PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
DI SERANG ENERGI PEDANG PELANGI


__ADS_3

Sepasang mata Nan Thian saat terbuka kini bersinar tajam, tidak kalah dengan sepasang mata Naga Emas, maupun mata kera emas yang tempo hari di jumpai di arena pertarungan dewa air.


Nan Thian dengan tenang menoleh kearah Kim Kim, yang sedang tertidur pulas sambil meringkuk dengan tubuh miring.


Nan Thian pernah melihat ada selimut kulit harimau di dalam cincin penyimpanan pamannya.


Dia mengeluarkannya, untuk menyelimuti Kim Kim.


Lalu dia sendiri mengambil posisi duduk bersandar di salah satu tiang.


Nan Thian duduk termenung menatap langit, yang mulai berubah warna dari merah menjadi gelap.


Perlahan-lahan bintang dan bulan mulai bermunculan menghias angkasa.


"Zi Zi Sun Er Siu Lian, Siau Yen, Siau Hei entah bagaimana nasib kalian setelah sekian lama berpisah.."


"Maafkan aku yang telah gagal, menjaga dan melindungi kalian dengan baik."


"Semoga saja, kalian semua dalam keadaan baik baik.."


Nan Thian terlihat sangat menyesal, saat terkenang teman teman nya itu.


"Hung Ping Chi sebaiknya kau perlakukan Siau Se Mei ku dengan baik.."


"Bila tidak, aku tidak akan pernah mengampuni mu.."


ucap Nan Thian dengan sepasang mata berkilat marah.


Nan Thian sudah memutuskan, bila Hung Ping Chi bersikap baik dengan Xue Xue.


Demi Budi masa lalu dia, dengan gurunya dan Xue Xue, dia akan mengampuni Hung Ping Chi.


Dia hanya hanya akan menuntut balas ke Qi Lian Lao Koai saja, juga dengan orang orang pangeran Tolui.


Saat teringat putri cantik Mongolia Ye Se Bu Hua.


Nan Thian jadi teringat bagaimana di pertemuan terakhirnya, dia membuat gadis sombong itu terjatuh dari kursi patah.


Tanpa sadar Nan Thian tersenyum senyum sendiri..


Sesaat kemudian Nan Thian kembali menoleh kearah Kim Kim yang sedang tidur.


Melihat Kim Kim menggaruk-garuk sana sini sambil menepuk wajah dan tangan nya sendiri.


Nan Thian buru buru mengumpulkan kayu di sekitar sana menumpuknya.


Dengan satu kali kibas, tumpukan kayu itu langsung berubah menjadi ai yang menyala nyala.


Nan Thian diam diam kagum dengan kekuatan barunya, padahal dia barusan ini menggunakan tidak sampai 1% kekuatan nya.


Sungguh Hawa api es surgawi memilki kekuatan yang bisa menghancurkan alam semesta, pikir Nan Thian dalam hati.


Nan Thian terus menatap kearah api unggun hingga akhirnya tanpa di sadari dia tertidur melengut bersandaran di tiang penyangga pondok sederhana.

__ADS_1


Tidak tahu berapa lama keduanya tertidur, mereka berdua terlonjak bangun.


Di kagetkan dengan suara menggelegar di tengah pulau, seperti suara petir langit yang menyambar kebawah.


"Duaarrr..!" Duaarrr..!" Duaarrr..!"


"Booommm..!"


"Brakkkk..!"


Nan Thian dan Kim Kim saling pandang dalam posisi siaga penuh.


"Apa yang terjadi kak..?"


tanya Kim Kim heran.


Nan Thian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ayo kita pergi lihat, apa yang terjadi di sana..?"


Kim Kim mengangguk, lalu dia segera melesat meninggalkan pondok kembali kebentuk asal nya.


Nan Thian sendiri buru buru menyimpan selimut kulit harimau kedalam cincinnya.


Setelah itu, dia langsung melesat mengejar kearah Kim Kim.


Sesaat kemudian terlihat Kim Kim sudah membawa Nan Thian bergerak melewati pembatas tebing yang porak poranda.


Pepohonan juga banyak yang terlihat bertumbangan.


Kilauan itu seperti cahaya pelangi yang melesat kesana kemari.


"Apa ini pulau pelangi ?" batin Nan Thian,


"Ahh tidak mungkin.."


Bantah Nan Thian sendirian.


Sesaat kemudian Kim Kim sudah tiba di sebuah lokasi, lokasi yang tadinya tertutup oleh rerimbunan pohon, kini terlihat jelas, karena pohon pohon disekitar sana sudah bertumbangan.


Terkena pancaran cahaya pelangi yang berasal dari dua sosok yang sedang bertanding seru.


Di sebuah lapangan yang mirip arena pertandingan, dengan makam makam kuno di bangun di sekitarnya, lengkap dengan patung patung mahluk mahluk aneh.


Lebih mirip iblis daripada manusia, juga banyak diantaranya patung setengah hewan legenda setengah manusia.


Seperti patung tubuh manusia kepala Anjing tapi memilki sayap dan cakar mirip kelelawar.


Juga ada patung kepala naga tubuh manusia ekor ular.


Dan masih banyak lagi patung patung mahluk aneh yang lainnya.


Saat Nan Thian kembali memperhatikan kearah dua sosok, yang sedang saling serang di tengah tengah arena makam dan patung patung aneh.

__ADS_1


"Booommm..!"


Tiba tiba terdengar ledakan dahsyat, hingga lantai di sekitar arena retak retak, debu pasir batu berhamburan keudara menutupi pandangan.


Hanya terlihat sesosok tubuh kecil langsing, terpental keluar dari balik kabut asap.


Nan Thian yang tidak ingin Kim Kim di tabrak oleh tubuh yang muncul tiba tiba dari balik kabut asap.


Dia segera menghilang dari punggung Kim Kim, dengan energi pancawarna yang lembut, Nan Thian menyambut bagian punggung sosok langsing itu.


Saat berada di dalam pelukannya, Nan Thian baru menyadari ternyata sosok itu adalah seorang gadis muda yang sangat cantik.


Sosok itu sendiri sangat kaget, saat merasa tubuhnya di sambut lembut oleh seseorang.


Sepasang mata nya yang sangat indah menatap kearah wajah Nan Thian dengan kaget.


Sebelum akhirnya sepasang matanya tertutup rapat, dan tubuhnya terkulai lemah dalam pelukan Nan Thian.


Nan Thian belum sempat menanyakan siapa gadis itu,? mengapa bisa bertempur dengan sosok satunya lagi.?"


Apa permasalahan mereka, ?


Kini gadis yang sangat cantik, dengan sepasang matanya yang sangat indah dan menawan.


Malah pingsan tidak sadarkan diri di dalam pelukannya.


Dengan sikap canggung Nan Thian, yang tahu gadis itu telah terluka dalam, akibat guncangan keras pada organ penting di dalam tubuhnya.


Dia hanya bisa menggendong gadis, yang terkulai lemah di dalam pelukannya itu.


Mendarat ringan di atas salah satu patung raksasa berwajah iblis, bertubuh manusia, yang berdiri di pinggir arena.


Baru saja Nan Thian mendarat di sana, dari arah kepulan asap melesat keluar seberkas sinar energi pedang pelangi menerjang kearah Nan Thian.


Nan Thian menggunakan ilmu terbang bebas diudara tanpa bayangan.


Tubuhnya menghilang dari atas kepala patung iblis itu.


"Blaaaarrr...!"


Kepala patung iblis raksasa hancur berantakan,.saat di lewati oleh Energi Pedang pelangi yang berasal dari balik kabut.


Nan Thian berhasil menghindari serangan tersebut dan sudah kembali mendarat di atas kepala patung yang lain nya.


Tapi lagi lagi energi pedang pelangi melesat menyerangnya dari balik kabut.


Berulang kali serangan datang, meledakkan kepala patung raksasa tempat Nan Thian singgah.


Tapi Nan Thian selalu menghindar, dia tidak ada niat untuk melakukan serangan balasan.


Nan Thian sengaja tidak membalas, karena dia tidak tahu duduk permasalahan.


Jadi dia memilih untuk tidak ikut campur, sebelum mengetahui dengan jelas duduk perkaranya.

__ADS_1


Saat ini yang bisa dia lakukan adalah secepatnya menolong gadis yang sedang terluka itu.


__ADS_2