
"Dari peta ini ada dua jalan ke kanan ke markas pasukan kerajaan Pagan/burma, ke kiri ke markas pasukan kerajaan champa/Vietnam."
"Kira kira kita mau tahlukkan perusuh dari markas yang mana dulu..?"
tanya Fei Yang sambil menunggu keputusan pangeran Zhao.
Fei Yang tidak mau memutuskan, karena dia hanya pendamping, masalah ini bukan urusan dirinya.
Dia terlibat karena ingin membalas Budi, memenuhi janjinya menemani Wei Wen berpetualang.
Setelah berpikir sesaat Zhao Heng pun berkata,
"Menangkap ular harus menangkap kepala nya, kita mulai dari sini saja.."
Zhao Heng menunjuk kearah lingkaran markas kerajaan Pagan.
Fei Yang mengangguk, di dalam hati dia juga setuju dengan ide pangeran Zhao Heng.
Meski tidak memiliki kemampuan silat, kelihatannya Zhao Heng cukup menguasai strategi militer, batin Fei Yang.
Ketenangan ketelitian dan wibawanya, membuat Fei Yang diam diam mengaguminya.
Fei Yang diam diam membandingkan, antara Zhao Heng, Yuan Xi, Yuan Zuo, kesimpulan nya.
Bila yang berkuasa kelak adalah Yuan Xi. maka kerajaan tidak akan bertahan lama.
Bila Yuan Zuo, maka Tay Li, Champa, Pagan, Bhutan di Tibet, Xi Xia di barat Khitan di Liao Dong musti hati hati dan waspada.
Bila Zhao Heng, maka semua mungkin akan berjalan lebih harmonis, yang jelas kerajaan Song tetap akan jadi yang terkuat di antara semua nya.
Tapi semua tergantung takdir, tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi kelak.
batin Fei Yang.
Sesuai keputusan Zhao Heng mereka melanjutkan perjalanan menuju hutan sebelah selatan, sesuai peta petunjuk dari Junta.
Baru saja mereka mulai memasuki hutan sebelah selatan.
Dari balik hutan yang rimbun gelap langsung terdengar suara Auman dahsyat yang menggetarkan.
Fei Yang bersikap tenang menatap tajam kearah depan.
Zhao Heng berdiri di belakang Fei Yang langsung mencabut golok di pinggangnya, bersiap melindungi adiknya .
Tak lama berselang suara Auman semakin mendekat, dari balik rerimbunan hutan muncul seekor harimau hitam berukuran sebesar kerbau.
Ini adalah ukuran yang sedikit tidak normal dari ukuran harimau pada umumnya, yang hanya sebesar anak sapi.
__ADS_1
Tapi meski berukuran besar, harimau ini terlihat sangat gesit gerakannya.
Sambil menggereng berulang kali, kucing besar itu berjalan mendekati kearah Fei Yang dengan sikap penuh ancaman.
Fei Yang hanya berdiri diam, menunggu dengan tenang reaksi dari kucing besar tersebut.
Setelah mengambil ancang ancang kucing besar itu langsung terbang menerkam kearah Fei Yang dengan ganas.
Begitu kucing besar itu melompat ribuan energi pedang langsung Fei Yang lepaskan menyambut kucing besar itu.
Kucing besar tersebut langsung jatuh tersungkur di hadapan Fei Yang diam tak bergerak lagi.
Seluruh tubuhnya penuh lubang, darah mengucur dari lubang lubang di tubuhnya tanpa henti.
Tanpa memperhatikan kucing besar itu lagi, Fei Yang berjalan melewati nya begitu saja.
Zhao Heng dan Wei Wen menatap ngeri kearah binatang tersebut.
Zhao Heng menyarungkan kembali golok nya, lalu bergerak mengejar kearah langkah Fei Yang.
Wei Wen menyusul di belakang mereka.
Mereka bertiga terus bergerak menyusuri rimba yang hutannya sangat lebat, karena tertutup oleh pohon pohon besar yang mungkin berusia ribuan tahun.
Ditengah rimba yang lebat mereka menemukan sebuah tempat yang luas sepi dan tenang.
Tidak terlihat ada satupun binatang yang melintas di tempat tersebut.
Sekilas dari jauh mereka seperti melihat tumpukan emas yang mengeluarkan cahaya berkilauan.
Daerah ditengah hutan yang terbuka ini tanpa ada pohon atau pun tumbuhan yang hidup di sana.
Membuat sinar matahari sore bebas menyinari tempat tersebut.
Wei Wen yang sangat tertarik dengan pemandangan aneh di sana, segera bergerak maju untuk melihat lebih dekat gundukan tanah itu.
Dia bahkan mengulurkan tangannya menepuk-nepuk gundukan tersebut yang mengeluarkan suara .
Tung,..Tung,..Tung,..Tung,..Tung,..!"
Dengan senang dan penuh semangat dia memukul kesana kemari sehingga menimbulkan irama sedang menabuh genderang.
Fei Yang tadinya ingin mencegahnya, tapi melihat gadis itu terlihat menari nari dengan gembira, sambil bernyanyi nyanyi dengan suaranya yang memang sangat merdu.
Fei Yang pun tidak jadi melarang nya, karena tidak ingin merusak kesenangan gadis tersebut.
Sepanjang perjalanan ini selalu menegangkan, sesekali biarkan dia merasakan kesenangan untuk meredakan stress, itu juga bukan merupakan sesuatu yang tidak bagus.
__ADS_1
Meski ikut menikmati suasana riang gembira yang di tularkan oleh Wei Wen, Fei Yang tidak pernah menurunkan kewaspadaan nya.
Akhirnya yang sempat Fei Yang khawatirkan pun muncul.
Dari gundukan itu mulai keluar semut semut berwarna emas yang jumlahnya sangat banyak.
Melihat hal itu dengan sigap, Fei Yang muncul di tengah tengah areal tersebut melempar Wei Wen keluar dari areal tersebut, mendarat tempat di samping Zhao Heng.
"Kakak Zhao bawa Wei Wen mundur jauhi tempat ini.."
teriak Fei Yang.
Sebelum dia sendiri melepaskan energi api dan es, untuk melindungi dirinya dari terjangan semut semut, yang jumlah nya sangat banyak tak terhitung lagi.
Semut semut emas ini sedikit berbeda dari semut biasa yang takut api dan es.
Semut ini tidak terlihat takut sama sekali, mereka mampu bertahan dari hawa beku dan hawa panas yang mampu menghanguskan apapun.
Mereka menembus pertahanan Fei Yang dan hendak merayapi tubuh Fei Yang.
Fei Yang yang terkepung di tengah tengah areal sarang semut tersebut, mencoba terbang keatas menghindari kejaran semut semut unik itu.
Tapi semut semut itu dengan unik ikut terbang keatas mengejar nya bagaikan jutaan laron berwarna keemasan.
Melihat hal ini Fei Yang pun berputaran membentuk angin pusaran badai tornado.
Menggulung jutaan semut yang mengepungnya di udara ikut terseret kedalam arus pusaran yang sangat kuat.
Dan terus naik keatas, di ketinggian tertentu Fei Yang baru meledakkan pusaran tersebut.
"Boommm,.."
Jutaan semut berhamburan kesegala arah, jatuh berhamburan keatas tanah dalam kondisi tewas semuanya.
Tidak sampai di sana Fei Yang masih melepaskan ratusan sambar petir dari udara menghantam gundukan sarang semut yang ada di bawah sana.
Duarrr,..Duarrr,..Duarrr,..Duarrr,..
Duarrr,..!!"
Terjadi ledakan di mana mana, semua gundukan tanah pecah berhamburan.
Jutaan semut besar kecil yang bersembunyi di sarangnya, tewas berhamburan terkena kekuatan ledakan petir alam semesta tanpa batas.
Setelah debu pasir batu dan tanah yang berhamburan hilang terbawa angin, pemandangan di bawah sana sudah terlihat jelas.
Semua kembali tenang, Fei Yang baru melayang turun dari udara mendarat di tengah tengah areal tersebut.
__ADS_1
Fei Yang menyapukan pandangannya, dia melihat sejauh mata memandang hanya ada tumpukan mayat semut emas, Fei Yang pun menghela nafas lega.
Tapi baru saja dia menghela nafas lega, tanah tempat dia berpijak, tiba-tiba mengalami guncangan hebat.