
Li Dan tersenyum kecut sambil bangkit berdiri, tidak berkomentar apa-apa, dia hanya mengutuk Fei Yang dalam hati.
"Ya kamu cuma 3 tahun, sedangkan aku seumur hidup, tentu saja kamu masih bisa tertawa sesuka mu.."
"Belum lagi status Lan Yi, pasti kelak akan bermasalah bila akan di angkat jadi permaisuri.."
"Aku pasti akan di paksa cari permaisuri lain.."
pikir Li Dan bingung dan serba salah..
Fei Yang sambil tersenyum berkata,
"Kakak Dan, aku tahu jalan pikiran kakak Dan.."
"Kakak tak perlu bingung dan kecewa, nikmati saja.."
"Segera setelah aku naik tahta, aku akan beri kakak waktu tiga tahun untuk cuti.."
"Terserah kakak bebas ingin kemana, tapi ingat setelah waktu habis harus kembali ke Xi Xia jalani takdir mu.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum.
"Adik kamu serius, kamu tidak bohong untuk menyenangkan ku kan..!?"
tanya Li Dan penuh semangat.
Fei Yang memberi kode kepada Li Dan untuk stop bicara.
"Kak Dan ada yang sedang menuju kemari, masalah itu jadi rahasia kita, jangan bahas lagi.."
ucap Fei Yang pelan.
Li Dan mengangguk cepat, dia juga mendengar ada langkah kaki banyak orang sedang mendatangi tempat itu.
Melihat siapa yang datang dan berjalan paling depan, Li Dan sambil menahan tawa berkata,
"Ternyata calon adik ipar dan calon besan yang datang, mari mari sini, adik ku dari tadi sudah gak sabar menunggu nunggu kedatangan kalian.."
"Aduh,..!!"
teriak Li Dan sambil melompat lompat kesakitan dengan satu kaki.
"Adik yang kamu salah makan obat ya,..!?"
tegur Li Dan sambil meringis kesakitan.
Fei Yang dengan wajah dingin berkata,
"Siapa suruh banyak mulut.?"
"Aku memang salah makan obat, obat yang kamu lontarkan itu obat masalah.."
tegur Fei Yang lewat pesan suara ke Li Dan.
__ADS_1
Fei Yang tadi sangat terkejut mendengar Li Dan yang biasanya selalu serius, bisa mengeluarkan candaan tidak jelas seperti itu.
Dengan kesal dia injak kaki Li Dan hingga melesak kedalam tanah.
Tentu saja sakit nya tidak main main, bila bukan Li Dan juga menguasai tehnik Im Yang Sen Kung dari istrinya, kakinya pasti rusak parah.
Fei Yang sadar Li Dan tidak bakal cedera, dia hanya ingin memberinya pelajaran saja.
Setelah berpikir bolak balik Fei Yang pun paham, Li Dan bereaksi aneh pasti karena masalah penujukan dirinya, sebagai pengganti posisi Fei Yang kelak.
Fei Yang awalnya sedikit heran, tapi setelah di pikir pikir, dia pun paham.
Li Dan tidak tertarik jabatan itu pasti ada hubungannya dengan Lan Yi.
Bila menjadi raja posisi permaisuri harus ada yang isi, sedangkan Lan Yi, yang pernah bekerja di Paviliun bunga bersemi.
Begitu banyak pejabat yang pernah mendapatkan pelayanan jasa nya, dari reputasi nya, jelas tidak mungkin bisa mengisi posisi tersebut.
Pasti hal inilah yang membuat Li Dan berada di posisi serba salah, tapi kini di Xi Xia selain dirinya dan Li Dan sudah tidak ada kandidat lain, yang lebih tepat untuk mengisi posisi itu.
Tanggapan berbeda justru datang dari Sian Sian, mendengar ucapan Li Dan.
Wajah Sian Sian langsung merah, tapi dia tidak marah.
Justru sepasang matanya berseri seri, sambil tersenyum manis dia berkata,
"Kakak Dan jangan sembarangan bicara, Sian Sian belum ada rejeki seperti itu."
Tak lama kemudian menyusul datang di belakang Perdana menteri Li adalah Ibunya Li Dan, Pai Lan Yi dan adik angkat Li Dan Melani.
Beberapa saat setelah semuanya berkumpul dan mengobrol santai, rombongan besar yang di pimpin oleh Raja Li Yuan Ming Ratu Sabrina dan seluruh pejabat istana kerajaan Xi Xia pun tiba.
Setelah semua peserta acara prosesi sembahyang sudah hadir dengan lengkap.
Acara doa sembahyang yang di pimpin oleh beberapa imam pemuka agama di Xi Xia pun di mulai.
Saat acara tersebut sedang berlangsung seorang prajurit berlari dengan tergopoh gopoh dan wajah pucat langsung menghampiri Li Dan.
Setelah memberi hormat, dia melaporkan secara berbisik-bisik ketelinga Li Dan.
Mendengar laporan tersebut wajah Li Dan segera berubah berkerut kerut alis dan dahinya.
"Kamu yakin dengan laporan mu..?"
tanya Li Dan menatap prajurit itu mencari kepastian.
"Yakin panglima, informasi ini saya dapat langsung dari jendral bison, yang terluka parah dan sedang di rawat di barak militer ."
ucap prajurit itu penuh keyakinan.
Li Dan buru buru menghampiri perdana menteri Li dan Fei Yang, mendengar laporan Li Dan.
Perdana menteri Li Langsung mengusulkan, agar mereka berbicara di tempat terpisah dari rombongan, yang sedang melakukan acara doa.
__ADS_1
Di tempat yang agak terpisah mereka bertiga terlibat obrolan serius.
Setelah mendengar laporan dari Li Dan, Fei Yang terlihat mengerutkan alisnya berpikir.
Sesaat kemudian Fei Yang baru berkata,
"Perdana menteri Li, aku minta tolong pada mu, Pimpinlah semua orang yang ada di kota Yin Chuan ini.."
"Untuk sementara waktu secepatnya mengungsi ke kota Xing Ping di ujung perbatasan barat.."
"Semua harta benda angkut semua terutama ransum makanan dan air., kosongkan kota Yin Chuan.."
ucap Fei Yang.
Perdana menteri Li menatap Fei Yang dengan kaget.
"Pangeran yakin akan hal ini,? ini adalah pekerjaan yang sangat tidak mudah.."
Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,
"Untuk saat ini memang hanya bisa ambil jalan itu, bila ingin selamat tanpa banyak jatuh korban.."
"Biar jendral Guo Si dan Li Jue nanti ikut membantu paman Li.."
Fei Yang menoleh kearah Li Dan, "kakak Dan utus Jendral Watobi dan Toba Chen untuk memutus pasokan aliran air menuju kota Yin Chuan."
Mendengar keputusan Fei Yang, Li Dan terlihat kaget dan berkata,
"Adik Yang bila itu di lakukan Yin Chuan akan jadi kota mati,.. apakah Adik Yang yakin.."
Fei Yang menghela nafas sedih dan berkata,
"Tidak ada pilihan, musuh datang dengan 1 juta pasukan, sekarang Kan Zhou pun sudah jatuh ketangan mereka, aku hanya bisa gunakan cara ini.."
"Kakak Dan kamu dan kak Lan Yi harus siapkan patung jerami dan tanamkan peledak di seluruh pelosok kota Yin Chuan."
"Patung jerami itu harus berkesan seolah-olah, kota Yin Chuan masih ramai dan masih hidup kotanya."
"Setelah semuanya siap kamu pimpin pasukan untuk merebut kota Lan Zhou, ambil jalan memutar gunakan jalan kecil, jangan sampai bertemu dengan pasukan lawan."
"Baik,..siap di laksanakan.."
ucap Li Dan cepat
"Sekarang juga kita harus temui Agoda .."
"Siap,..tapi biar saya kabari Lan Yi bisa lebih cepat menyiapkan segala sesuatunya.."
ucap Li Dan cepat.
"Baiklah kak, kita ketemu di penjara kota saja kalau begitu.."
ucap Fei Yang.
__ADS_1