
"Begini pendekar Siaw, gadis ini menguasai ilmu formasi gaib.."
"Dia bisa melewati hutan Pinus dengan mudah tanpa halangan.."
"Dia juga bisa membawa ku kemari berkumpul dengan kalian disini.."
"Ada kemungkinan, dia bisa membantu kita semua keluar dari sini.."
ucap Shi Ma Cing Hu memberi penjelasan.
Siaw Hong menoleh kearah Li Cu dan berkata,
"Benar kamu menguasai ilmu formasi gaib ? tempat ini sangat bahaya, bukan tempat rekreasi.."
Li Cu menatap Siaw Hong sedikit takut takut, tapi dengan cepat dia menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Aku memang pernah baca dan belajar buku formasi formasi kuno, di lembah kebebasan.."
"Kebetulan formasi di hutan Pinus dan di sini aku menguasainya."
Siaw Hong menghela nafas berat dan berkata,
"Baiklah,.. kalau begitu kamu bantu kasih petunjuk jalan, tapi kamu harus selalu di belakang ku.."
"Mengerti,..! dan tidak ada tawar menawar.."
ucap Siaw Hong sambil menatap Li Cu dengan serius.
Li Cu mengangguk gembira dan berkata
"Baik kak Siaw,.."
Meski ucapan Siaw Hong terdengar keras dan kasar, tapi Li Cu menyadari Siaw Hong seperti itu karena mencemaskan dirinya.
Jadi dia sama sekali tidak mengambil hati dengan sikap Siaw Hong.
Li Cu mulai memberi petunjuk kepada Siaw Hong, yang memimpin di depan sebagai pembuka jalan.
Para anggota Mo Ciao yang melihat kemampuan Li Cu dalam memecahkan formasi.
Mereka segera mengerahkan panah dan senjata rahasia nya, semua mereka arahkan ke Li Cu.
Meski Li Cu juga bukan wanita lemah yang tidak menguasai ilmu silat.
Tapi dia memilih tetap diam di belakang Siaw Hong.
"Kang Lung You Hui,..!"
teriak Siaw Hong sambil melepaskan pukulannya, menyambut serangan senjata rahasia, yang berdatangan mengincar Li Cu.
Sepasang naga emas berputaran menangkis dan meretur senjata senjata rahasia itu kembali ke pemiliknya.
"Aihhh,..!"
__ADS_1
teriak anggota aliran Mo Ciao kaget dari tempat persembunyian mereka.
Beberapa ada yang tewas, sisanya yang terluka melarikan diri lewat jalan rahasia.
"Rooaaarrrrrrr,..!"
Naga emas berputaran sambil meraung dan meledakkan semua batu yang menghalangi jalannya.
Lalu kembali lagi menyatu dengan tubuh Siaw Hong.
Li Cu menatap dengan penuh kagum kekuatan yang di tunjukkan oleh Siaw Hong.
Setelah kejadian tersebut anggota aliran Mo Ciao tidak berani lagi mencoba menghalangi perjalanan rombongan Siaw Hong.
Sebagian kembali ke puncak Hua San, sambil membawa tawanan yang mereka tangkap, mereka pulang untuk memberikan laporan.
Sebagian lagi terus mengikuti dan mengamati, menunggu peluang untuk menghabisi Li Cu.
Karena Li Cu lah akar sumber masalah yang bisa mengacau dan merusak semua itu.
Tapi sampai rombongan tersebut keluar dari balik formasi batu gunung, tetap saja mereka tidak berhasil menemukan kesempatan.
Siaw Hong selalu mengawal dan menjaga Li Cu dengan sangat hati hati.
Begitu pula dengan ketiga biksu senior dan Shi Ma Cing Hu, mereka juga selalu membantu mengawasi dan menjaga Li Cu dengan sangat hati-hati dan penuh kewaspadaan.
Li Cu merupakan jimat mereka untuk keluar dari tempat ini, keselamatan Li Cu juga keselamatan mereka bersama.
Setelah berhasil keluar dari hutan batu, perjalanan mereka pun menjadi lebih mudah.
Di tempat lain di depan halaman istana Mo Ciao, terlihat sederet ketua partai di paksa berlutut di sana, dengan posisi seluruh tubuh terikat tali tambang khusus.
Mereka semua terlihat pasrah tidak bisa memberikan perlawanan apapun, selain melemparkan tatapan mata mereka yang penuh kekesalan dan kemarahan.
Di sana berjejer Lan Ruo Se Thai, Jiang Kai , Chang Qin, Ji Tay Giam, Xiong Pa, kedua pengawal nya, juga ada Su Ma Tao Se dan kelima tetua Kai Pang.
Hoa San Lao Lao. berdiri di hadapan mereka dan berkata,
"Aku tahu saat ini berbicara apapun kalian tidak bakal percaya.."
"Jadi aku juga tidak akan bicara apapun atas tuduhan yang kalian limpahkan ke aku, cepat lambat, kelak siapa pelaku di balik semua ini akan muncul sendiri.."
"Semuanya akan jelas, bila waktunya tiba.."
ucap Hoa San Lao Lao tenang.
"Akhirnya yang harus datang datang juga...!"
"Selamat datang 4 besar apa kabar kalian berempat..!?"
"Kelihatannya hanya kuil halilintar/Potala yang tidak tertarik dengan desas desus kitab Pai Su Seng.!"
ucap Hoa San Lao Lao mengerahkan Chi nya, sehingga suaranya terdengar muncul dari atas langit memenuhi 4 penjuru.
__ADS_1
Dari arah timur terlihat seorang pria yang setengah rambutnya sudah memutih, tertiup angin melambai lambai.
Wajahnya terlihat masih cukup tampan meski sudah berumur 50 an tahun.
Pria itu berpakaian hijau dan membawa sebatang suling Giok hijau.
Dia adalah jagoan dari wilayah timur, Huang Lao Sie..
Di sebelah selatan terlihat, seorang pria berumur 40 an tahun, berpakaian mewah, dari penampilannya, dia Mirip orang yang berasal dari keluarga bangsawan di wilayah selatan.
Dia adalah penguasa wilayah selatan Chen Yu.
Di sebelah Utara terlihat seorang kakek tua, kakek itu berpakaian sederhana, di tangannya terlihat sebatang pena bulu.
Bila di lihat dari penampilan nya yang lemah dan ringkih, terkadang kadang di selingi batuk batuk kecil.
Tidak akan ada yang menyangka dia lah penguasa Utara, yang biasanya di panggil kakek Souw.
Orang orang pasti akan lebih percaya, bila dia mengaku dirinya adalah seorang pelukis miskin, atau seorang sastrawan miskin yang gagal ujian negara.
Di sebelah barat terlihat seorang pria berusia 40 an, dia tidak membawa pedang.
Tapi seluruh tubuhnya mengeluarkan hawa ketajaman pedang.
Wajahnya cukup tampan hanya saja terlihat dingin seperti sebilah pedang.
Dia lah penguasa Wilayah tengah, Du Gu Chiu Pai.
Dia lah yang pertama melayang kehadapan Hoa San Lao Lao dan berkata dengan suara dingin.
"Aku yang berasal dari wilayah tengah, sudah seharusnya maju pertama, untuk menunjukkan kebodohan ku."
"Nomor 13 memohon petunjuk dari Nomor 7.."
ucap nya sambil menjura, kearah Hoa San Lao Lao.
Serangkum hawa tajam melesat dari sepasang tangannya, yang sedang 'menjura, langsung menyerang Hoa San Lao Lao.tanpa peringatan.
Hoa San Lao Lao menggeser kakinya kesamping, sehingga hawa pedang tersebut lewat di sampingnya.
Hawa pedang tersebut menghantam genting atap bangunan istana Mo Ciao.
"Brakkkk,...!"
Genting hingga undakan tangga halaman depan istana Mo Ciao terbelah dua, meninggalkan sebuah garis memanjang di sana.
Melihat serangannya berhasil di hindari .
Du Gu Chiu Pai kembali melakukan serangkaian serangan hawa pedang, yang terus mengejar dan mengurung pergerakan Hoa San Lao Lao.
Tapi pergerakan Hoa San Lao Lao yang seringan kapas tidak bisa tersentuh sama sekali.
Tubuhnya berubah menjadi sebuah bayangan melayang layang ringan, sulit terjangkau.
__ADS_1