PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERTANYA PADA DUNIA,.. APA ITU CINTA..


__ADS_3

Zhou Lei terbatuk-batuk sulit melanjutkan kata-katanya,, dia kembali memumtahkan darah kearah pakaian Li Sian Sian.


"Yang.. tidak..bisa ku bayar saat ini... hanya bisa ku.. bayar di kehidupan berikutnya.."


ucap Zhou Lei sambil memaksakan diri untuk tersenyum sedih.


Tangan nya yang bergerak ingin menyentuh wajah Li Sian Sian terkulai lemas kebawah, sebelum berhasil melaksanakan niatnya.


Begitu pula dengan kepala nya yang ikut terkulai kedada Kekasihnya.


Li Sian Sian tanpa menghiraukan wajah dan pakaiannya yang berlepotan darah, dia memeluk tubuh Zhou Lei dengan erat sambil bercucuran air mata.


Li Sian Sian mengigit bibir nya sendiri erat-erat, sambil berusaha menahan suara tangisannya. terdengar keluar.


Dia memilih menangis dalam diam, sesaat kemudian dia meletakkan tubuh Zhou Lei di atas tanah, dengan berat hati dia berkata,


"Selamat jalan Zhou Sexiong, tunggulah aku.."


Lalu tubuh Li Sian Sian, sambil berteriak nyaring, dia berkelebat kearah Xu Da, yang sedang di hadang oleh Du Gu Meng Cu.


Du Gu Meng Cu sebisanya menghalangi Xu Da, untuk menyerang Li Sian Sian yang sedang bersedih dan tidak siap.


Tubuh Li Sian Sian lenyap bagaikan kabut asap, hanya terdengar suara teriakan nya saja, orang nya sama sekali tidak terlihat.


"Xu Da serahkan nyawa mu,..!"


ucap Li Sian Sian sambil memberikan serangan kearah Xu Da dari berbagai arah.


"Satu nyawa bayar satu nyawa..!"


ucap Li Sian Sian tanpa mengendorkan serangannya.


Tubuhnya berubah menjadi puluhan bayangan, yang terus melakukan serangan keseluruh tubuh Xu Da.


"Hari ini bila kamu tidak mampus, aku lah yang musnah..!"


Teriak Li Sian Sian,.. sambil menggetarkan pedangnya, membentuk diagram formasi kuno.


Dengan bagian tengah berbentuk bunga teratai, yang di kelilingi huruf huruf kuno.


Pedang di tangan Li Sian Sian membentuk puluhan bayangan pedang dan lingkaran formasi diagram kuno bergerak menyerang Xu Da, dari atas menuju kebawah.


Lalu di Kuti puluhan bayangan dirinya, yang juga melakukan hal yang sama dari berbagai arah.


Kedatangan Li Sian Sian membuat Du Gu Meng Cu, bisa sedikit bernafas lega.


Du Gu Meng Cu buru buru menghimpun hawa sekitar, untuk sedikit membantu memulihkan kekuatannya yang terkuras.

__ADS_1


Setelah kekuatan nya terkumpul, Du Gu Meng Cu langsung merubah dirinya menjadi sebatang pedang besar.


Tubuhnya menyatu dengan bayangan pedang besar tersebut, meluncur kearah Xu Da, dia menyusul di belakang serangan yang sedang di lancarkan oleh Li Sian Sian.


Tubuh Du Gu Meng Cu yang menyatu dengan bayangan pedang besar, di belakangnya juga membawa ribuan energi pedang kecil, yang dia ciptakan untuk membantu serangan terakhirnya.


Xu Da dengan santai membentuk perisa api melindungi seluruh tubuhnya.


Kemudian dengan telapak tangan terbuka, dia menyambut serangan pedang Li Sian Sian yang datang dari atas.


Dia membuat pusaran, sehingga semua bayangan pedang Li Sian Sian berikut diagram kuno, yang tercipta semuanya sirna, hanya tersisa pedang utama dari sebuah diagram kuno raksasa berbentuk bunga teratai saja.


Saat Diagram kuno tersebut bertemu cakar Xu Da, yang di selimuti cahaya api.


Diagram kuno berbentuk bunga teratai, pecah hancur berantakan.


Tangan Xu Da yang berbentuk cakar menerobos masuk.


Pedang lembut itu di cengkram oleh telapak tangan Xu Da, kemudian dia memutar lengannya, sehingga seluruh badan pedang lentur itu melilit lengannya.


Dengan sekali hentakan energi Iblis api neraka, sebuah bola cahaya matahari meledak, meluluh lantakkan pedang lentur yang melilit lengannya.


Tangan Xu Da tidak berhenti di sana, dia terus meluncur menghantam tangan Li Sian Sian yang sedang memegang gangang pedang.


Benturan itu meledakkan lengan Li Sian Sian yang memegang pedang.


Sedangkan sisa tangan yang satu lagi, di gunakan untuk mencengkram kearah jantung Xu Da.


Xu Da hanya tersenyum dingin, menanggapi serangan balasan Li Sian Sian, dengan menghentakkan energi yang melindungi tubuhnya.


Dia berhasil mematahkan semua serangan Li Sian Sian, membuat rambut Li Sian Sian terbakar,. dan serangan cengkraman tangan Li Sian Sian terpental.


Du Gu Meng Cu yang berubah menjadi cahaya bayangan pedang datang memberikan serangan susulan, juga ikut tertahan di udara.


Xu Da melepaskan dua bola energi matahari raksasa satu terarah ke Du Gu Meng Cu.


Satu lagi terarah ke Li Sian Sian yang sedang dalam posisi terpental kebelakang.


Du Gu Meng Cu meski terpental mundur, dan sebagian energi pedangnya terdorong mundur menjauh.


Tapi dia masih berhasil menyelamatkan diri.


Berbeda dengan Li Sian Sian yang tidak lagi sempat menghindar.


Dia hanya bisa membentuk sebuah Diagram pelindung berwarna merah muda.


Tapi saat bertemu bola cahaya, diagram pelindung itu kalah kuat,

__ADS_1


sehingga langsung hancur tak bersisa.


Bola cahaya matahari menerobos masuk, langsung menembus tubuh Li Sian Sian, yang terpental.


Li Sian Sian jatuh bergulingan diatas tanah, tubuhnya baru berhenti berguling saat tertahan oleh Tubuh Zhou Lei, yang telah menjadi mayat.


Li Sian Sian berusaha bangun tapi lukanya terlalu parah, dia tidak sanggup untuk bangun, sambil merangkak dia meraih tangan Zhou Lei, dan berkata.


"Zhou Sexiong,.. aku datang menyusul mu..kita akan kembali bersama dan tidak..akan berpisah lagi ."


Tubuhnya kemudian jatuh tertelungkup di atas dada Zhou Lei yang diam tak bergerak.


Darah menggenang di sekitar mayat kedua orang itu.


Du Gu Meng Cu menatap kearah Li Sian Sian, sambil menghela nafas panjang lalu dia berkata,


"Bertanya pada dunia,..apa itu cinta..!?"


Di saat bersamaan tubuhnya kembali melesat kearah Xu Da mengulangi serangan nya tadi yang gagal.


Melihat Du Gu Meng Cu menyerangnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, seperti ingin mengadu nyawa.


Xu Da merubah tubuhnya menjadi 4 bayangan, masing-masing memainkan satu jurus kemudian menyatu ke tubuh asalnya.


Tubuh Xu Da melayang keatas di kelilingi oleh api yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Lalu dengan teriakan keras, dia melontarkan sebuah bola energi raksasa menyambut kedatangan serangan Du Gu Meng Cu.


Saat kedua kekuatan bertemu di udara, bayangan pedang besar retak retak, kemudian hancur pecah berkeping-keping.


Begitu juga dengan tubuh Du Gu Meng Cu, tubuhnya ikut meledak hancur menjadi embun merah, yang menyelimuti seluruh area pertarungan.


Bayangan energi pedang yang dilepaskan oleh Du Gu Meng Cu, ikut sirna, seiring dengan tewasnya Du Gu Meng Cu.


Xu Da setelah membereskan kedua lawannya, dia segera menghampiri Xuan Ming dan Xuan Hei.


Memberikan mereka bantuan pengobatan, begitu mendapatkan bantuan Xu Da, Xuan Ming dan Xuan Hei dalam waktu singkat sudah kembali pulih


Dengan pulihnya kedua penasehat itu, mereka langsung menerjang kearah 5 ketua aliran besar yang sedang sibuk menghadapi 7 tetua Hei Mo Pang.


Dengan datangnya bala bantuan dari Xuan Hei dan Xuan Ming.


Ke 5 ketua itu langsung tidak berkutik, karena mendapatkan tekanan berat dari Diagram kuno yang di lepaskan oleh Xuan Ming.dan Xuan Hei di atas kepala mereka.


Di saat mereka tertekan itulah, Xuan Ming melepaskan 14 batang panah energi yang langsung menembus jantung ke 14 orang itu.


Saking cepatnya, ke 14 orang itu langsung roboh jatuh terkapar di atas tanah, tanpa sempat tahu, siapa yang menghabisi mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2