PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KELUHAN KIM KIM


__ADS_3

Seekor Naga emas muncul di hadapan Nan Thian.


Dengan wajah masih bingung,


Nan Thian naik keatas punggung tunggangannya.


Kim Kim segera terbang naik keangkasa, mengejar kearah Fei Yang yang sudah tiba duluan.


Fei Yang terlihat melayang di atas awan, sepasang kakinya terlihat ada awan tipis, yang melapisinya.


Dia seperti sedang mengendarai awan melayang di udara.


Dengan wajah masih bingung Fei Yang bertanya,


"Kim Kim kalau kamu bisa terbang bebas di angkasa seperti ini.."


"Kenapa tidak dari kemaren kemaren kita meninggalkan tempat ini..?"


Kim Kim sambil menahan tawa berkata,


"Kakak kemarin aku belum sembuh, baru saat menyembuhkan paman mu, aku akhirnya berhasil sembuh secara total."


"Makanya bisa bebas keluar dari tubuh mu, dan menjadi tunggangan mu."


"Lagipula bila kita pergi, siapa yang akan membantu paman mu sembuh..?"


"Satu hal lagi, alam dimensi ini, portal keluar masuknya, hanya paman mu yang bisa buka.."


"Sebelum dia sembuh, tidak ada yang buka portalnya, kita bolak balik melayang tanpa adanya portal, itu akan percuma saja, kita tetap saja tidak mungkin bisa keluar.."


ucap Kim Kim menjelaskan.


Nan Thian mengangguk ngerti lalu berkata,


"Bila keluar perlu portal, berarti masuk juga tentu perlu portal.?"


"Tapi kemaren saat kita masuk kemari, kenapa di luar sana bisa ada portal.?"


"Sehingga kita bisa masuk kemari..?"


tanya Nan Thian heran.


Kim Kim menggeleng pelan ia berkata,


"Kalau itu, setelah paman tampan selesai membuka portal dimensi."


"Kamu bisa tanya padanya, mungkin itu bisa membantu, bila kita, Sun er dan Zi Zi mau masuk kemari.."


"Kita tidak akan kesulitan.."


Selesai berkata, Kim Kim langsung terbang ke samping Fei Yang.


Fei Yang terlihat sedang berkonsentrasi, saat tangannya di dorong kedepan.


Muncullah sebuah pintu cahaya 6 warna yang bersinar terang di hadapan mereka bertiga.


"Nah itu jalan masuk nya, masuk lah kedalam sana, kalian akan di antar keluar dari sini.."


ucap Fei Yang sambil menepuk bahu Nan Thian dan membelai punggung Kim Kim.


"Paman tampan kenapa kamu menyentuh ku, berubah pikiran ?"


"Kalau ya aku akan mengantarnya dulu keluar, lalu kembali lagi jadi istri mu.."


"Tidak apa apalah, tidak mencari saudaraku Naga hijau, asal bisa gantikan dia jadi .."


"Aduhhh..!"


Ucapan Kim Kim belum selesai jenggot Naganya, sudah di tarik oleh Nan Thian.


"Jaga ucapan mu, jangan tidak sopan..!"


tegur Nan Thian.


"Apa urusan mu ? kamu cemburu..?"

__ADS_1


"Atau takut aku jadi bibi mu..?"


"Aduhhhh..Aduhhh..! sakit..!"


"Kelewatan kamu..!"


bentak Kim Kim kesal karna Nan Thian menarik lebih keras janggutnya.


Fei Yang yang awalnya wajahnya sempat merah padam dan canggung, akhirnya dia tersenyum dan berkata,


"Sudahlah Thian Er, Kim Kim cuma bercanda, tak usah terlalu serius.."


"Siapa bilang, aku serius kok..!"


Bantah Kim Kim cepat.


Fei Yang tersenyum canggung dan berkata,


"Terimakasih nona Kim Kim perasaan mu, hanya bisa Fei Yang terima di hati saja.."


"Maaf Fei Yang saat ini, belum ada kepikiran kesana, harap nona mengerti.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum canggung.


Nan Thian sambil menggelengkan kepalanya berkata,


"Sudah jangan hiraukan dia.."


"Paman mengapa keluar harus ada portal, sedangkan masuk bisa langsung.?"


tanya Nan Thian penasaran, sekaligus untuk mengalihkan pembicaraan tadi.


Kim Kim hanya melirik kearah Nan Thian sambil bersungut-sungut.


"Lepaskan..!"


Sentak Kim Kim kesal, sambil menghentakkan kepalanya, sehingga janggutnya terlepas dari tangan Nan Thian.


Nan Thian yang memang ingin melepaskannya, dia membiarkan saja.


Fei Yang sambil tersenyum sabar menjelaskan.


"Itu adalah pintu yang muncul otomatis, saat portal alam dimensi, sedang mengisi kekuatan dengan hawa langit dan bumi."


"Kapan munculnya tidak ada yang tahu, biasanya pintu muncul selama 1/2 jam, setelah itu akan tertutup kembali."


"Itu yang di namakan jodoh, saat kalian jatuh, kebetulan portal kehabisan energi, jadi dia terbuka sendiri.."


ucap Fei Yang memberi penjelasan.


Nan Thian mengangguk, sesaat kemudian baru berkata,


"Paman bagaimana, bila suatu hari kami ingin kembali kedalam sana menemui paman.?"


"Ohh itu mudah pukul saja dinding portal dimensinya, 3 kali pelan tidak kali sedikit lebih kuat.."


"Aku akan tahu kalian datang, nanti akan aku bukakan pintu portalnya."


Nan Thian mengangguk, lalu dia kembali berkata,


"Paman satu lagi, kenapa kita tidak minta Kim Kim mencoba untuk menyembuhkan bibi..?"


Kim Kim sambil terkikik berkata,


"Pertama aku tidak Sudi sembuhkan kompetitor.."


"Kedua paman mu takut aku mencelakainya.."


"Sembarangan..!"


bentak Nan Thian sambil menjitak kepala Kim Kim.


Kim Kim sedikit meringis, tapi dia tidak marah.


Fei Yang sambil tersenyum berkata,

__ADS_1


"Nona Kim Kim pandai bercanda, tentu saja bukan itu.."


"Aku melakukannya lebih karena, kondisi tubuh bibi mu yang sangat lemah.."


"Dia tidak bisa di bantu dengan penyembuhan dengan kekuatan dari luar.."


"Seluruh titik Meridian tertutup rapat, nadi dan jalan darah juga menyempit."


"Bila di paksa, takutnya pembuluh darah nya akan pecah.


Hal itu malah akan sangat membahayakan nyawanya.."


ucap Fei Yang menjelaskan.


Nan Thian menatap pamannya dan berkata,


"Lalu apa paman punya cara lain ?"


Fei Yang tersenyum sabar dan berkata,


"Kalau dari paman jelas belum punya kemampuan itu, mungkin di dunia ini selain kakak seperguruan Thian Tu."


"Tabib dewa Hua Sin, yang tinggal di puncak Xuan Wu, dekat Xu San, tidak akan ada orang kedua lagi yang mampu untuk itu.."


ucap Fei Yang pelan.


Nan Thian kembali mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu, sebelum kami berangkat ke pulau pelangi, kami akan pergi ke puncak Xuan Wu menjemputnya kemari dulu.."


"Baru kami berangkat.."


ucap Nan Thian.


"Loh kok,.. berubah arah kak, Xu Dan jauh dan tidak searah.."


protes Kim Kim.


"Bawel udah ikut aja, atau kamu boleh pergi sendiri ke pulau pelangi.."


"Aku sendirian ke puncak Xuan Wu.."


ucap Nan Thian tegas.


"Ya,..ya,.. begitu aja ngambek.."


"Dasar nasib,.. sebelum aku mati kelelahan, kakak tidak akan puas, dasar raja tega.."


omel Kim Kim panjang pendek.


Nan Thian tidak terlalu menanggapi nya, karena sudah hapal persis sifat Kim Kim.


Fei Yang tersenyum tidak enak hati dan berkata,


"Thian Er Kim Kim benar, sebaiknya kamu pertimbangkan lagi.."


"Xu San itu ada di dekat pegunungan Kun Lun San di daerah barat, sedangkan pulai pelangi ada di ujung timur matahari terbit.."


"Itu sangat berlawanan arah, dan akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga.."


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Paman tidak usah khawatir, itu bukan masalah bagi kami.."


Kim Kim terlihat menggerutu pelan,


"Ya tidak masalah bagi mu, bukan kamu yang terbang.."


"Tahu duduk, sampai.."


",Aku yang pahit nasibnya, derita ras naga yang kehilangan negerinya.."


"Nasib nasib.."


.

__ADS_1


__ADS_2