PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERMINTAAN IBU GURU NAN THIAN


__ADS_3

Lian Se Hua tersenyum lembut dan berkata,


"Seperti yang kamu lihat, keadaan ku memang sudah jauh lebih baik sekarang.."


"Semua ini berkat bantuan pengobatan dari mu dan perawatan yang baik dari Pai Xue."


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Semu, bila Semu ingin berterimakasih jangan ke Nan Thian, harusnya ke Lie Semei.."


"Dia lah yang selama ini paling sibuk dan cemas selama Semu kurang sehat.."


ucap Nan Thian sambil menoleh kearah Lie Pai Xue.


Lie Pai Xue langsung menundukkan kepalanya, dengan wajah merah dan agak salah tingkah.


Lie Pai Xue berkata dengan suara pelan,


"Nan Thian Sexiong melebih lebih kan, Pai Xue hanya lakukan yang bisa Pai Xue lakukan, dan menjalani arahan Nan Thian Sexiong saja.."


Lian Se Hua tersenyum dan berkata,


"Kalian berdua begitu kompak, dan saling mengalah buat yang lain nya.."


"Seniang lihat kalian berdua sangat cocok..'


Mendengar ucapan dari Semu nya, Nan Thian hanya bisa menanggapi nya dengan senyum canggung.


Sedangkan Pai Xue, kepalanya terlihat tertunduk semakin dalam, wajahnya semakin merah, hingga daun telinga dan kulit lehernya pun ikut memerah.


Melihat respon kedua muridnya, sambil tersenyum, Lian Se Hua kembali berkata,


"Thian Er apa kamu sudah punya istri dan anak..?"


Nan Thian sambil tersenyum canggung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Belum Semu,.. Thian Er masih seorang diri.."


Mendengar jawaban Nan Thian Lian Se Hua langsung tersenyum gembira dan berkata


"Thian Er Seniang kemari selain ingin mengucapkan rasa terimakasih Seniang.."


"Seniang juga ingin membicarakan hal lainnya dengan mu.."


Nan Thian sambil tersenyum pahit berkata,


"Semu ingin bicara apa, katakan saja, Thian Er selalu siap mendengarkannya.."


Lian Se Hua mengangguk dan melanjutkan berkata,


"Thian Er seperti yang kamu tahu, setelah permasalahan mu dulu dengan Xue Xue.."


"Guru mu dan Semu, selalu merasa sangat bersalah dengan mu.."


"Kini guru mu juga sudah pergi, membawa harapan dan penyesalan nya ."


ucap Lian Se Hua dengan sepasang mata berkaca-kaca dan sedikit termenung.

__ADS_1


Nan Thian menatap Semu nya dan berkata,


"Soal itu Semu tak perlu merasa menyesal dan bersalah, Thian Er sama sekali tidak pernah menyalahkan siapapun perihal itu.."


"Semua adalah jodoh dan takdir Thian Er dan Siao Semei yang buruk, sehingga kami tidak bisa bersama.."


"Tidak ada hubungannya dengan siapapun, termasuk Sefu dan Seniang."


"Seniang sebaiknya jangan terlalu bersedih, ingat jaga kesehatan, yang berlalu biarlah berlalu, jangan terlalu di pikirkan lagi.."


ucap Nan Thian sambil menatap wajah Semu nya dengan prihatin.


Lian Se Hua mengangguk, dia menghapus dua titik bening di ujung matanya dengan jarinya.


Setelah itu sambil menghela nafas panjang dia menatap Nan Thian dengan serius dan berkata,


"Thian Er Seniang tahu kamu sangat mencintai Xue Xue, tapi waktu tidak mungkin bisa di putar kembali.."


"Kamu juga harus melihat kedepan, jangan terus terbelenggu oleh kenangan masa lalu mu.."


Nan Thian mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih Semu, Thian Er akan mengingatnya selalu.'


"Thian Er, saat ini tidak ada yang lebih ingin Semu lihat, selain melihat mu menikah, berkeluarga, menjalani hidup baru mu dengan bahagia.."


"Thian Er Semu kini hanya memilki dia, kulihat kalian berdua sangat lah cocok.."


"Bagaimana bila Semu bantu menjodohkan kalian berdua, kita segera adakan acara pernikahan di Qing Hai Pai.."


"Hitung hitung juga untuk merubah suasana duka yang menyelimuti Qing Hai Pai, menjadi suasana gembira dan ceria.."


"Bagaimana menurut kalian berdua..?"


tanya Lian Se Hua sambil tersenyum menatap kearah Lie Pai Xue yang tertunduk malu duduk diam disebelahnya.


"Pai Xue tidak ada pendapat, semuanya mengikuti pengaturan Seniang.."


ucap gadis itu pelan, lalu dia bangkit berdiri dan berlari meninggalkan tempat itu kembali ke kamarnya.


Dia terlalu malu, hatinya juga terlalu senang dan bahagia.


Sehingga dia tidak bisa menahan diri, mencari tempat privasi, untuk meluapkan perasaan bahagia nya tanpa ada yang melihat.


Lian Se Hua mengerti perasaan muridnya, dia tidak mencegahnya.


Hanya tersenyum melihat bayangan punggung muridnya menghilang dari sana.


Setelah itu dia baru menoleh kearah Nan Thian dan berkata,


"Thian Er bagaimana pendapatmu.?"


Nan Thian sejak mendengar ucapan Semu nya, ekspresi wajah nya menjadi serba salah.


Kini mendapat pertanyaan secara langsung, Nan Thian tidak punya jalan mundur.


Nan Thian kini menatap Semu nya dengan serius dan berkata,

__ADS_1


"Maafkan Thian Er yang harus mengecewakan harapan semuanya.."


"Thian Er tidak bisa memenuhinya, karena di hati Thian Er kini sudah ada yang mengisinya.."


"Jadi untuk hal ini, maafkan Thian Er, Thian Er belum bisa memenuhinya.."


ucap Nan Thian tegas.


Lian Se Hua menghela nafas kecewa dan berkata,


"Thian Er kalau boleh Semu tahu, siapa gadis yang beruntung itu..?"


"Jangan bilang itu adalah putri ku Xue Xue, kalau itu Semu tidak akan bisa menerimanya.."


ucap Lian Se Hua sambil menatap sepasang mata Nan Thian lekat lekat.


Seakan-akan ingin mencari kepastian dari sana.


Nan Thian balas menatap kearah Semu nya dan berkata dengan serius,


"Semu terus terang saja, Xue Xue di hati Thian Er, perasaan itu, sudah lama mati bersama Thian Er, saat pertemuan kami di Lian Hua Feng."


"Kini yang tersisa hanya sedikit kenangan manis dan pahit masa lalu saja.."


"Kini di hati Thian Er sepenuhnya hanya terisi oleh Li Meng Zi, putri dari kakek paman guru Li Fei Yang.."


Lian Se Hua menatap Nan Thian dengan wajah kaget dan berkata,


"Berarti dia masih terhitung bibi mu,..nak..?"


Nan Thian tersenyum pahit dan berkata,


"Dia bukan hanya masih terhitung bibi guru Thian Er, tapi lebih dari itu."


"Dia juga sudah punya tunangan yang di tentukan oleh Kakek Paman guru Fei Yang, jauh sebelum dia lahir."


"Dia juga sudah menikah dengan tunangannya sekarang.."


"Tapi di dunia ini, selain dia, hati dan perasaan Thian Er, sudah tidak bisa muat gadis mana pun juga"


"Itulah keputusan Thian Er.."


"Di sini Thian Er juga sekaligus, ingin pamitan dengan Semu.."


ucap Nan Thian sambil memberi hormat.


"Ahh Thian Er kenapa kamu harus seperti ini..?"


ucap Lian Se Hua yang terlihat tak berdaya, dia hanya bisa menatap Nan Thian dengan sedih.


"Thian Er kamu dengarlah nasehat dari Seniang, lupakan lah bibi mu itu.."


"Terimalah perjodohan dari Seniang ini, perjodohan ini akan sangat baik bagi semuanya.."


"Kamu jangan pernah lagi menyiksa diri mu sendiri, kamu layak bahagia, anak ku.."


ucap Lian Se Hua menatap Nan Thian dengan penuh prihatin.

__ADS_1


__ADS_2