
Kim Hong Kim Sin dan Kim Lan yang menghadapi kepungan pasukan kerajaan Yuan, yang di pimpin oleh 7 orang komandan pasukan, sambil terus menerus di serang dari berbagai penjuru, dengan anak panah yang datang bagaikan hujan.
Mereka terlihat sangat kerepotan, tidak mampu lagi membalas menyerang.
Mereka hanya bisa memutar pedang mereka, untuk melindungi diri, sambil terus bergerak mundur.
Pasukan panah kerajaan Yuan sangat terkenal, karena mereka hampir sebagian besar basic pekerjaan sehari harinya adalah pemburu.
Memanah dan berkuda, adalah syarat mutlak kemampuan mereka sebagai orang Mongolia.
Kim Hong yang paling lemah diantara mereka bertiga, paling pertama merasakan anak panah yang lolos dari penjagaan nya.
"Creebbbb..!"
"Aihhh,..!"
jerit Kim Hong sambil menahan nyeri.
Sebatang anak panah berhasil lolos dan menancap tepat di betis kakinya, dengan sedikit terpincang pincang Kim Hong melanjutkan memberikan perlawanan.
Melihat keadaan Kim Hong, Kim Lan dan Kim Sin buru buru memberikan tebaskan mematikan yang mendesak mundur para pengepungnya.
Mereka berdua buru buru bergerak mendekati Kim Hong, membantunya.
Memanfaatkan perlindungan kedua kakak seperguruannya, Kim Hong buru buru mematahkan sebagian anak panah yang menancap di betisnya.
Agar bisa lebih leluasa bergerak, untuk memberikan perlawanan lebih lanjut.
Di tempat lain Yang Sing, Yang Song dari Thian San Pai, setelah terus menerus mengerahkan energi pedang menghabisi lawan yang tidak ada habis habisnya.
Mereka mulai terlihat kehabisan tenaga, mereka kini hanya bisa memutar pedang secara manual melindungi diri dari kepungan.
Mereka tidak lagi mampu memberikan serangan balasan, semakin lama putaran pedang mereka juga semakin lemah.
Akhirnya Yang Sing yang pertama terkena anak panah di lengannya yang memegang pedang.
"Creebbbb,..!"
"Trangggg..!"
Pedang di tangan Yang Sing terlepas dari cekalan tangannya.
Terlihat darah bercucuran membasahi tangan Yang Sing yang tertembus oleh anak panah.
Begitu pedang terlepas dari pegangan tangannya, dari 4 arah tombak langsung datang menerjang kearahnya.
Yang Song melihat keadaan saudaranya, buru buru bergerak menangkis tombak yang datang dari empat arah.
"Trangggg..! Trangggg..! Trangggg..! Trangggg..!"
"Creebbbb...!"
__ADS_1
"Creebbbb...!"
Akibat terburu buru menyelamatkan Yang Sing, meski semua tombak berhasil dia patahkan serangannya.
Tapi Yang Song sendiri leher dan punggungnya tertembus anak panah.
Luka paling parah ada luka di bagian leher yang menyemburkan darah bagaikan keran bocor.
Tubuh Yang Song langsung terjengkang kebelakang berkelenjotan diatas tanah seperti ayam habis di potong.
"Kakak..!"
teriak Yang Sing histeris, langsung maju untuk mendekati tubuh Yang Song yang sedang berkelenjotan diatas tanah.
Tapi sebelum Yang Sing berhasil, tubuhnya telah tertahan oleh dua batang tombak yang menembus perutnya.
Sebelum Yang Sing sempat melakukan sesuatu, sebatang pedang bengkok milik salah satu komandan pasukan Yuan, berkelebat melewati lehernya.
Kepala Yang Song langsung jatuh menggelinding di atas tanah.
Dengan demikian berakhirlah sudah perlawanan dari arena pertempuran Yang Sing dan Yang Song.
Keduanya telah gugur dengan gagah berani membela kebenaran.
Di tempat lain Song Ceng Su yang berjuang bersama beberapa saudara seperguruannya, juga mengalami nasib kurang lebih sama buruknya.
Song Ceng Su hanya bisa memutar pedangnya melindungi diri, sambil menyaksikan satu persatu saudara seperguruannya gugur, dengan tubuh tertembus anak panah, yang di lepaskan oleh pasukan kerajaan Yuan.
Setelah saudara saudara nya habis, tinggallah Song Ceng Su seorang diri yang dengan hati hancur lebur.
Song Ceng Su bisa mempertahankan kondisi staminanya, tenaganya tidak terlalu terkuras seperti Yang Song dan Yang Sing.
Ini karena Tai Chi Cien Fa nya, lebih banyak meminjam tenaga lawan, mencari titik lemah.
Kemudian melakukan serangan balik, hanya saja sebagai manusia yang terbuat dari darah daging, tenaganya tetap ada batasnya.
Di kepung oleh begitu banyak orang, yang menggunakan tombak panjang, sambil berlindung di balik tameng.
Setelah sempat bertahan mati matian, akhirnya Song Cheng Su mulai terluka di sana sini.
Darah yang terus mengalir dari lukanya membuat konsentrasi dan daya tahan tubuh nya drop dengan cepat.
Beberapa batang anak panah yang menembus paha dan punggung nya.
Membuat perlawanan nya, tiba di ujung batas.
Song Ceng Su yang masih memberikan perlawanan sambil bertekuk lutut.
Akhirnya kepalanya terkena hantaman perisai pengepungnya, pandangan matanya langsung menjadi gelap.
Tubuhnya yang tumbang tergeletak di atas tanah, langsung menjadi sasaran hujan senjata pasukan pengepung hingga berubah menjadi cacahan potongan daging.
__ADS_1
Song Ceng Su sendiri sudah tidak merasakan nya lagi, karena roh tubuhnya telah pergi untuk selama lamanya.
Dengan demikian perlawanan di pihak Wu Tang hanya tersisa ketuanya Song Wan saja.
Di tempat terpisah lainnya Thian Ming, adik seperguruannya Ti Hu , Ye Hong, Ye Ying kedua wakil perguruan Hua San Pai.
Mereka memimpin seluruh murid Hua San Pai, yang mencapai hampir 500 orang, maju menerjang kearah pasukan elite Kerajaan Yuan.
Pasukan kerajaan Yuan sendiri terlihat sudah mengepung seluruh tempat itu, dengan tameng dan senjata tombak panjang di tangan kanan kiri mereka.
Mereka berderap membentuk barisan berlapis lapis, saling mendukung dan saling melindungi.
Seberapa dahsyat murid Hua San Pai dan pimpinan andalan mereka menyerang.
Pasukan elite itu akan menggunakan tamengnya untuk melakukan tangkisan, lalu membalas menyerang dengan tusukan tombak panjang mereka secara berkelompok.
Sedangkan pasukan pemanah yang bersembunyi di tempat tinggi dan terlindung.
Mereka terus melepaskan anak panah menyerang murid murid pihak Hua San Pai.
Korban mulai berjatuhan dari pihak Hoa San Pai, karena mereka tidak terbiasa berperang secara berkelompok.
Masing masing mengandalkan ilmu bela diri dari kemampuan mereka sendiri sendiri.
Sehingga mereka sangat rentan di hancurkan oleh pasukan kerajaan Yuan yang terlatih berperang dalam kelompok.
Bertahan dan menyerang secara bergantian, sangat teratur dan rapi dalam formasi formasi, mengikuti arahan komandan pasukan mereka.
Anak panah yang menghujani murid murid Hoa San Pai, juga memilki peran penting mengacaukan pertahanan murid murid Hua San Pai.
Melihat hal ini, Ye Ying Ye Hong, di ikuti oleh Thian Ming dan Ti Hu, mereka menerjang ganas dengan putaran pedang di tangan mereka.
Berusaha membuka kepungan dan pertahanan pasukan kerajaan Yuan.
Dengan kompak mereka berempat berdiri sejajar, lalu melepaskan serangan pembuka.
"Zhong Jue Shi..!"
( Serangan jurus tengah..)
Empat berkas cahaya putih melesat menerjang kearah barisan pasukan kerajaan Yuan.
"Brakkkk..! Brakkkk..! Brakkkk..!"
"Brakkkk..!"
Hawa pedang yang melewati barisan pasukan tameng, membuat tameng pasukan kerajaan Yuan pecah berantakan.
Pasukan kerajaan Yuan, yang tadinya berada dalam posisi rapi, jadi di buat porak poranda oleh terjangan energi pedang, yang di lepaskan oleh keempat orang itu.
Sebelum pasukan kerajaan Yuan berbenah, keempat orang itu sudah melanjutkan dengan jurus kedua yang berkesinambungan tanpa henti.
__ADS_1
"Po Jian Shi..!"
( Sikap menahlukkan pedang..)