
Burung burung itu membentuk formasi lingkaran mengurung Fei Yang.
Menyerang secara bergantian, selalu menyerang dari arah belakang Fei Yang dan tempat tempat tak terduga.
Setiap Fei Yang menghindar yang lainnya akan menyusul datang menghadang.
Bila Fei Yang membalas, mereka akan melakukan manuver menghindar.
Temannya akan datang menggantikannya menyerang Fei Yang dari arah lain, mencegah Fei Yang bisa mengejar dan melepaskan pukulan lebih lanjut.
Bila efek pukulan jarak jauh Fei Yang sampai kearah barisan formasi lingkaran mereka.
Mereka akan menghindar, setelah tenaga pukulan Fei Yang lewat,
posisi pengepungan, akan ditutup oleh teman mereka yang lain, .
Sedangkan burung yang menghindar nanti akan terbang kembali, masuk ke posisi yang ditinggalkan oleh temannya.
Dengan cara penyerangan dan pertahanan seperti itu, ditambah dengan kecepatan dan kelincahan mereka bermanuver di udara, meski bertubuh besar.
Fei Yang benar benar menghadapi kesulitan besar dan tekanan yang sangat berat.
Fei Yang bahkan sempat menghentakkan energi pedang biru merah kesegala arah.
Tapi mereka dengan lihai mundur menjauh secara kompak, kemudian setelah energi serangan lewat, mereka baru kembali merapat.
Melihat keadaan terus seperti itu, Fei Yang mulai memikirkan jalan lain, untuk melepaskan diri dari kejaran dan kepungan burung burung itu.
Fei Yang sambil menunggu kesempatan tiba, dia terus bergerak terbang mundur kebawah.
Hingga suatu ketika, secara tiba-tiba Fei Yang kembali melepaskan energi yang membentuk jutaan pedang merah biru melesat ke segala arah.
Burung burung itu sangat kaget, kepungan mereka menjadi buyar, masing-masing berusaha menyelamatkan diri.
Ada beberapa ekor diantara mereka yang sedikit terlambat menghindar, beberapa ekor jatuh keatas tanah menjadi patung burung beku.
Ada juga beberapa yang jatuh keras tanah dalam posisi gosong hangus terbakar.
Yang paling sial yang sedang menyerang Fei Yang, sebelum sempat menghindar, tubuhnya sudah langsung terjatuh kebawah menjadi patung es.
Karena tubuhnya terserempet beberapa energi pedang biru, yang di Lesatkan oleh Fei Yang secara dadakan.
Fei Yang sendiri memanfaat kan situasi kacau itu, untuk turun diatas tanah, menyelinap di balik rumput yang tinggi dan tebal.
__ADS_1
Berusaha meloloskan diri dari tempat tersebut.
Burung burung itu sebenarnya bisa menebak arah lari Fei Yang, karena dari atas meski Fei Yang tertutup oleh rerimbunan rumput.
Tapi rumput yang bergerak gerak saat di lewati oleh Fei Yang jelas terlihat dari atas.
Bila mereka mau mereka bisa melanjutkan pengepungan dengan Mengibaskan sayap mereka yang besar kearah rumput-rumput di sekitar Fei Yang.
Rumput pasti menyibak dan Fei Yang pasti ditemukan.
Hanya saja setelah kejadian barusan, burung cerdik dan memiliki insting bertahan hidup yang tinggi
Mereka memilih meninggalkan mangsa berbahaya seperti Fei Yang.
Dengan Fei Yang bersembunyi di balik rumput, ini sangat berbahaya bila dia kembali melepaskan serangan tadi secara mendadak.
Burung burung walet itu tidak mau mengambil resiko, sehingga mereka memilih terbang menjauhi Fei Yang.
Fei Yang sendiri yang kapok dengan serangan udara, akhirnya memilih menempuh perjalanan dengan menyelinap di balik rerumputan tinggi itu.
Tapi baru puluhan meter Fei Yang menyusuri rerumputan yang rimbun itu.
Dia kembali di kepung oleh 8 ekor kalajengking merah yang ukurannya tidak kalah dengan laba laba yang pernah di hadapi nya di dalam gua.
"Tempat neraka seperti apa ini, ? bila terus begini ada kemungkinan hidup ku akan berakhir disini.."
"Kelak bila berita kematian ku tersebar, aku akan jadi lelucon besar di dunia persilatan.."
"Ping Huo Ta Sia, mampus di tangan serangga.."
keluh Fei Yang sambil bersiap siap menghadapi kepungan delapan kalajengking merah.
Kalajengking itu mulai bergerak menyerang Fei Yang, dengan sepasang capit depan mereka.
Ekor kalajengking yang memiliki jarum sengat yang beracun menggantung di atas.
Setiap saat akan ikut meluncur kebawah, turun untuk menyengat kearah Fei Yang secara tiba-tiba.
16 capit berseliweran menyerang dan mengepung Fei Yang di tengah-tengah.
Fei Yang sampai jatuh bangun menghadapi mereka.
Tebasan tebasan energi pedang Fei Yang, belum ada satupun yang berhasil melukai salah satu dari ke 8 kalajengking merah itu.
__ADS_1
Kulit cangkang pelindung kalajengking merah itu sangat keras, hampir tidak mempan senjata.
Mereka juga memiliki kekebalan alami, yang mampu menetralisir energi panas dan dingin yang Fei Yang lepaskan.
Hal ini membuat Fei Yang harus lebih bekerja keras pontang panting menghadapi kepungan ke 8 mahluk itu.
Fei Yang terus berterbangan kesana kemari, sambil terus tanpa henti melepaskan tebasan yang mengeluarkan sinar biru dan merah, menyerang para pengepung nya itu.
Memaksa mereka menjauhinya, tapi itu tidak mudah karena mahluk itu kebal terhadap serangan Fei Yang.
Mereka hanya terpukul mundur sedikit, lalu kembali bergerak maju menyerang Fei Yang.
Untuk menyerang Fei Yang, yang beterbangan di udara, mereka menggunakan sengatan ekornya yang mengandung racun ganas untuk mencoba menahlukkan Fei Yang.
Tapi itu tidak mudah, meski mereka memiliki kekebalan luar biasa.
Tapi dalam hal kecepatan mereka kalah jauh di banding Fei Yang.
Setelah puluhan jurus berlalu tanpa hasil, Fei Yang menjadi kesal dan frustasi.
Atas ada walet menyebalkan, meski sudah pergi, tapi Fei Yang ragu apakah walet walet itu sudah pergi sepenuhnya, atau sedang mengintainya, menunggu kesempatan.
Sedangkan di bawah dia harus tertahan oleh ke 8 mahluk yang kebal senjata.
Tiada pilihan Fei Yang pun melesat keudara membentuk pusaran es dan api mengelilingi seluruh tubuhnya, sebagai pelindung agar tidak ada mahluk terbang yang bisa mendekatinya, selama dia sedang merapal kekuatan puncaknya.
Fei Yang mendorongkan kedua tangannya keatas langit, muncul Seekor Naga Es dan Naga Api.
Melesat keatas langit, kedua naga itu saling berbelit di udara, hingga terbentuk cahaya biru merah yang menyatu.
Penyatuan ini membentuk seberkas cahaya ungu melesat keatas menembus langit dan memunculkan langit ikut berubah menjadi warna ungu
Dari langit ungu, perlahan-lahan muncul 8 pedang raksasa yang mengeluarkan cahaya ungu.
ke 8 pedang ungu itu turun dari langit meluncur deras kebawah, langsung mengincar ke delapan kalajengking merah, yang terpaku di tempat tidak bisa bergerak.
Karena tertekan oleh pancaran kekuatan ke 8 pedang bercahaya ungu yang turun dari langit.
Ke 8 pedang itu tepat jatuh menancap di atas punggung ke 8 kalajengking merah, hingga menembus kedalam tanah.
Ke 8 kalajengking itu hanya bisa, bergerak gerak pelan, sebelum akhirnya terdiam tak bergerak lagi ditempat.
Fei Yang sendiri tanpa sengaja, di tempat ini, dia malah kembali mendapatkan pencerahan.
__ADS_1
Sehingga kemampuan analisa pengetahuan dasar ilmu silat kembali naik satu tingkat.