
Fei Yang terus berlatih di dalam kamarnya, dia menutup diri.
Hanya Xue Lian yang di ijinkan keluar masuk kamarnya.
Segala keperluannya di urus oleh Xue Lian, 3 hari berlalu pagi itu Fei Yang yang baru keluar dari kamar nya.
Melihat hiasan dan kesibukan pelayan yang berlalu lalang di depan kamarnya.
Dengan wajah bingung Fei Yang masuk kembali kedalam kamar nya dan berkata,
"Lian Mei apa yang terjadi ? kenapa di depan sana terlihat begitu sibuk.?"
Xue Lian yang sedang duduk sarapan sambil tersenyum berkata,
"Ohh ya aku lupa memberitahu mu, besok adalah tanggal hari baik, yang di tentukan oleh ibu Sabrina, untuk acara pesta pernikahan kita.."
Fei Yang mengangguk paham, tadinya dia ingin jalan jalan ke taman mencari udara segar.
Melihat kesibukan di luar sana, dia membatalkan nya, lalu ikut duduk menemani istrinya sarapan.
Fei Yang pun ikut sarapan, sambil sarapan Fei Yang berkata,
"Bagaimana makanan di sini ? bisa masuk selera mu..?"
Xue Lian tersenyum menatap suaminya dan berkata,
"Masih lumayan lah, tapi di banding masakan mu, tentu masih kalah jauh. "
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Kamu sabarlah, beberapa hari setelah acara pernikahan, aku akan mengajak mu keliling dunia."
"Cuma ada aku dan kamu, saat itu ku boleh makan sampai puas semua masakan ku.."
"Menurut cerita turun temurun, bila melakukan perjalanan terus kearah barat, kita akan tiba di wilayah yang kehidupannya sangat jauh berbeda.."
"Di sana ada dunia baru dan segala hal baru, bagaimana bila kita nanti coba bermain kesana..?"
Xue Lian tersenyum dan berkata,
"Terserah pada mu, kamu mau kemana mengajak ku, aku akan ikut.."
"Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu kita akan terus jalan jalan, hingga si kecil hadir.."
"Kita baru cari tempat menetap.."
Xue Lian tersenyum menatap suaminya dan berkata,
"Bagaimana bila dia sudah hadir sekarang ?"
"Ehh kamu serius..?"
tanya Fei Yang kaget, sambil menyentuh perut istrinya yang rata.
Xue Lian menutupi mulutnya dan menepis tangan Fei Yang dan berkata,
__ADS_1
"Ngawur ya belum lah,.. kamu sering ninggalin aku pake lupa ingatan segala.."
"Kalau hadir sekarang, malah aneh.."
ucap Xue Lian sambil menahan tawa.
Fei Yang tertawa canggung dan berkata,
"Ya tapi mungkin aja, kita kan sering sewaktu di lembah hutan sesat.."
Xue Lian menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Belum,.. bila nanti sudah, kamu pasti yang paling pertama ku beritahu.."
Fei Yang mengangguk, lalu melanjutkan makannya lagi.
"Kakak Yang setelah ini, kita main kemana ? aku sedikit bosan di istana terus.."
ucap Xue Lian yang sudah menyelesaikan sarapan nya, sambil menatap Fei Yang.
Fei Yang berpikir sebentar, kemudian berkata,
"Bagaimana bila kita main ke Kun Lun San, pemandangan di sana sangat indah, letaknya juga tidak terlalu jauh dari sini.."
"Boleh boleh, ayo kita main kesana.."
ucap Xue Lian sambil menarik lengan Fei Yang.
Fei Yang terpaksa menghentikan makannya yang masih nanggung.
Lalu bergerak mengikuti tarikan tangan istrinya meninggalkan kamar mereka.
ucap Fei Yang saat mereka tiba di halaman depan kamar mereka.
Fei Yang menggunakan Pengiriman pesan suara jarak jauh ke tunggangan nya.
Tidak perlu menunggu lama Kim Tiaw sudah mendarat di sana.
Kehadiran burung raksasa itu, membuat para pelayan yang sedang sibuk sedikit kaget dan agak takut takut.
Xue Lian dan Fei Yang melayang ringan duduk di punggung Kim Tiaw lalu Fei Yang berbisik di dekat kepala Kim Tiaw,
"Tiaw Siung Kun Lun San.."
Kim Tiaw mengangguk, lalu mengepakkan sayapnya dan terbang keatas.
Bertepatan dengan itu Li Yuan Ming dan Sabrina tiba di sana ingin membicarakan masalah kegiatan besok.
"Hei kalian mau kemana ?!"
"Besok hari penting kalian gak boleh sama sama dan sembarangan pergi..!"
teriak Sabrina mengingatkan Fei Yang dan Xue Lian.
Fei Yang sambil tersenyum melambaikan tangannya dan berteriak dari udara,
"Kami tidak akan lama, sebelum matahari tenggelam sudah kembali..!"
__ADS_1
"Ibu tenang saja..! kami pergi dulu..!"
ucap Fei Yang santai.
Sedangkan Xue Lian sambil tersenyum tidak enak hati melambaikan tangannya kearah mertuanya.
"Kakak Yang,.. ibu benar bagaimana bila kita tunda saja jalan jalan nya, ? selesai pesta belum terlambat kita jalan sampai puas.?"
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Tenang saja bukan masalah.. lupakan saja ayo kita jalan.."
Kim Tiaw terus bergerak cepat, tak lama kemudian di sisi Kim Tiaw muncul Kim Tiaw lain yang berukuran lebih kecil ukurannya.
Kim Tiaw betina itu terus mengiringi Kim Tiaw Fei Yang terbang.
"Ehh bukan kita saja yang berpasangan, dia juga sudah punya pasangan sekarang.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum lebar.
Xue Lian tersenyum dan berkata,
"Ya, mereka bertemu di lembah kebahagian, itu Sen Tiaw milik ibu ku.."
"Seperti aku dulu pernah cerita ibu juga punya seekor Kim Tiaw, nama panggilannya Sen Tiaw."
Fei Yang mengangguk paham, lalu dia dan Xue Lian duduk berangkulan menikmati cahaya matahari pagi dan angin lembut yang menerpa wajah mereka.
Mendekati pegunungan Kun Lun San, mulai terlihat sungai panjang berkelok kelok mirip ular raksasa berwarna biru..
Udara di sekitar mulai semakin segar dan sejuk, Kim Tiaw terbang menuju sebuah danau di salah satu puncak gunung Kun Lun San yang luas.
Danau itu terlihat mengeluarkan pantulan cahaya tujuh warna, terlihat sangat indah, bila di lihat dari ketinggian.
Kim Tiaw melambatkan pergerakan nya, dan mulai menukik kebawah.
Dia mendarat ringan di tepi danau yang airnya sangat jernih sehingga terlihat jelas dasarnya.
Fei Yang melompat turun dari punggung Kim Tiaw sambil menggendong istrinya, seperti orang menggendong bayi.
Xue Lian melingkarkan tangan kirinya di pundak Fei Yang, tangan kanannya bersandar lembut di dada suaminya.
Wajahnya di susupkan di dada Fei Yang yang bidang, sambil menyunggingkan senyum bahagia.
Fei Yang sambil menggendong istrinya, dia melangkah menuju deretan pohon Pinus di tepi danau.
Tempat itu sangat rindang, tertutup oleh pohon Pinus yang tinggi dan besar besar.
Setelah menurunkan Xue Lian dari gendongannya, mereka berdua duduk berangkulan mesra di tepi danau yang sepi dan indah.
Suasana hening, di.mana hanya ada suara hembusan angin dan kicau burung serta suara pergesekan daun Pinus yang tertiup angin.
Membuat Fei Yang dan Xue Lian merasa nyaman dan betah duduk berduaan di sana.
Tiba-tiba muncul suara dari langit, sebelum sesosok tubuh melayang turun dari angkasa.
"Ha,..ha,.ha,..! ternyata di sini kamu rupanya bocah busuk..!"
__ADS_1
"Baguslah jadi aku tak perlu jauh jauh mencari mu hingga ke barat sana..!"