
Di mana dalam usia semuda itu, dia harus mengalami penderitaan seperti saat ini.
Fei Yang di dalam hati berjanji, dia pasti akan berusaha menyembuhkan sepasang mata Hong Yi, dengan seluruh kemampuan dan pengetahuannya.
Selagi Hong Yi sedang tertidur tenang, karena racun ulat es di tubuhnya telah di bersihkan oleh Fei Yang.
Fei Yang sendiri mulai mengeluarkan buku buku pengobatan Malini, mencari cari cara pengobatan penglihatan.
Fei Yang mencari semua yang berhubungan dengan mata untuk di tandai.
Baru dia meneliti dan membacanya satu persatu.
"Kak Kim Lan...! kak Kim Lan...! kakak...! jangan tinggalkan Hong Yi..jangan tinggalkan Hong Yi kak..!"
teriak Hong Yi yang terlihat gelisah dalam mimpinya.
Fei Yang buru buru meletakkan buku di tangan nya, lalu memegang tangan Hong Yi dan berkata,
"Hong Yi,... Hong Yi.. jangan takut..jangan takut, aku di sini menemani mu, ayo bangunlah.."
Hong Yi akhirnya membuka sepasang matanya yang indah, tapi terlihat kosong pandangan nya.
Tiba-tiba airmata nya kembali bercucuran, dia pun berkata dengan suara lesu yang di penuhi kesedihan.
"Kak Kim Lan telah pergi,..Dia telah pergi meninggalkan aku,.. paman guru kecil.."
"Aku kini hanya sebatang kara..."
"Dengan penglihatan yang seperti ini, lebih baik paman guru kecil,.. membiarkan aku pergi menyusul kak Kim Lan saja.."
Selesai berucap dengan gerakan cepat, Hong Yi sudah menarik keluar pedang dari sarungnya.
Dia bermaksud menggorok lehernya sendiri dengan putus asa.
Tapi gerakan nya di hentikan oleh Fei Yang,
"Hong Yi apa yang kamu lakukan,..!?"
"Kamu jangan bertindak bodoh..!"
Hong Yi menoleh ke arah Fei Yang dan berkata,
"Apa yang bisa kulakukan saat ini ? aku hanya akan menjadi beban orang saja..."
"Ku rasa ini adalah cara yang paling tepat, aku tidak mau menyusahkan paman guru yang harus menjadi seorang Monster..mencari darah manusia untuk ku.."
"Aku tidak Sudi meminumnya lagi, biarkanlah aku mati saja agar tuntas semuanya.."
ucap Hong Yi putus asa.
Fei Yang menggenggam tangan Hong Yi dengan lembut dan berkata,
"Racun di tubuh mu, telah kusembuhkan, kamu tidak perlu minum darah lagi.."
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan mu sendirian, aku yang akan menjaga dan merawat mata mu, hingga pulih kembali.."
"Kamu tidak akan pernah menjadi sebatang kara..?!"
ucap Fei Yang dengan lembut.
"Paman guru kecil,..kamu..."
"Mengapa kamu selalu begitu baik pada ku,..? padahal aku dulu..."
ucap Hong Yi dengan wajah merah dan kepala sedikit tertunduk.
Dia merasa malu pada diri sendiri, karena sikapnya dulu terhadap Fei Yang sangat tidak baik.
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Aku juga tidak tahu kenapa ? aku hanya menjalankan dorongan hati ku saja.."
"Sekalipun kita tidak punya hubungan perguruan sekalipun, aku pasti tetap akan selalu membantu mu.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum.
Hong Yi terdiam mendengar ucapan Fei Yang, wajahnya semakin merah, kepalanya tertunduk semakin dalam.
Dia berusaha menenangkan jantungnya yang berdebar-debar.
"Hong Yi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak, dia adalah paman guru mu.."
"Kamu tidak boleh berpikir tidak tidak, itu sangat tidak pantas.."
Fei Yang yang tidak sadar apa yang sedang di pikirkan oleh Hong Yi, dia pun berkata,
"Hong Yi bagaimana bila kedepannya aku memanggil mu kakak Yi, dan kamu panggil aku adik Yang saja..?"
"Aku rasa itu akan jauh lebih nyaman daripada panggilan Paman guru kecil.."
Hong Yi belum bisa menjawab, dia hanya bisa mengangguk kecil, dengan kepala tertunduk.
Hati dan perasaan nya sedang kacau balau, dia bahkan lupa menarik tangan nya yang sedang di genggam. lembut oleh Fei Yang.
Melihat anggukan persetujuan Hong Yi, Fei Yang dengan gembira berkata,
"Kakak Yi, aku mau pergi mencari bahan obat-obatan dan bahan makanan buat kita.."
"Kakak Yi tunggu sebentar ya di sini, aku pergi tidak akan lama ?"
Hong Yi langsung mengangkat wajahnya, dengan cemas dia menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Adik Yang aku ingin ikut, mencari udara segar di luar, aku sudah bosan diam di dalam pondok ini."
"Boleh tidak kamu mengajak ku turut serta..?"
Fei Yang menatap kasihan, dia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Hong Yi.
__ADS_1
"Fei Yang menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Boleh saja, ayo kita pergi bersama.."
"Ada kamu di samping juga baik, jadi aku ada teman ngobrol di sepanjang jalan.."
Fei Yang kembali memegang tangan Hong Yi menuntunnya keluar dari dalam pondok.
Lalu Fei Yang membawa Hong Yi keluar dari tempat rahasia Li Sian Sian.
Mereka berdua berjalan santai memasuki hutan di lereng gunung Xuan Wu, mencari hewan buruan dan tanaman obat obatan yang Fei Yang butuhkan untuk mengobati mata Hong Yi.
Meski membawa Hong Yi, Fei Yang tidak kesulitan mendapatkan 4 ekor ayam hutan, dan tanaman tanaman obat obatan yang di carinya.
Setelah mengumpulkan bahan bahan yang di perlukan nya, Fei Yang dan Hong Yi sambil ngobrol, berjalan santai kembali ke pondok Li Sian Sian.
"Hong Yi aku mau masak buat makan siang kita, kamu mau tunggu di dalam pondok atau..?"
ucap Fei Yang saat mereka berdua sudah memasuki halaman pondok.
Hong Yi menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan mempererat pegangan tangannya, lalu berkata,
"Aku ingin ikut,.. aku tidak mau di tinggal.."
Fei Yang tersenyum tak berdaya dan berkata,
"Baiklah, tapi asap di dapur sangat banyak, kamu sebaiknya duduk di sini saja.."
"Nanti bila sudah selesai masak, aku akan membawanya kemari untuk kita makan sama sama..."
Sekali ini Hong Yi mengangguk tanpa banyak berkata, dia duduk di sana menunggu Fei Yang yang sedang sibuk masak.
Tak lama kemudian, Fei Yang sudah kembali ke hadapan Hong Yi, sambil membawa beberapa hasil karya masakan nya.
Hong Yi langsung menundukkan wajahnya menciumi wangi masakan di hadapannya dan berkata,
"Adik Yang masakan mu wangi sekali, aku jadi laper mencium wanginya.."
"Ini apa ya ? adik Yang kok wanginya sedikit berbeda ?"
tanya Hong Yi sambil menggunakan sumpitnya mengambil sepotong bola daging cincang saos tomat.
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Yang itu bola daging ayam, kakak Yi sebaiknya tidak memakannya.."
"Kakak Yi coba cicipin yang ini saja, ini pasti lebih cocok dengan selera kakak Yi, yang vegetarian."
ucap Fei Yang sambil mengambilkan beberapa macam masakan sayuran, yang dia letakkan kedalam mangkuk nasi Hong Yi.
Hong Yi mencicipi sayuran di dalam mangkuknya dan berkata,
"Luar biasa adik Yang, masakan mu sangat enak.."
__ADS_1
"Tapi aku penasaran dan tetap ingin mencicipi bola apa itu tadi ? sepertinya sangat enak..?"