PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TERIAKKAN KETAKUTAN


__ADS_3

Setiap ada kabut ungu yang muncul Fei Yang akan melepaskan pukulan udara kosong membuyarkan nya.


Sepanjang perjalanan mereka banyak menemukan kerangka tulang hewan dan manusia yang mungkin mati terserang oleh racun ini.


Akhirnya mereka menemukan tempat asal munculnya kabut ungu beracun itu.


Kabut ungu itu ternyata berasal dari sebuah kolam yang airnya bisa berubah-ubah warna.


Setiap beberapa menit kolam berair jernih akan berubah warna menjadi ungu, tak lama kemudian dari kolam akan muncul uap kabut berwarna ungu.


Uap itu akan bergerak mengikuti arah tiupan angin.


Di dalam hutan tersebut selain terdapat banyak kolam beracun seperti yang mereka lihat ini.


Juga banyak terdapat berbagai jenis hewan berbisa yang berkeliaran secara bebas.


Melihat situasi ini Fei Yang menggelengkan kepalanya, jangankan jumlah musuh lebih banyak.


Sekalipun jumlah mereka lebih banyak, juga akan sulit mengalahkan lawan di medan pertempuran seperti ini.


Zhao Heng sendiri juga terlihat pusing memikirkan cara menahlukkan musuh yang pintar bermain di lokasi pertempuran seperti ini.


Mereka terus melintasi hutan tersebut, tiba-tiba si pemandu jalan berkata


"Hati hati.. bila ingin selamat, sebaiknya oleskan tubuh kalian dengan air seni kalian sendiri.."


"Bila tidak akar akar tanaman di depan sana, akan menjerat mengikat kalian, buat jadi mangsa bunga iblis.


Fei Yang dan Zhao Heng masing masing berjalan kebalik pohon mengikuti petunjuk dari si pemuda itu.


Hanya Wei Wen yang tidak mau melakukannya, karena merasa jijik, dia hanya pura pura bersembunyi di balik semak semak sebentar.


Setelah menyiram dirinya dengan air minum, dia pun sudah kembali berkumpul dengan rombongan.


Si pemandu jalan yang tidak tahu akan hal itu, diapun meneruskan perjalanan, Fei Yang Zhao Heng dan Wei Wen mengikutinya dari belakang.


Tapi baru saja mereka bergerak mendekati tempat yang di tunjuk oleh pemuda itu.


Akar akar tanaman itu langsung bergerak mengincar Wei Wen.


Melihat hal ini, Fei Yang tentu tidak bisa tinggal diam, Fei Yang menggunakan sepasang pedang api dan es nya melindungi Wei Wen.


Setiap akar tanaman yang datang pasti akan ditebasnya menjadi abu atau menjadi pecahan es.


Tapi akar itu tidak berhenti semakin lama semakin banyak yang bergerak gerak datang menyerang dari berbagai arah.


Setiap terkena tebasan pedang Fei Yang, akar itu akan beregenerasi tumbuh lagi menjadi lebih besar dan lebih kuat.


Kembali datang menyerang semakin lama semakin banyak akar yang datang menyerang.


Fei Yang harus bergerak kesana kemari untuk melindungi Wei Wen yang berdiri ketakutan diam di tempatnya.


Lama kelamaan Fei Yang pun menjadi kesal dan berteriak marah,

__ADS_1


"Baik bila itu mau kalian,.. jangan salahkan saya kejam..!!"


Fei Yang mengalirkan energi api semestanya kedalam pedang merah.


Pedang biru sudah Fei Yang simpan.


Sebelum Fei Yang bergerak menyerang,.dia membuat perisai berwarna biru, membentuk sebuah kubah biru dengan tulisan tulisan kuno.


Melindungi Wei Wei Zhao Heng dan pemuda penunjuk jalan itu.


Setelah itu Fei Yang baru mulai bergerak melampiaskan kekesalannya, terhadap akar akar tanaman yang menghalangi perjalanannya.


Tubuhnya berubah gulungan sinar merah seperti badai tornado api menyapu kesegala arah.


berputar-putar di sekitar tubuh Yi Wen lingkaran putaran nya semakin lama semakin melebar.


Setiap area yang dilewatinya langsung terjadi kebakaran hebat api berkobar kobar menyambar kesegala arah.


Dalam sekejap mata seluruh area yang di penuhi oleh akar tanaman kini hangus menjadi abu.


Fei Yang yang kesal tidak berhenti meski akar akar itu mulai menyusut kembali ke asalnya.


Akar akar itu seperti di kendalikan oleh mahluk berpikiran yang tahu bahaya.


Mereka berusaha bergerak mundur menjauh, tapi Fei Yang yang terlanjur kesal.


Membabat mereka tanpa ampun hingga sampai ke sumbernya, di mana di bagian paling ujung akar tanaman tersebut.


Terdapat puluhan pohon besar yang memiliki bunga bunga besar berwarna merah bergelantungan di pohon tersebut.


Karena potongan itu pada hancur remuk patah patah berserakan di atas tanah.


Melihat hal itu, Fei Yang berteriak emosi,


"Tanaman laknat, hari ini akan ku punahkan kalian semuanya..!"


"Rasakan lah api semesta ku.!!"


Seberkas cahaya api putih berkelebat mutar, keluar dari ujung pedang api ditangan Fei Yang.


Puluhan batang pohon besar itu satu persatu tumbang terpotong menjadi dua.


Api putih besar menjilat jilat membakar habis pohon pohon besar itu dalam sekejab habis menjadi puing puing abu.


Hingga ke Tunggul Tunggul akar tanaman itu semuanya habis terbakar menjadi kayu arang.


Fei Yang berdiri dengan tubuh di selimuti api putih berkilauan.


Dia mengedarkan pandangannya melihat lihat masihkah ada jenis tanaman ini yang masih tersisa.


Tapi yang dia temukan, sepanjang mata memandang hanya ada hutan yang hangus terbakar.


Tidak ada yang bersisa kecuali kubah pelindung yang berisi ketiga temannya.

__ADS_1


Fei Yang pun kembali kearah temannya, membuka segel pelindung dan berkata,


"Kalian bertiga tidak apa-apa,..?"


Zhao Heng menatap Fei Yang dengan takjub dan berkata,


"Pantas ayah ku hanya mengirim kalian berdua datang menemui ku.."


"Dengan adanya kamu di pihak kami, itu sudah mewakili jutaan pasukan.."


ucap Zhao Heng sambil tertawa gembira.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Perjalanan kedepan masih panjang, kita tidak mengenal lawan, hati hati adalah lebih baik..'


"Ayo kita teruskan perjalanan bila kalian semua baik baik saja.."


Pemuda penunjuk jalan mengangguk cepat kini pandangan nya terhadap Fei Yang sangat berbeda.


Dia buru buru bergerak meninggalkan tempat tersebut melanjutkan perjalanan.


Sambil berjalan di samping Wei Wen, Fei Yang melirik kearah Wei Wen dan berkata,


"Kamu bagus ya,..? lagi lagi bikin masalah.."


Wei Wen meleletkan Lidahnya dan berkata sambil tersenyum manja.


"Karena aku percaya kamu akan selalu siap melindungi dan menjaga ku, makanya aku berani.."


"Lepaskan tangan mu, gak enak di lihat kakak mu.."


ucap Fei Yang panik karena Wei Wen menggelayut manja di lengannya.


Wei Wen dengan wajah cemberut melepaskan pegangan tangannya dan berkata,


"Banyak yang suka aku tak mau, ini kamu malah..."


"Dasar bodoh..,"


"Ehh kamu memaki ku,..kamu minta.."


ucap Fei Yang ingin menjitak kepala Wei Wen.


"Ya,..yang ku maki memang kamu,..siapa lagi dasar kerbau..!"


ucap Wei Wen sambil menjulurkan lidahnya mengejek Fei Yang.


Kemudian dia berlari kedepan menjauhi Fei Yang.


"Awas jangan terlalu kedepan bahaya.."


teriak pemuda penunjuk jalan kaget.

__ADS_1


Saat melihat Wei Wen berlari kearah depan meninggalkan mereka.


Tiba-tiba terdengar teriakan ketakutan Wei Wen dari balik hutan yang dia masuki.


__ADS_2