
Melihat langkah yang di mainkan oleh iblis penghisap darah itu, Fei Yang yang duduk santai langsung menegakkan badannya.
Fei Yang mengenali itu adalah 32 langkah ajaib, meski tidak sempurna, tapi itu adalah ilmu langkah yang pernah dia terima dari Li Sian Sian.
Melihat hal ini, tentu saja Fei Yang sangat terkejut dan kaget.
Fei Yang memperhatikan dengan serius semua pergerakan si rambut riap riapan, yang di panggil iblis penghisap darah itu.
Semua serangan yang di lancarkan oleh kedua pemuda berjuluk sepasang naga dan harimau Kai Feng.
Tidak ada yang berhasil mengenai si iblis penghisap darah, yang berseliweran di sekitar kedua orang itu.
Pada satu kesempatan di mana kedua orang itu dengan kompak menusukkan golok mereka, kearah dada si iblis penghisap darah.
Si ibu s penghisap darah tiba-tiba memiringkan tubuhnya sehingga kedua golok lewat di kedua sisi badannya.
Lalu dengan satu hentakan dari bawah keatas, yang tepat mengenai sambungan siku kedua pemuda yang memegang golok.
Sehingga golok mereka terlepas dari tangan mereka.
Sebelum mereka sadar apa yang terjadi, kedua telapak tangan yang tadi menghantam siku.
Kini meluncur deras kedepan dengan cepat menghantam.dada kedua pemuda itu.
Hingga mereka berdua jatuh terpental kebelakang, meringkuk mengigil di atas tanah, dengan rambut dan wajah di selimuti es tipis.
"Pergilah mampus,...! berani mencampuri urusan ku..!"
ucap Si iblis penghisap darah,
Sambil melepaskan pukulan kearah ubun ubun kepala, kedua pemuda yang sedang mengigil tak berdaya.
Tapi sebelum kedua telapak tangan nya, yang mengeluarkan kabut tipis sampai ke kepala kedua pemuda itu.
4 Batang pedang berkait dengan kompak datang mencegahnya, bila si iblis penghisap darah tetap meneruskan serangannya, sepasang tangannya bisa terbabat putus oleh keempat pedang berkait itu.
Akhirnya dia terpaksa menarik kembali tangannya, sambil melompat bersalto kebelakang.
Untuk menghindari kejaran keempat pedang, yang setelah melakukan tangkisan.
Langsung bergerak menusuk dada leher dan kedua matanya.
Tapi meski dia bersalto kebelakang, keempat orang itu masih tetap mengejarnya.
Si iblis penghisap darah menggunakan kedua tangannya menekan lantai, sedangkan sepasang kakinya dari bawah bergerak menendang keempat pedang yang lewat di atasnya.
Sehingga keempat pedang tersebut terpental keatas.
__ADS_1
Melihat posisi keempat penyerangnya terbuka, tanpa melewatkan kesempatan, tubuh si iblis darah dengan gesit, melenting keatas.
Kemudian memberikan sebuah tendangan putar yang menghantam wajah keempat pemilik pedang itu, hingga jatuh terbanting di atas tanah.
Dengan cepat kaki si iblis darah yg mengeluarkan kabut asap, memberikan tendangan 4 kali kearah dada keempat orang yang terpelanting diatas tanah itu.
Keempat orang itu langsung terpental bergulingan, kemudian meringkuk mengigil sama seperti nasib kedua pemuda, yang sampai kini masih diam mengigil diatas tanah.
Tapi sebelum si iblis penghisap darah bisa berbuat lebih jauh, si botak tinggi besar dengan tongkat besi besar dan berat, berujung sekop dan bulan sabit.
Sudah berdiri menghadang di depannya, dengan tongkat di palangkan didepan dadanya.
Dia berdiri dengan tubuh tegak Sekokoh batu karang, siap menghadapi badai apapun yang datang.
Si iblis penghisap darah, mengeluarkan suara melengking.,
Lalu melesat kedepan dengan kecepatan tinggi menyerang Si kepala botak.
Si kepala botak memutar mutar tongkatnya, yang berat sehingga menimbulkan suara angin kesiur di sekitarnya, untuk menyambut sepasang telapak tangan si iblis penghisap darah.
Tapi si Iblis penghisap darah sangat cerdik dan licin, dia tidak mau menyambut keras lawan keras.
Karena dia tahu, si botak memiliki tenaga yang dahsyat, sehingga dia bergerak menyelinap menyarangkan sepasang telapak tangannya, menghantam punggung si botak.
Hingga si botak terhuyung-huyung kedepan, dan seluruh tubuhnya terlihat mengigil kedinginan.
Melihat hal ini, si iblis penghisap darah, sangat senang.
Tanpa membuang waktu lagi, dia melesat keatas.
Kemudian meluncur kebawah berputar putar seperti mesin bor, dengan telapak tangan terbuka, dia mengincar ubun ubun kepala si botak.
Si botak sangat terkejut, melihat serangan yang datang dari atas.
Sebisa mungkin dia mengangkat tongkat nya keatas, untuk menyambut serangan si iblis penghisap darah.
Telapak tangan itu meluncur seperti seekor ular membelit tongkat, dan terus turun ke bawah mengincar kepala si botak.
Saat si botak terdiam tidak tahu mau berbuat apa, hanya bisa berdiri dengan sepasang mata terbelalak, melihat tangan maut itu meluncur mendekatinya.
Tiba-tiba terdengar jerit kesakitan,
"Aihhh.."
Lalu tubuh si Iblis penghisap darah melompat menjauh, dan menatap kearah jendela losmen, yang terbuka lebar dengan tatapan mata tajam.
Fei Yang yang dari tadi merasa heran, terus memperhatikan ilmu yang di gunakan oleh iblis penghisap darah itu.
__ADS_1
Awalnya dia memang menduga si iblis penghisap darah adalah salah satu murid Xu San.
Tapi setelah melihat ilmu tapaknya yang mengeluarkan kabut putih, dari sepasang telapak tangan dan kakinya,, Fei Yang menjadi ragu,
Jurus jurus yang di mainkan nya pun terlihat begitu kejam dan sadis, mirip ilmu sesat.
Fei Yang tidak sempat lagi berpikir banyak, saat melihat si botak dalam bahaya.
Fei Yang yang menguasai ilmu Tanpa Tanding,. sehingga bisa dengan mudah menemukan titik lemah lawan.
Dia menyambitkan tulang ayam di mulutnya dengan tiupan Chi nya,
tulang ayam itu meluncur deras.
Lalu menancap di nadi, yang terletak di pergelangan tangan si iblis penghisap darah.
Hal ini membuat si iblis penghisap darah kesakitan dan kehilangan sebagian besar kekuatan serangannya.
Mau tidak mau dia harus melompat mundur menjauh, bila tidak ingin celaka di tangan si kepala botak yang bertenaga dahsyat itu.
Si Iblis penghisap darah yang tidak mengenali Fei Yang, segera berkata dengan suara dingin.
"Siapa kamu anak muda..?"
"Mengapa kamu usil mencampuri urusan orang lain..?"
Mendengar suara si Iblis penghisap darah, Fei Yang semakin yakin bahwa si rambut riap riapan di hadapannya ini, tidak salah lagi pasti seorang wanita.
"Nama ku Li,.. Fei,.Yang,...! bagaimana sudah jelas.!"
ucap Fei Yang dengan nada sengaja di buat buat, dia ingin mempermainkan iblis itu sebelum menangkapnya.
"Fei Yang,.. kamu Fei Yang,... hi..hi
.hi..! hu...hu...hu..!"
teriak iblis itu terkejut, saat mendengar nama Fei Yang.
Tapi sesaat kemudian dia tertawa, lalu menangis seperti orang gila.
Lalu dia buru-buru memutar tubuhnya, melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.
Meninggalkan suara tangisan melengking menyayat hati, seperti suara tawa hantu wanita mati penasaran.
Melihat ilmu meringankan tubuh si iblis penghisap darah, sangat mirip dengan ilmu Meniti diatas daun yang masih kurang sempurna.
Fei Yang sangat terkejut dan penasaran,. Fei Yang segera bergerak melakukan pengejaran.
__ADS_1