang diri sambil berbicara dengan patung kayu di tangannya.
Kegiatan sehari-hari nya hanya di habiskan di ruang baca dan ruang perpustakaan istana.
Putra keduanya adalah pangeran Zhao Heng, putra mahkota yang di anulir jabatannya dan sedang menjalani hukumannya di Xiang Yang.
Putra ketiganya adalah Pangeran mahkota Zhao Yuan Xi, yang meski berselisih umur dengan kedua kakaknya cukup jauh, tapi dia terkenal pintar cerdas ambisius dan pandai mengambil hati Kaisar Zhao Kuang Yi.
Putri keempatnya adalah Putri Zhao Wei Wen, meski lahir dari permaisuri, tapi dia adalah putri kedua paling muda dari seluruh putri kaisar Zhao Kuang Yi.
Setelah kaisar Zhao Kuang Yi hadir, sidang pun di mulai, setiap pejabat sipil maju melaporkan situasi dan kondisi yang di hadapi kerajaan Song pada saat ini.
Berbagai bencana yang terjadi di pelbagai daerah, di laporkan oleh mereka, agar bisa segera mendapatkan penanganannya, dan mendapatkan bantuan pengiriman dari pusat.
Selesai laporan pejabat sipil, baru di lanjutkan dengan laporan pejabat militer tentang situasi dan keadaan keamanan kerajaan Song saat ini.
Pejabat militer melaporkan situasi gangguan dari perampok dan perompak, yang datang dari wilayah selatan perbatasan, dan informasi permohonan bantuan yang di kirimkan oleh kerajaan Tay Li, yang langsung berhadapan dengan para penjahat dari wilayah selatan (Vietnam saat ini) tersebut.
Di penghujung acara baru di bahas masalah hasil akhir proses seleksi keanggotaan pengawal kerajaan tahunan.
Lima dari peserta terbaik proses seleksi keanggotaan pengawal istana, di undang hadir ke ruang sidang tersebut.
Mereka di ijinkan untuk memilih lawan tanding dari ke 15 pengawal pribadi, yang bertugas mengawal keselamatan putra putri kaisar Zhao Kuang Yi.
Bila mereka berhasil mengalahkan pengawal pribadi putra putri kaisar dalam pertandingan, maka mereka berhak naik jabatan menggantikan posisi pengawal putra putri kaisar.
Terakhir baru di adakan acara pertandingan hiburan, di mana semua pengawal putra putri raja akan di adu, untuk mendapatkan gelar pengawal dengan kemampuan terbaik.
Begitu lima orang peserta proses seleksi pengawal terbaik di beri kesempatan memilih.
Mereka semua langsung menunjuk
pengawal Putri Wei Wen, yang bertubuh gemuk dan jelek itu, sebagai lawan mereka.
__ADS_1
Fei Yang terpaksa melayani tantangan kelima orang itu.
Satu persatu mereka maju menerjang dan merangsek Fei Yang, dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi.
Tapi meski mereka terlihat hampir berhasil mengalahkan Fei Yang, tapi pada akhirnya mereka satu persatu harus menerima nasib.
Kalah di tangan Fei Yang secara tidak sengaja atau secara kebetulan.
Sepanjang pertandingan hanya ada hal hal lucu, yang di tunjukkan oleh Fei Yang dalam mengalahkan mereka satu persatu.
Sehingga acara pertandingan tersebut berjalan dengan sangat lucu dan sangat menghibur.
Kaisar sendiri sampai ikut tertawa dan mengeleng gelengkan kepalanya, melihat kekonyolan yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
Seperti pertandingan yang terjadi pada orang pertama yang kalah karena celananya terlepas di tarik Fei Yang secara tidak sengaja.
Hingga dia jatuh terjengkang pingsan, karena kepalanya membentur lantai.
Orang kedua juga kalah dengan wajah di duduki ****** Fei Yang yang besar, dan di kentuti oleh Fei Yang, hingga muntah muntah tak sanggup melanjutkan pertandingan.
Orang ketiga kalah karena celana di bokong nya robek lebar terkena cengkraman Fei Yang secara tidak sengaja.
Orang keempat dan kelima kalah dalam pergumulan saling cekik di lantai, mereka menyerah karena leher mereka secara kebetulan tercekik oleh Fei Yang, hingga kesulitan bernafas dan menyerah.
Saat di lanjutkan ke acara selanjutnya, pengawal dari putra putri kaisar yang lain, satu persatu di beri kesempatan untuk maju menghadapi Xuan Ming.
Sedangkan Fei Yang di beri kesempatan menunggu giliran paling terakhir, dia sengaja di beri waktu agar bisa beristirahat.
Karena dia terlihat kelelahan setelah melawan 5 orang penantang nya tadi.
Ini adalah akal akalan dari Wei Wen agar Fei Yang bisa maju terakhir, menghadapi Xuan Ming, yang sedang berada di puncak kesombongannya.
Sehingga dia akan meremehkan Fei Yang, yang dianggap paling lemah dan tak berguna.
Dengan demikian peluang Fei Yang untuk membalas dendam, akan menjadi lebih besar.
Sesuai prediksi Wei Wen, satu persatu para penantang yang maju menghadapi Xuan Ming.
Semua berhasil dia kalahkan dengan mudah tanpa perlawanan.
Sepanjang pertandingan berlangsung, Fei Yang tidak melihat ke arena pertarungan.
__ADS_1
Tapi Fei Yang justru diam diam terus menatap curiga kearah Zhao Yuan Zuo, putra pertama kaisar Zhao Kuang Yi yang di anggap idiot oleh semua orang.
Kecurigaan Fei Yang semakin di perkuat dengan gerak gerik Zhao Yuan Zuo, yang terlihat sedang fokus dengan boneka kayu ditangannya.
Tapi setiap Xuan Ming bergerak memberikan serangan terakhirnya, mengalahkan lawannya.
Diam diam Zhao Yuan Zuo pasti akan melirik kearah arena sekejap, setelah itu dia akan kembali fokus dengan boneka nya.
Gerakan nya sangat halus dan cepat, tapi hal itu tidak bisa lepas dari mata dan pendengaran Fei Yang yang terlatih.
Fei Yang tidak berkata apapun ke Wei Wen, tapi diam diam dia mengingat hal ini, dan akan mewaspadai Zhao Yuan Zuo melebihi siapapun yang hadir di sana.
Akhirnya saat saat yang di tunggu pun tiba, Xuan Ming telah mengalahkan semua pengawal lain hanya sisa Fei Yang saja
Zhao Yuan Xi, sambil tertawa lebar berkata,
"Adik Wen pengawal mu itu sebaiknya bawalah pulang saja, tak perlu lagi repot repot."
"Sekali ini dia tidak akan bisa melucu dan memiliki peruntungan bagus, untuk memberikan tontonan menarik buat kita lagi.."
Wei Wen tersenyum menanggapi ucapan kakaknya dan berkata,
"Kasihlah dia kesempatan mencobanya kak Yuan Xi, siapa tahu tubuhnya bisa lebih kurus, setelah berlatih tanding dengan jagoan kakak.."
Yuan Xi sambil tersenyum lebar berkata,
"Baiklah,..! senior Xuan Ming tolong kempiskan bocah itu untuk ku.."
"Siap tuan,.. "
ucap Xuan Ming sambil tertawa mengejek ke arah Fei Yang.
Fei Yang berjalan santai kedepan arena, setelah memberi hormat ke semua yang hadir di sana, dia pun berkata,
"Senior Xuan Ming, apa kamu berani melayani tantangan adu nyawa dengan ku ?"
Ucapan Fei Yang yang serius, malah mengundang gelak tawa semua yang hadir di sana.
Xuan Ming sambil tertawa berkata,
"Mengapa tidak,..?"
__ADS_1