PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
INGIN PERGI KE HUA SAN


__ADS_3

"Ihh jahat banget, aku baru saja membantu mu memperbaiki seluruh tubuh mu yang berantakan.."


"Hanya dengan satu kata terima kasih, kamu langsung mau mengusir ku keluar dari tubuh mu.."


"Tidak,.. aku tidak mau, saat ini belum bisa ."


"Ehh mengapa, begitu..? jadi kamu mau sampai kapan di dalam tubuh ku..?"


tanya Nan Thian kaget.


"Hi..hi..hi..!"


"Begini kak, aku berasal dari tempat yang sangat jauh dari dunia kakak ini.."


"Aku berasal dari Dunia Naga."


"Tempat asal ku, karena terjadi bencana alam, kini sudah tiada.."


"Hanya ada dua yang selamat dari bencana, yang menimpa tempat asal ku.."


"Aku sendiri Naga emas dan adik ku Naga hijau.."


"Dalam perjalanan di angkasa sana, kami berpisah jalan.."


"Tapi aku mendeteksi, adik ku pernah ada di dunia ini, makanya aku datang kemari."


"Tapi setelah tiba kemari, aku lagi lagi kehilangan jejaknya."


"Kini aku jadi terjebak di dunia ini, mau pergi tidak bisa, mau tinggal juga sulit.."


"Di tempat kakak ini, udaranya tidak sama dengan tempat ku.."


"Untuk bisa bertahan hidup, aku memerlukan intisari hawa langit dan bumi yang murni."


"Sama seperti hawa di dalam Dan Tian kakak ini."


"Bila aku keluar dari sini, aku akan musnah.."


"Setelah aku membantu kakak, apakah kakak tega membiarkan ku musnah..?"


tanya suara itu memelas dan agak sedih.


Nan Thian menghela nafas panjang, dia jadi merasa tidak tega.


Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Nan Thian pun berkata,


"Baiklah kamu boleh tinggal sesuka mu di dalam sana.."


"Tapi aku ingatkan, kamu tidak pernah boleh mencampuri urusan pikiran dan perasaan ku.."


"Itu adalah daerah terlarang, itu adalah area privasi ku.."


"Aku tidak akan ijinkan siapapun mencampurinya, termasuk kamu apa kamu mengerti..?"


ucap Nan Thian tegas.


"Baik kak,.. aku janji tidak akan pergi ke, dua area terlarang itu.."


ucap suara gadis itu dengan gembira dan penuh semangat.


Nan Thian kembali tersenyum lembut sambil melangkah meninggalkan tempat tersebut.


Sebelum pergi Nan Thian sempat melirik kearah mutiara lembut, yang sebenarnya terus mengeluarkan cahaya menyilaukan


Di mana mutiara lembek yang menjadi tempat asal naga emas, kini setelah robek, terlihat sudah tidak bercahaya lagi.

__ADS_1


Kini mutiara itu, hanya terlihat seperti seonggok balon kempes.


Sambil meneruskan langkahnya meninggalkan tempat tersebut, Nan Thian bertanya,


"Nama mu siapa ya,..? bagaimana aku memanggil mu ?"


"Nama ku di tempat asal ku adalah Celline Kim, disini terserah kakak mau panggil apa..?"


"Ce Lin Kim,.. baik kalau begitu aku panggil kamu nona Kim saja gimana..?"


ucap Nan Thian sambil meneruskan langkahnya.


Dia terlihat seperti orang gila, yang sedang berbicara sendiri.


"Engg jelek, lebih enak bila kamu panggil aku Kim Semei.."


"Sama seperti kamu memanggil dia, terdengar jauh lebih enak dan nyaman.."


ucap suara itu gembira.


Nan Thian sedikit tertegun mendengar permintaan gadis itu.


Dia lalu mengomel di dalam hati,


"Dasar wanita selalu tidak mau kalah, bahkan sebuah panggilan pun jadi masalah.."


"Tadi bilang terserah aku, kini gak cocok,.. rumit.."


"Nggak di nyata, nggak di khayalan sama aja.."


omel Nan Thian.


"Eeh aku salah ya ? hingga membuat kakak kesal, tapi aku bukan khayalan kak, aku nyata kok.."


"Cuma saat ini aku belum bisa tampil saja, dalam wujud seperti kakak.."


Nan Thian kembali di buat kaget dan berkata,


"Ehh kamu bisa mendengar ku, bahkan tanpa aku mengucapkan nya. ?"


Jawab Kim Kim


"Hi..hi..hi..ya sih kak,.. maaf ya, aku kembali melanggar privasi kakak.."


Nan Thian menghela nafas panjang dan berkata dalam hati,


"Ya sudah gini juga baik, daripada orang akan menganggap ku gila nantinya.."


"Gak papa Kim Kim, bila kamu suka di panggil begitu, aku ikut saja.."


ucap Nan Thian dalam hati.


Kim Kim pun berkata dengan gembira.


"Baguslah bila kakak gak marah dan kesal karena Kim Kim.."


Nan Thian jadi ikut tersenyum terbawa oleh sikap Kim Kim yang periang.


Ini adalah senyum pertama nya, setelah apa yang pernah terjadi padanya sebelumnya.


Nan Thian mencoba ilmu meringankan tubuh melangkah di atas udara, yang di pelajari dari gurunya.


Hasilnya cukup memuaskan, dia bahkan bisa berlari jauh lebih cepat ketimbang sebelumnya.


Nan Thian merasa tubuhnya jauh lebih ringan, aliran darah di dalam tubuhnya lebih lancar.

__ADS_1


Begitu pula sirkulasi energi di dalam tubuh, kini semua terasa sangat lancar


Sambil berlari cepat, Nan Thian menyerap hawa murni langit dan bumi secara terus menerus untuk di olah menjadi Chi.


Kim Kim di dalam sana semakin nyaman, dengan gembira dia berenang kesana kemari, di dalam Dan Tian Nan Thian, yang seluas samudra bebas.


Kegembiraan Kim Kim membuat seluruh tubuhnya memancarkan cahaya emas.


Cahaya emas ini membantu Nan Thian lebih cepat, mengolah hawa yang masuk menjadi Chi.


Sehingga Nan Thian mengalami peningkatan pesat dalam kekuatan kecepatan dan daya tahan tubuhnya.


Sambil berenang santai, Kim Kim iseng bertanya,


"Kakak punya rencana kemana selanjutnya..?"


"Hoa San.."


"Aku ingin melihat lihat keramaian di sana.."


ucap Nan Thian dalam hati.


"Emangnya di sana ada keramaian apa kak..?"


tanya Kim Kim ingin tahu.


"Di sana akan di adakan pertandingan persahabatan 5 partai besar aliran lurus.."


"Masing masing di wakili oleh murid murid generasi muda mereka, yang paling berbakat.."


ucap Nan Thian menjelaskan dalam hati.


"Apa dia akan hadir di sana..?"


"Apa kakak kesana karena ingin menemuinya..?"


"Buat apa kakak melakukan hal, yang hanya lebih banyak mendatangkan luka, daripada manfaatnya bagi hati kakak..?"


Nan Thian tidak menjawabnya, dia terus melanjutkan berlari cepat seperti terbang di udara.


Dia juga tidak mau memikirkannya, karena Kim Kim bagaikan cacing di dalam perutnya.


Kim Kim bisa dengan mudah menebak apa yang sedang dia pikirkan.


Ucapan Kim Kim sangat benar, dia juga bukan tidak mengerti.


Berbagai teori dan alasan, agar dia harus terima kenyataan.


Belajar melepaskan, merelakan, melupakan, dan membuka lembaran baru, dan menjalani tujuan hidup baru.


Semua itu dia paham dan sangat mengerti.


Tapi paham dan mengerti dengan menghadapi dan menjalani nya langsung, adalah dua hal yang berbeda.


Untuk jatuh cinta mudah untuk bisa melupakan nya itu yang sulit.


Saat ini dia sedang berada dalam posisi tidak bisa mencintai, tidak bisa memilki, tapi di saat bersamaan juga tidak mampu melupakan nya.


Kondisi seperti ini hanya dia sendiri yang paham, orang luar tidak akan mengerti.


Karena tidak ada yang paham apa yang sedang dia rasakan termasuk Kim Kim yang bisa membaca pikirannya.


"Kakak bagaimana bila kita main main dan jalan jalan, ke berbagai tempat melihat sungai dan gunung yang indah saja..?"


"Tidak usah lah kita ikut ikut ketempat itu..?"

__ADS_1


tanya Kim Kim


__ADS_2