PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
NENEK ANEH


__ADS_3

Zhao Yuan Zuo terus menghindar dan menebas tapi tidak ada satupun yang berhasil menyentuh nenek itu.


Seberapa cepat dia bergerak, seberapa cepat pula nenek itu menghilang dan menyerangnya dari belakang punggung.


Zhao Yuan Zuo semakin lama semakin murka, dia seperti sedang melawan bayangan' diri nya sendiri.


Dengan satu hentakan energi kegelapan, yang membentuk ribuan golok kecil berwarna hitam mengelilingi seluruh tubuhnya.


Lalu melesat kesegala penjuru tanpa menghiraukan sinar putih yang datang menyerang punggungnya.


Karena di punggungnya secara otomatis sudah muncul perisai diagram kuno merah hitam, untuk menyambut dan menahan serangan cahaya putih, yang datang.


Sekali ini bayangan yang mengejarnya dan selalu berada di belakangnya hancur semua.


Cahaya putih yang berbenturan dengan perisainya pun sirna begitu saja, tanpa meninggalkan.


"Ilusi,..!!"


"Keparat kau,..!!"


"Dasar nenek bangsat, berani kau menipu dan mempermainkan ku..!!"


teriak Zhao Yuan Zuo kesal.


Suaranya teriakan kemarahannya, membuat seluruh kawasan istana mengalami goncangan hebat Miri gempa.


Zhao Yuan Zuo belum puas, dia melesat menghilang, melakukan pengejaran mengikuti instingnya.


Wei Wen berdiri bengong menatap tangan dan pedang pendek, yang tergeletak di hadapannya


berlumuran darah Fei Yang.


Pedang itu terlepas dari pegangan tangan Fei Yang, saat nenek itu menotok beberapa titik jalan darah di punggungnya, dengan energi tanpa wujud.


Wei Wen dengan tangan gemetar menjemput pedang yang tergeletak itu.


Dia terus menatap pedang itu dengan tatapan mata tak percaya dan di penuhi kesedihan dan penyesalan yang mendalam.


Meski tidak pasti, tapi melihat kakak pertama nya, dari orang idiot, berubah menjadi seorang jagoan mengerikan.


Di dalam hati dia sudah bisa menebak setengahnya, pelaku kematian kakaknya dan ayahnya kemungkinan besar bukan Fei Yang.


Ada kemungkinan besar berhubungan dengan kakak pertama nya sendiri.


Fei Yang tidak berbohong padanya, Fei Yang bukan pelakunya, Fei Yang dijebak dan di kambing hitam kan.


Secara logika bila Fei Yang ingin membunuh ayah dan kakaknya.


Dengan kemampuannya, Fei Yang bisa saja langsung lakukan tanpa harus repot repot menikahinya.


Bahkan meresikokan orang tuanya jauh jauh datang berkunjung ke kerajaan Song.


Tap dia lebih memilih percaya pada apa yang dia lihat dan dengar langsung.

__ADS_1


Ketimbang pikiran logika dan dorongan hati kecilnya, yang memintanya untuk bersikap tenang dalam mengambil keputusan.


Padahal Fei Yang sudah berusaha terus memberi penjelasan padanya, tapi dia justru memilih tidak mempercayainya.


Kini bila benar pelakunya adalah kakak' nya, menyesal pun telah terlambat.


Dia telah melukai Fei Yang dengan sangat dalam, baik fisik maupun perasaannya.


Fei Yang bahkan hampir memilih mati untuk nya, bila nenek itu tidak muncul tepat waktu menolongnya.


Kemungkinan saat ini dia akan menyaksikan ketiga orang yang di sayanginya tewas sia sia di hadapannya.


Terpikir tentang jasad, Wei Wen pun tersadar dari lamunannya.


Dengan terburu-buru, dia kembali menghampiri jasad ayahnya, Wei Wen berusaha membangunkan jasad ayahnya, yang mulai kaku dan dingin.


Tapi karena berat, kini dia tidak mampu mengangkatnya sama sekali.


Wei Wen Langsung menoleh kearah para pasukan Yi Ling Cin yang terus berdiri diam di sana.


"Pengawal,..! Pengawal,.! cepat kemari bantu aku, kenapa.kalian semua diam saja di sana..!?"


teriak Wei Wen marah.


Tapi ekspresi wajah Yi Ling Cin itu, semuanya dingin bagaikan mayat hidup, mereka tidak menjawab juga tidak bergerak sama sekali dari tempatnya.


Wei Wen dalam kebingungan akhirnya hanya bisa menangis sedih di dekat mayat ayah dan kakaknya, tanpa tahu harus berbuat apa, karena tidak ada yang menghiraukannya.


Setelah pemakaman kaisar Zhao Kuang Yi, Wei Wen memilih mengundurkan diri dari posisinya sebagai putri kerajaan.


Wei Wen memilih mengambil jalan Buddhis meninggalkan


keduniawian mengikuti jejak nenek nya, yang sudah terlebih dahulu mengambil jalan tersebut.


Begitu pula dengan istri almarhum kaisar sebelumnya, kaisar pembuka negara Zhao Kuang Yin.


Dia juga memutuskan menjadi biksuni, setelah ke 3 putranya di kirim ke Medan perang oleh pamannya Zhao Kuang Yi.


Hingga ke 3 putranya semua gugur di Medan perang, bahkan jasadnya pun tidak pernah kembali.


Ketiga wanita itu memilih menjadi biksuni dengan membawa kekecewaan dan penyesalan masing masing.


Sementara itu di sebuah kelenteng bobrok di pinggir kota raja Kai Feng.


Terlihat Fei Yang terbaring tidak bisa bergerak, menatap nenek tua yang sedang mengobati luka di perutnya dengan heran.


Sambil mengobati Fei Yang nenek itu berkata,


"Anak muda, susah payah guru mu mewarisi kamu dengan seluruh kemampuannya.."


"Susah payah nenek mu mengorbankan nyawa nya, demi bisa melihat kamu menjadi raja yang baik menggantikan ayah mu.."


"Berapa banyak orang yang menyayangi mu, menunggu janji mu yang belum kamu penuhi."

__ADS_1


"Kamu malah memilih bunuh diri demi gadis, yang begitu tipis rasa percayanya pada mu.."


"Bila kamu merasa itu layak dan pantas, setelah sembuh nanti kamu boleh pergi mencarinya lagi..'


"Aku tidak akan usil mencampuri hidup mu lagi, mau hidup mau mati terserah pada mu.."


ucap Nenek itu sambil menutup kembali baju Fei Yang yang di bukanya untuk mengobati luka Fei Yang tadi.


Setelah merapikan baju Fei Yang, nenek itupun langsung berjalan pergi meninggalkan Fei Yang.


"Nenek terimakasih,..!"


"Kalau boleh tahu siapa nama nenek..!?"


tanya Fei Yang setengah berteriak.


Nenek itu menghentikan langkahnya, menoleh kearah Fei Yang dan berkata,


"Kenapa ? apa sekarang jadi tertarik sama nenek nenek ?"


"Bukankah kamu masih ada tunangan cantik yang menunggu mu pulang..?"


ucap Nenek itu sambil tersenyum mengejek.


Fei Yang jadi terdiam, wajahnya merah padam menghadapi pertanyaan balik nenek tersebut.


Hatinya penasaran ingin tahu siapa sebenarnya nenek itu, ? mengapa bisa tahu begitu tentang dirinya.?


Kemampuan nenek itu juga membuatnya penasaran, nenek itu bahkan mampu memperdaya dan mempermainkan Zhao Yuan Zuo yang cerdik dan sakti.


Tapi semua penasaran itu harus dia telan kembali, karena todongan yang nenek itu lakukan barusan.


"Hi,..hi,.. hi..! lihat wajah mu sampai jadi merah begitu.."


"Jangan jangan kamu benar benar menyukai ku..?"


ucap nenek itu sambil tertawa.


Meski nenek itu sudah tua, tapi giginya terlihat masih utuh, putih bersih berderet rapi.


Seperti mutiara kecil berkilauan saat dia sedang tertawa.


Nenek itu berjalan kembali menghampiri Fei Yang sambil senyum senyum.


"Apa yang akan kamu lakukan ?"


tanya Fei Yang curiga melihat senyum mesum nenek tersebut.


"Hi,..hi,..hi,.. ! kamu sangat tampan dan menarik.."


"Aku akan memberikan kamu kenangan yang tak pernah bisa kamu lupakan.."


ucap nenek itu sambil tersenyum genit.

__ADS_1


__ADS_2