PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PESERTA LAIN


__ADS_3

Pai Wang bangkit berdiri dengan wajah sebentar merah sebentar pucat.


Setelah menghela nafas panjang, dan menyapukan pandangannya kesemua orang.


Lalu dia mengangkat tangannya, memberi hormat keempat penjuru dan berkata,


"Hari ini aku Pai Wang mewakili Qing Hai Pai meminta maaf ke semua nya .!"


"Berhubung perwakilan pihak kami, murid ku Hung Ping Chi kurang beruntung.!"


"Dalam perjalanan kemari, karena kutang berhati-hati dia di celakai orang tak di kenal.!"


"Sedangkan putri ku Pai Xue Xue sedang hamil muda, dia juga tidak mungkin ikut serta..!"


"Untuk itu aku Pai Wang dan Qing Hai Pai sekali lagi meminta maaf dan memohon pengertian dari semua yang hadir..!"


"Untuk acara sekali ini, kami pihak Qing Hai Pai dengan terpaksa harus membatalkan kepesertaan kami..!"


"Mohon pengertiannya,.. terimakasih..!"


ucap Pai Wang sambil memberi hormat kesemua orang dengan kepala tertunduk malu.


Para penonton dan pendukung, terutama dari kalangan bebas, mereka secara spontan.


Langsung pada bereaksi, mengeluh kecewa, bahkan ada yang menyorakinya dengan kata kata kurang sopan.


Tapi Pai Wang tak berdaya, selain mengajar tangannya keatas memberi hormat, hingga membungkukkan badannya dalam dalam.


Dia sudah tidak tahu harus berkata apa lagi.


Melihat keadaan gurunya yang kehilangan muka, juga nama baik perguruannya ikut di pertaruhkan sampai sejauh itu terpuruknya.


Nan Thian yang melihat hal itu, sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Bagaimana pun dan apapun yang pernah terjadi di masa lalu, antara dirinya, gurunya dan Siau Semei nya.


Dia tetap masih murid Qing Hai Pai, bagian dari Qing Hai Pai.


Budi besar belajar ilmu silat makan tidur, hingga dia di rawat selama cedera hingga bisa bergerak kembali.


Semua Budi besar itu, tidak mungkin Nan Thian bisa lupakan begitu saja.


Bagaimana pun alasan nya, Nan Thian tidak mungkin diam berpangku tangan.


Nan Thian langsung berdiri dari tempat duduknya, dia langsung melayang ringan melewati kepala para penonton di depan nya.


Dengan bersalto dua kali di udara, dengan ringan seperti sehelai kapas.


Nan Thian mendarat di tengah arena, tempat di sebelah Kim Hong.


Nan Thian sambil tersenyum mengangguk kecil kearah Kim Hong.

__ADS_1


Lalu dia melangkah maju menghadap kearah tenda keempat.


Nan Thian menjatuhkan diri berlutut di hadapan Pai Wang, dengan menundukkan kepalanya, dia mengangkat kedua tangannya keatas memberi hormat dan berkata dengan suara lantang


"Guru biarkanlah Nan Thian murid tidak berbakti dan berdosa ini, mewakili pihak Qing Hai Pai..!"


Pai Wang menatap kearah Nan Thian dengan penuh haru, sesaat dia terdiam di tempat.


Xue Xue juga menatap kearah Nan Thian dengan kaget, sepasang matanya menatap haru kearah Nan Thian.


Dengan perasaan yang sulit di katakan, bibirnya bergetar dan bergumam pelan,


"Nan Thian Se Siong,.. mengapa,..?"


Pai Wang akhirnya melayang ke tengah arena, dia langsung membangunkan Nan Thian.


Sambil berbisik pelan,


"Anak baik, ..anak baik..guru lah yang berdosa pada mu.."


"Maafkan lah guru mu."


Setelah membangunkan Nan Thian dan menepuk kedua pundak Nan Thian dengan hangat sambil tersenyum bangga.


Pai Wang langsung berbicara sebelum Nan Thian sempat berbantah.


Dengan suara lantang, Pai Wang berkata sambil menatap ke semua yang hadir dengan bangga.


"Aku dan pihak Qing Hai Pai menunjuk nya mewakili perguruan kami, turut meramaikan acara ini..!"


Tepuk tangan bergemuruh memenuhi seluruh tempat tersebut.


Semua orang bertepuk tangan dengan meriah menyambut ucapan Pai Wang, yang menyatakan pihak Qing Hai Pai akhirnya mengirim wakilnya untuk ikut serta.


Tidak jadi mundur dari acara yang sedang berlangsung, yang artinya mereka akan di suguhkan variasi pertandingan yang menarik.


Nan Thian kembali ke posisi di samping Kim Hong, dia mengangkat kedua tangan keatas dan menganggukkan kepalanya memberi hormat kepada Ye Sun selaku wasit pertandingan.


Ye Sun juga tersenyum lebar dan membalas penghormatan kearah Nan Thian.


Tapi tiba-tiba dari bangku kelompok tamu bebas, terlihat seorang pemuda tampan bangkit berdiri, dan berkata dengan suara lantang.


"Aku protes,..! Aku tidak setuju dia ikut serta,!"


"Dia jelas jelas datang dari datang dari kelompok tamu bebas,! lalu bagaimana dia bisa mewakili tamu kelompok tenda keempat..!"


"Tidak bisa begitu, kecuali kamu dari kelompok bebas di ijinkan untuk maju dan ikut serta meramaikan acara..!"


Suara lantang pemuda itu, awalnya mengejutkan dan menarik perhatian kelompok tamu bebas


Tapi sesaat kemudian mereka semua menyambut gembira, dan bertepuk tangan dengan sangat meriah.

__ADS_1


Ye Sun terlihat bingung dan sulit memutuskan, akhirnya dia menoleh kearah Ye Pu Cin, ketua Hua San Pai.


Ketika Hua San Pai menganggukkan kepalanya.


Ye Sun pun menjadi tenang, dia menyapukan pandangannya kearah pemuda tampan yang mendekati cantik itu.


Di katakan mendekati cantik karena wajah pemuda itu benar benar boleh di kategorikan, lebih mendekati ke cantik ketimbang tampan.


Sepasang alisnya panjang, hidungnya mancung tipis, mulutnya kecil imut dagunya pun runcing, seperti dagu wanita.


Ye Sun dengan tenang menatap pemuda itu dan berkata,


"Anak muda aku akan ijinkan kelompok bebas untuk maju, tapi hanya terbatas 3 orang saja.."


"Menurut mu siapa yang layak maju mewakili kelompok bebas..?"


Pemuda itu tersenyum tenang dan berkata,


"Pertama tentu saja aku yang maju, mewakili.lembah kebebasan.."


"Sedangkan peserta kedua dan ketiga, itu terserah yang hadir, aku tidak ada hak menentukannya.."


Selesai berkata, dia juga mengikuti apa yang di lakukan oleh Nan Thian tadi.


melayang melewati atas kepala penonton bersalto dua kali di udara, kemudian mendarat ringan di tengah tengah arena, seperti sehelai kapas.


Di tempat tamu bebas sempat terjadi keributan kecil.


Sebelum akhirnya seorang pemuda bertubuh tinggi besar tidak memakai baju, hanya mengenakan dua tali kulit menyilang di depan dada.


Dia membawa sebatang pedang yang sangat besar dan lebar, yang di panggul nya di atas bahu.


Pedang itu terlihat sangat berat, bila bukan orang yang memilki tenaga sangat besar.


Jangankan menggunakan nya, untuk mengangkatnya pun rasanya akan sulit.


Orang ketiga adalah seorang pemuda bermuka pucat, seperti mayat hidup, tubuhnya kurus ceking.


Tapi gerakannya sangat cepat, baru berdiri, dia sudah hilang, lalu muncul muncul lagi.


Dia sudah berada di sisi pemuda cantik itu.


Sedangkan si tinggi besar yang memanggul pedang besar, dia terlihat berjalan dengan langkah lebar.


Tapi setiap kali kakinya melangkah, tanah yang di lewatinya, seperti di Landa gempa.


Kehadiran ketiga orang tambahan ini membuat suasana menjadi heboh dan sedikit lebih meriah.


Ye Sun menatap.kearah pemuda cantik itu dengan tatapan mata penuh selidik, dia berkata,


"Apa hubungan mu dengan Pai Su Seng..?"

__ADS_1


__ADS_2