PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PEMANDANGAN DI LUAR HUTAN BAMBU SESAT


__ADS_3

"Aku tidak ada maksud untuk meninggalkan mu .."


"Aku justru ingin mengajak mu pergi bersama ku berkeliling dunia, mencari keberadaan ayah ibu mu di luar sana.."


Xue Lian menggelengkan kepalanya, dia menengadahkan kepalanya kesamping, berusaha menahan airmata nya yang hendak runtuh.


Dengan wajah berusaha tersenyum sedikit menahan mewek, dia berkata,


"Kita bahkan tidak punya kabar mereka pergi kemana, bagaimana kita mau mencarinya..?"


"Itu sama saja mencari jarum ditengah lautan luas, tidak kakak Yang."


"Aku tahu kakak Yang sendiri banyak tugas yang menanti, untuk di selesaikan.."


"Aku tidak mau jadi beban kakak Yang, aku tidak boleh egois..ayo kita keluar dari sini.."


ucap Xue Lian, lalu dia mengeluarkan sebuah cermin Pat Kwa ditangan nya.


Sambil menggandeng tangan Fei Yang, dia berjalan menghampiri pinggiran jurang, Xue Lian mengarahkan cermin di tangan nya keatas kepala nya setinggi mungkin.


Xue Lian menekan tombol rahasia di ganggang cermin, sehingga dari cermin keluar cahaya yang memantul ke langit-langit di atas jurang.


Dari langit langit kembali muncul diagram kuno bergambar Pat Kwa sama persis dengan diagram kuno saat mereka kemarin masuk kemari.


Setelah diagram kuno itu berputar berlawanan arah jarum jam sebanyak 3 kali.


Sebuah portal cahaya kembali muncul di hadapan mereka berdua.


Xue Lian melayang ringan sambil menggandeng tangan Fei Yang masuk kedalam portal cahaya tersebut.


Sesaat kemudian mereka berdua kembali muncul di atas lempengan batu, yang terletak di atas air terjun.


Tanpa berkata apa-apa, Xue Lian membawa Fei Yang terbang menuju tempat tinggal nya.


"Kakak Yang harap tunggu sebentar, Xue Lian ada sedikit kenang kenangan buat kakak, sebelum kakak pergi dari sini.."


ucap Xue Lian.


Lalu dia tanpa menunggu jawaban Fei Yang, langsung masuk kedalam pondoknya.


Fei Yang berdiri diam menunggu di sana, dengan penuh tanda tanya.


Tak lama kemudian Xue Lian sudah kembali keluar dari dalam pondoknya.


Fei Yang memandang kagum kearah Xue Lian yang terlihat sangat cantik dan anggun, setelah berganti pakaian baru nya.


Dengan wajah bersemu merah, Xue Lian menyerahkan sebuah buntalan, berisi pakaian ayahnya ke Fei Yang.


"Kakak Yang biarlah pakaian ini menjadi kenangan dari ku, menggantikan aku menemani mu berpetualang nantinya.."


ucap Xue Lian tertunduk sedih.


"Terimakasih adik Lian.."


ucap Fei Yang dipenuhi rasa haru.

__ADS_1


Xue Lian mengangguk, Lalu dia menggandeng tangan Fei Yang terbang menuju pinggiran hutan bambu misterius.


Dengan menguasai ilmu ringan tubuh Kitab Tanpa Tanding, Xue Lian kini bisa terbang bebas di udara sesuka hati.


Dalam sekejap mata, mereka berdua sudah mendarat ringan di tepi hutan bambu misterius.


Xue Lian menghela nafas sedih melepaskan pegangan tangannya dari Fei Yang dan berkata,


"Kakak Yang apakah kamu sudah hapal peta yang ku berikan pada mu kemarin..?"


Fei Yang mengangguk cepat dan berkata,


"Sudah, tapi aku ingin kamu menemani ku pergi berkeliling dunia.."


"Kamu bukan beban, justru kehadiran mu di sisi ku, bisa membantu meringankan beban ku.."


ucap Fei Yang sambil menatap mata Xue Lian, dengan penuh keseriusan.


Xue Lian memaksa dirinya untuk tersenyum, tapi airmatanya sudah menetes membasahi pipinya.


Kini Fei Yang lebih tinggi satu kepala di atas Xue Lian, untuk menatap wajah Fei Yang, Xue Lian harus sedikit menengadah keatas.


Sambil memaksakan diri untuk tersenyum, Xue Lian menggunakan tangannya dengan lembut merapikan anak rambut Fei Yang, yang jatuh menutupi sebagian wajahnya.


Dia juga membelai pipi dan rahang Fei Yang dengan lembut lalu berkata,


"Kak Yang kamu pergilah meraih cita-cita mu, aku sudah terikat sumpah dengan ibu ku.."


"Tanpa ijinnya aku seumur hidup hanya bisa menghabiskan waktu ku di sini.."


Pantas saja Xue Lian selalu bersedih, setiap dia berbicara ingin pergi dari sini.


Rupanya Xue Lian menyimpan rahasia ini darinya, batin Fei Yang di dalam hati.


Melihat Fei Yang sedikit terkejut,. Xue Lian sambil tersenyum sedih berkata,


"Maafkan aku kakak Yang, aku telah menggunakan tempat rahasia dan kitab Tanpa Tanding, untuk mengikat mu di sini.."


"Sebenarnya aku juga sadar, itu hanya bisa menahan mu sesaat,.tidak mungkin bisa menahan mu selama nya."


Sambil tersenyum sedih, Xue Lian kembali melanjutkan berkata,


"Tapi aku tidak punya pilihan lain selain mencobanya,.."


"Aku tahu waktu 7 tahun bukan lah waktu yang singkat.."


"Kita bisa bersama sama hampir 7 tahun, aku sudah seharusnya berpuas diri."


"Tapi saat hari ini tiba, aku tetap merasa berat harus berpisah dari mu.."


ucap Xue Lian tertunduk sedih.


Sesaat kemudian dia kembali berkata,


"Kakak Yang bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya, karena setelah ini, kemungkinan kecil kita bisa bertemu dan bersama sama lagi.."

__ADS_1


Fei Yang langsung menarik Xue Lian kedalam pelukannya.


Mereka berdua berpelukan dalam diam, hanya terdengar suara Isak tertahan dari Xue Lian.


Setelah beberapa waktu berlalu, Xue Lian akhirnya melepaskan pelukannya dan berkata,


"Selamat tinggal kakak Yang, jaga diri mu baik-baik.."


Lalu Xue Lian membalikkan tubuhnya berlari pergi meninggalkan Fei Yang, sambil menggunakan tangannya menutupi mulutnya sendiri.


Menahan suara tangisannya, agar tidak terdengar oleh Fei Yang.


Fei Yang berdiri terpaku di tempat melihat bayangan punggung Xue Lian bergerak menjauh darinya.


Setelah menghela nafas panjang dan membiarkan angin semilir lembut menerpa dirinya.


Untuk membawa pergi semua kesedihan nya, karena kini dia harus meninggalkan tempat yang penuh kenangan ini.


Ada perasaan berat, terutama harus berpisah dari Xue Lian, tapi Fei Yang tidak punya pilihan lain.


Tugas yang diembannya cukup banyak, dia harus segera pergi menyelesaikannya.


Setelah bayangan punggung Xue Lian menghilang kedalam pondoknya.


Fei Yang pun berjalan pelan dengan perasaan berat, meninggalkan tempat tersebut.


Fei Yang mengikuti petunjuk di peta yang sudah di hapalnya, tanpa mengalami kesulitan berarti, dia sudah berhasil keluar dari dalam hutan bambu misterius.


Setelah keluar dari dalam hutan bambu misterius, Fei Yang terkejut melihat pemandangan di hadapannya.


Pemandangan di hadapannya sangat jauh berbeda dengan pemandangan 7 tahun yang lalu,.di mana Yi Han Tao Se pertama kali membawanya kemari.


Semak belukar memanjang setinggi tubuh manusia terhampar luas di depan nya.


Saat mencoba membabat semak belukar yang menutupi jalan nya, Fei Yang menemukan banyak tengkorak manusia berserakan di sekitar sana.


Fei Yang sadar ini pasti tengkorak saudara seperguruan nya, yang telah meninggal di bantal oleh Hei Mo Pang.


Fei Yang yang merasa kasihan, dia mengumpulkan semua tulang belulang itu menjadi satu tumpukan.


Rumput-rumput liar setinggi manusia, Fei Yang bersihkan dan di tumpuk jadi satu di sekitar tumpukan tulang belulang saudara seperguruannya yang gugur dalam mempertahankan Xu San.


Setelah semua nya beres, dengan satu pukulan Tapak Api Semesta, maka terbakar habislah seluruh tumpukan rumput dan tulang belulang manusia yang Fei Yang tumpuk jadi satu.


Fei Yang kemudian melanjutkan langkahnya menuju tempat tinggal gurunya.


Fei Yang hanya menemukan tumpukan puing puing, sisa bangunan pondok yang terbengkalai.


Bila di lihat dari sisa puing puing kayu yang menghitam, Fei Yang bisa menebak tempat ini pasti mengalami kebakaran hebat sebelum akhirnya menjadi seperti ini.


Sambil menghela nafas sedih, Fei Yang melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.


Fei Yang bergerak menuju tempat pemakaman leluhur yang terletak di belakang jejeran batu gunung, yang menutupi seluruh area tersebut.


Setelah melewati deretan batu gunung yang berjejer, Fei Yang terlihat sedih menatap makam leluhur Xu San yang kini berantakan tak terurus.

__ADS_1


__ADS_2