PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENJINAKKAN SERIGALA HITAM


__ADS_3

Nan Thian membantu Siau Yen bangun, lalu dia terbang kearah Sun er.


Untuk memastikan keadaan anak tersebut,


"Paman kecil kamu tidak apa-apa,..?"


"Aku tidak apa-apa kak, Zi Zi.fia di bawa serigala jahat itu.."


"Cepat tolong Zi Zi kak.."


ucap Li Sun khawatir.


"Baiklah, tapi kalian bertiga harus segera buat obor dan api unggun."


"Agar serigala lain tidak berani datang menganggu kalian, selagi aku tidak ada.."


ucap Nan Thian berpesan dengan serius.


Li Sun, Siau Yen dan Siu Lian yang berada di hadapan Nan Thian mengangguk cepat.


"Baiklah, jaga diri.."


ucap Nan Thian, lalu dia melesat cepat kearah menghilang nya Zi Zi tadi.


Nan Thian beterbangan dari pohon yang satu, ke pohon yang lain, dengan sangat cepat.


Akhirnya dari ketinggian, dia berhasil melihat kawanan serigala yang sedang berlari dengan sangat cepat, di bawah rerimbunan semak belukar.


Nan Thian mempercepat gerakan nya, tubuhnya beterbangan di udara dengan ringan.


Dari dahan pohon yang satu melayang ke dahan pohon yang lainnya.


Akhirnya dia berhasil menemukan keberadaan pimpinan kelompok serigala itu.


Serigala hitam yang sangat besar ukurannya itulah, yang menggondol Zi Zi sambil terus berlari dengan kecepatan tinggi.


Zi Zi terlihat terkulai lemas tidak bergerak lagi, dalam gigitan serigala itu.


Nan Thian bersyukur, serigala itu hanya mengigit kerah baju Zi Zi, sehingga Zi Zi tidak sampai terluka oleh gigitan bintang itu.


Nan Thian dengan gerakan sangat cepat sudah turun menghadang di depan serigala besar itu.


Nan Thian mengeluarkan raungan menggetarkan menggunakan Chi nya.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Sehingga kawanan serigala itu, banyak yang terguling, dan agak ciut nyali nya.


Kini hanya tersisa Raja Serigala Hitam, yang berdiri kokoh sambil terus menatap kearah Nan Thian.


Serigala Hitam itu melempar tubuh Zi Zi yang sedang tidak sadarkan diri kesamping.


"Grrrrrr...!'


Dia memamerkan taringnya yang panjang, sambil meng geram marah.


Dia tidak terlihat takut dengan raungan menggetarkan yang Nan Thian lepaskan.


Dia malah membalas dengan menggereng marah dan terus memamerkan gigi gigi taringnya yang runcing dan besar besar.


Dari dekat kini terlihat jelas, serigala ini ternyata ukurannya sangat menakjubkan.


Nan Thian belum pernah melihat seekor serigala sebesar ini, ukurannya hampir sama dengan seekor sapi jantan dewasa.


Serigala lainnya hanya menyalak nyalak sambil mundur mundur, mereka sedikit takut dan trauma dengan Nan Thian.

__ADS_1


Raja Serigala Hitam setelah menggereng beberapa kali, dia pun menerkam kearah Nan Thian dengan kecepatan luar biasa


Besarnya tubuh tidak menghalangi pergerakannya yang cepat dan gesit.


Nan Thian menghindar kesamping dengan gerakan ringan.


Sambil memberikan sebuah tendangan dari arah samping, terarah ke bawah telinga Serigala Hitam itu.


Bukkkk..!"


"Bressss...!"


Serigala Hitam itu terpental puluhan meter bergulingan di atas tanah.


Dengan menggoyang goyangkan kepalanya, mengusir rasa pusing.


Serigala Hitam itu kembali bangkit berdiri, dia terus menatap tajam kearah Nan Thian.


Dengan tatapan matanya yang penuh kemarahan, sambil terus menggereng marah.


Dia kembali menerjang kearah Nan Thian dengan ganas.


Cakar yang berkuku tajam dan taringnya yang besar siap merobek apapun.


Kini sepenuhnya di gunakan untuk menghadapi Nan Thian.


Tapi lagi lagi serigala itu terguling, terkena tendangan Nan Thian yang jauh lebih keras lagi.


"Dessss...!"


"Brakkkk,..!"


Sekali ini serigala itu bahkan sulit untuk bangun, karena sambungan lehernya terkilir.


Terkena tendangan Nan Thian yang super keras.


Nan Thian berjalan santai menghampirinya dengan telapak tangan menghadap kearah wajah serigala itu.


"Tenanglah,.aku akan membantu mu.."


ucap Nan Thian sambil menatap tajam kearah serigala itu.


"Grrrrrr...!' "Grrrrrr...!' "Grrrrrr...!'


Serigala itu berulang menggereng marah ke arah Nan Thian.


Tapi Nan Thian tidak takut, dia terus melangkah maju, hingga berjongkok di depan serigala itu.


Nan Thian, terus mengulurkan telapak tangan nya, bergerak maju mendekati bagian kepala serigala itu.


"Grrrrrr...!'


Sekali lagi serigala itu menggereng marah sambil mencoba mengigit tangan Nan Thian.


"Hei..! tenanglah..!"


Bentak Nan Thian, sambil menarik tangan nya, menghindari gigitan moncong serigala itu.


Serigala itu tidak mampu bergerak banyak, karena setiap dia menggerakkan kepalanya untuk menyerang


Dia mengalami rasa nyeri yang luar biasa di bagian lehernya.


Nan Thian kembali mengulurkan tangannya untuk mendekati dan dengan gerakan pelan menyentuh moncong serigala itu.


Membiarkan serigala itu mengendus ngendus telapak tangannya.

__ADS_1


Kemudian Nam Thian lanjut kan dengan menyentuh dan membelai kepala serigala itu dengan lembut.


Setelah sikap serigala itu kini mulai tenang, tidak galak seperti tadi lagi.


Dengan hati hati Nan Thian bergeser semakin mendekat dan terus membelai belai lembut bulu di bagian leher serigala yang berbulu tebal dan halus itu.


Beberapa saat kemudian dengan gerakan cepat dan tak terduga, Nan Thian memperbaiki posisi tulang di bagian leher serigala itu.


"Kreekk..! Kreekk..! Kreekk..! "


Anjing serigala itu melolong keras, dan sempat bergerak Liar kesakitan ingin menyerang


Nan Thian.


Tapi dia tidak berhasil, karena Nan Thian kini sudah duduk di punggungnya, sambil menekan kepala nya dengan lembut kebawah.


Hingga serigala hitam itu bersikap tenang dan tidak meronta lagi.


Dengan sikap menurut, dia menundukkan kepalanya berbaring kembali di atas tanah.


Nan Thian dengan lembut membelai bulu bulu halus serigala besar itu.


Tapi tanpa sengaja, Nan Thian meraba sesuatu di dekat leher binatang itu.


Begitu tersentuh, lagi lagi serigala itu bersikap liar, menggereng penuh ancaman.


"Tenanglah,..tenanglah.."


"Percaya pada ku, aku tidak berniat buruk, aku akan membantu mu.."


"Tenanglah.."


Tenanglah.."


ucap Nan Thian sambil terus membelai menenangkan serigala itu.


"Kainggg..!"


Dengan satu gerakan cepat Nan Thian mencabut benda yang menancap di sana.


Serigala hitam itu berteriak kesakitan, ingin memberontak, tapi dia tertahan oleh Nan Thian.


"Tenanglah,..aku akan mengobati mu.."


ucap Nan Thian sambil menatap benda yang ada di telapak tangannya.


Itu adalah sebuah belati pendek, dengan ujung belati berbentuk segitiga meruncing ke ujungnya.


Sedangkan bagian gagangnya terlihat berulir, dengan garis garis halus melingkar.


Belati itu terbuat dari bahan yang sangat keras dan tajam, di bilang batu bukan batu, logam bukan logam.


Belati itu langsung Nan Thian simpan kedalam saku bajunya.


Dia akan mengamati lebih lanjut bila ada waktu santai


Nan Thian membantu menaburkan obat luka, lalu dia menggunakan kain ikat pinggangnya, untuk membalut luka di bagian bawah leher serigala itu.


Setelah selesai Nan Thian membelai belai lembut bulu bulu di leher dan kepala serigala itu sambil berkata,


"Sudah kini kami boleh bebas, tapi ingat jangan ganggu manusia lagi.."


"Mengerti kamu..?"


Serigala hitam itu mengangguk kecil dan mengeluarkan bunyi pelan.

__ADS_1


Seolah-olah mengerti maksud dari ucapan Nan Thian.


__ADS_2