PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SITUASI DUNIA PERSILATAN


__ADS_3

Di hari berikutnya, pagi pagi sekali didepan pintu gerbang kota, terlihat Li Dan Lan Yi, Kedua orang tua Fei Yang, Sian Sian perdana menteri Li.


Mereka semua datang mengantar dan melepas kepergian Fei Yang dengan wajah tidak rela.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Kalian ini mengapa seperti ini ? harusnya kalian bergembira untuk ku.."


"Kini aku sudah kembali bebas dan bisa melanjutkan petualangan ku."


ucap Fei Yang sambil tersenyum lebar.


Dalam hal ini Sian Sian yang terlihat paling sedih wajahnya sudah basah airmata.


Sian Sian tiba tiba melepaskan diri dari pelukan ratu Sabrina.


Dia berlari memeluk Fei Yang dan berkata,


"Kakak,.. bolehkah aku ikut,..?"


Fei Yang melepaskan pelukan Sian Sian dan berkata,


"Adik Sian,.. kamu seorang gadis, kakak tidak bebas membawa mu.."


"Perjalanan kakak mungkin penuh bahaya dan resiko, demi kebaikan mu, maaf kakak tidak bisa.."


"Saran kakak kamu sebaiknya tinggal di istana, menemani ibu Sabrina, dengan begitu kalian berdua tidak akan kesepian.."


ucap Fei Yang sambil membelai lembut kepala Sian Sian.


Sian Sian mengangguk dan berkata,


"Baiklah kak, Sian Sian akan patuh dan menanti kakak pulang.."


"Tapi kakak juga harus berjanji tidak boleh melupakan Sian Sian, ini buat kakak.."


ucap Sian Sian sambil memberikan sebuah sapu tangan yang bersulam sepasang kupu kupu di tengahnya.


Fei Yang menerima sapu tangan itu dan berkata,


"Ini sulaman mu,? sejak kapan kamu belajar bersulam ?"


Sian Sian tersenyum dengan wajah merah dan berkata,


"Aku tidak akan memberitahu kakak, hingga kakak kembali lagi kesisi ku, aku baru akan memberitahu kakak.."


Fei Yang tersenyum kecut dan berkata,


"Terserah pada mu, yang jelas aku tidak janji kapan aku akan pulang.."


Sian Sian sedikit cemberut dan berkata,


"Aku tidak peduli, aku akan tetap menunggu kakak kembali.."


Fei Yang hanya menghela nafas, dia malas berdebat dengan Sian Sian.

__ADS_1


Sebenarnya dia ingin memberitahu Sian Sian, agar jangan menantinya secara sia sia.


Perasaannya terhadap Sian Sian hanya sebatas perasaan kakak beradik tidak lebih.


Tapi Fei Yang berpikir kata kata itu terlalu kejam, bila di ucapkan di depan umum begini.


Akhirnya dia menelannya kembali, tidak jadi di katakan.Menanggapi ucapan Sian Sian, Fei Yang hanya bisa tersenyum kecut.


Untungnya Li Dan yang bisa menangkap kesulitan Fei Yang, dia pun maju bersama istrinya mendekati Fei Yang.


"Adik Yang selamat jalan, hati hati di jalan, bila ada waktu ingat kembali untuk menjenguk kami."


Fei Yang menoleh kearah Li Dan menepuk bahunya dan berkata,


"Terimakasih kak, kakak juga jaga diri.."


Fei Yang semalam sudah memberi nasehat dan pesan ke Li Dan, agar jangan terlalu keras, dan bersikap bijak, selagi masih bisa ampuni ampunilah.


Berhati hati memanfaatkan biro khusus, yang memiliki dua mata pisau, agar tidak terkena diri sendiri.


Saat ini tidak banyak lagi yang perlu dia ucapkan untuk Li Dan.


"Lan Yi tolong bantu awasi kakak ku ya,..?"


ucap Fei Yang, karena dia sadar yang bisa kendalikan Li Dan hanya Lan Yi.


Lan Yi mengangguk kecil dan berkata,


"Jangan khawatir adik Yang,.. hati hati dijalan.."


"Terimakasih banyak paman Li, maafkan Fei Yang.."


Perdana menteri Li Cing tersenyum bijak dan berkata,


"Cinta dan jodoh tidak bisa dipaksakan, bila di ditakdirkan berjodoh, seribu bahkan sepuluh ribu Li juga akan kembali bersama.."


"Bila tidak, biar setiap hari bersama akhirnya juga tetap akan berpisah.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Terimakasih paman Li , Fei Yang pamit dulu."


Li Cing mengangguk dan berkata,


"Pergilah,.. hati hati di jalan."


Fei Yang terakhir menghampiri kedua orang tua nya dan berkata,


"Ayah Ibu,.. maafkan Fei Yang,.."


"Fei Yang belum bisa menjalankan bakti Fei Yang, sebagai seorang anak.."


Li Yuan Ming dan Sabrina tersenyum sedih dan berkata,


"Berhati hatilah nak, jangan lupa kembali kemari.."

__ADS_1


"Di sini selamanya adalah rumah mu.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Itu pasti,.. ayah ibu kalian jaga diri kalian baik' baik, suatu hari bila bosan berkelana, Fei Yang pasti akan kembali.."


Mereka bertiga berpelukan sejenak, sebelum akhirnya Fei Yang melesat ke udara meninggalkan tempat tersebut bersama Kim Tiaw.


Fei Yang menyempatkan diri mampir di depan makam neneknya untuk berpamit, sebelum dia meninggalkan Xi Xia.


Selama tiga tahun terakhir, setelah seluruh kekuasaan Hei Mo Pang tumbang.


Dunia persilatan daratan tengah terjadi perubahan besar, partai golongan putih mulai bangkit dan duduk sejajar dengan partai dari golongan hitam.


Dewasa ini Golongan putih di wakili oleh 7 partai besar, Wu Dang, Shaolin, Thian San Pai, Xu San Pai, Khong Thong Pai, Kun Lun Pai, Er Mei Pai.


Sedangkan dunia hitam di wakili oleh 3 kekuatan besar, yaitu


Cing Lung Pang(Partai Naga Hijau), Thian Sia Hwe(Partai Dunia), dan Mo Ciao (Aliran Iblis).


Aliran netral di pegang oleh Kai Pang (partai pengemis) dan 5 besar dunia persilatan.


5 besar dunia persilatan terdiri dari Kuil Potala di barat,


keluarga Huang di Timur


Keluarga Chen di selatan


Keluarga Souw di Utara.


terakhir adalah keluarga Du Gu di wilayah tengah.


Selain diatas masih ada 3 terakhir yang menjadi pihak netral, mereka yang satu tinggal mengasingkan diri di pegunungan Altai.


Yang kedua tinggal di laut timur yang di kenal sebagai pulau misterius pulau pelangi.


Yang ketiga adalah seorang kakek yang tinggal di sekitar pegunungan Kun Lun.


Ketiga orang misterius ini, yang dewasa ini di kenal sebagai 3 dewa dunia persilatan.


Tapi meski banyak orang memuja mereka, tapi tidak ada satupun di antara mereka, pernah tampil dan di kenali orang secara langsung.


Mereka bertiga hanya seperti sebuah cerita legenda, yang tidak pernah tampil secara nyata.


Sebenarnya dunia persilatan berjalan cukup aman dan tentram selama 3 tahun terakhir ini.


Hingga seminggu terakhir ini, tiba-tiba beredar kabar bahwa kemunculan Pai Su Sen, yang membuat dua buah buku.


Berisi daftar 200 Orang, dengan kemampuan tertinggi dan daftar buku 200 senjata terhebat di seluruh dunia persilatan.


Kabar berita itu langsung membuat heboh seluruh dunia persilatan, di mana setiap orang yang menguasai ilmu silat di dunia persilatan.


Mereka pasti merasa penasaran, dan ingin melihat apakah nama mereka, termasuk di dalam daftar buku tersebut atau tidak.


Selain itu mereka semua juga ingin tahu, siapa target di atas mereka yang harus di kalahkan, agar nama mereka bisa masuk dan tercantum dalam buku, yang paling bergengsi di dunia persilatan saat ini...

__ADS_1


__ADS_2