
"Kakek Sian Sian sudah katakan berapa kali, Sian Sian tidak Sudi di jodohkan dengan si jelek Fei Yang yang sombong itu.."
"Mengapa kakek masih begitu memaksa ?"
"Lagipula si pengecut itu, sudah melarikan diri ke negeri Song, tidak tahu sudah mati atau hidup, buat apa kakek masih begitu keras kepala.."
ucap Sian Sian dengan wajah cemberut.
"Sian Sian,..! cukup,..! jaga ucapan mu, kakek yakin, pasti telah terjadi sesuatu pada Li Yuan Hao dan Fei Yang."
"Mereka bukan lah tipe orang, seperti gosip tidak benar itu, yang sengaja disebarkan oleh manusia khianat, tak bertanggung jawab..'
"Selama Fei Yang masih belum ditemukan jasadnya, kamu selamanya akan terikat dengan pertunangan itu.."
"Bila kamu berani macam macam, tidak taat aturan, jangan salahkan kakek bersikap kejam pada mu..!"
"Ingat itu baik baik..!"
ucap Li Cing kesal.
"Kakek,..!!"
teriak Sian Sian kesal sambil membanting kakinya dengan wajah merah padam.
Sedangkan Li Cing memilih keluar dari dalam kereta, duduk di sebelah Fei Yang, untuk menenangkan emosinya.
Fei Yang mendengarkan dengan jelas semua pembicaraan kakek Li Cing dan cucunya Sian Sian.
Fei Yang hanya menghela nafas panjang, dia sendiri juga sebenarnya tidak setuju dengan perjodohan itu.
Dia sendiri masih banyak urusan yang harus di kerjakan, tugas yang di pikul di bahunya masih sangat banyak.
Begitu banyak saudara seperguruannya yang mati penasaran, hutang nyawa dan darah itu tidak mungkin dia abaikan.
Dia harus mencari musuh musuhnya dan meminta pertanggungjawaban dari musuh-musuh nya.
Saat ini yang mau dia urus adalah pamannya Li Yuan Hao dan Li Yung, dia harus dapatkan keadilan untuk Pamannya Li Yuan Tan dan ke 30 pengawal pribadinya, yang gugur tanpa kuburan layak, dan masih harus memikul nama jelek dan fitnah fitnah keji.
Fei Yang meski sedikit kesal dengan ucapan Sian Sian teman mainnya semasa kecil, yang memandang dirinya seperti itu.
Tapi dia bisa mengerti dan paham, manusia memang bisa berubah, setelah dewasa tentu tidak sepolos dan selugu seperti saat mereka masih kecil dulu.
Harta Kekuasaan Nama, bisa merubah manusia menjadi sangat realistis, contoh terbaik adalah pamannya Li Yuan Hao dan kakak sepupunya Li Yung.
Jadi Fei Yang sama sekali tidak menyalahkan sikap dan ucapan dari Sian Sian tunangan masa kecilnya itu.
Bahkan Fei Yang sudah mengambil keputusan setelah masalah di Xi Xia ini selesai, dia akan ajukan pemutusan hubungan pertunangan yang tidak jelas itu.
Tapi Fei Yang punya rencana untuk membalas mengerjai Sian Sian yang manja itu.
Melihat Li Cing keluar dari dalam kereta dan memilih duduk di sisi nya.
Fei Yang pun menyimpan kembali potongan Giok hijau setengah bagian, yang ada di dalam telapak tangannya kedalam cincin.
Lalu melanjutkan fokus mengendalikan pergerakan kereta kuda itu.
__ADS_1
Sesaat kemudian Li Cing menoleh kearah Fei Yang dan berkata,
"Anak muda kamu berasal dari mana ? siapa nama mu ?"
Fei Yang tanpa menoleh berkata,
"Nama ku Afei paman, aku tadinya ikut dengan rombongan pengawalan barang dari kerajaan Song, ke Xi Xia."
"Tapi apes ditengah jalan kami diserang perampok, aku yang berusaha melarikan diri akhirnya terpisah dari rombongan."
"Lebih apesnya lagi, aku malah bertemu harimau dalam pelarian ku, sehingga aku di kejar kejar harimau hingga ketempat ini.."
ucap Fei Yang menutup ceritanya.
"Afei, boleh aku memanggil mu Afei ?"
tanya Li Cing sambil tersenyum lembut.
Fei Yang buru buru menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Tentu saja boleh tuan.."
"Aku bukan tuan mu, kamu boleh panggil aku paman Li atau kakek Li terserah kamu, tapi jangan panggil aku tuan.."
ucap Li Cing sambil tersenyum ramah.
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Kalau begitu aku panggil paman Li saja, karena panggilan kakek terlalu tua untuk paman.."
ucap Li Cing yang tidak tahu mengapa saat bersama Fei Yang, dia merasa sangat akrab dan menyukainya.
Fei Yang melirik sejenak kearah Li Cing, kemudian berkata,
"Paling paling 55,.. benar..?"
"Ha,.. ha,.. ha,.. Afei kamu bisa saja menyenangkan hati orang tua ini, umur ku sudah hampir 80, mana mungkin terlihat seperti orang berusia 50 an.."
"Ha,..ha..ha,..! dasar ngawur.."
Afei pura pura bodoh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum canggung.
"Afei,..orang tua mu tinggal di mana ?"
tanya Li Cing yang merasa kasihan dan bersimpati dengan Fei Yang.
"Aku sejak kecil sudah tidak mengenal orang tua paman.."
ucap AFei asal.
"Tidak punya orang tua, lalu siapa yang merawat mu hingga sebesar ini ?"
tanya Li Cing heran.
"Menurut pelayan tua di perusahaan expedisi kuda terbang, aku di bawa ke expedisi kuda terbang saat berusia 2 tahun.."
__ADS_1
jawab Fei Yang asal.
'Paman Li, aku saat ini tidak punya tujuan dan tempat tinggal, boleh tidak aku ke depan nya ikut dengan Paman.."
"Biar aku menjadi pelayan yang mengerjakan semua tugas di rumah paman.."
tanya Fei Yang sambil menatap Li Cing.
Karena menoleh kearah Li Cing, Fei Yang tidak melihat kearah jalan berlubang di depan.
Sehingga roda kereta masuk lubang, kereta pun berguncang hebat.
"Aduh,..!"
terdengar teriakan kaget Sian Sian di dalam kereta
"Ahhhh,..!"
Li Cing yang duduk di sebelah Fei Yang, juga ikut berteriak kaget.
Li Cing hampir saja terlempar dari kereta.
Untungnya tangannya di tahan oleh Fei Yang, sehingga tidak sampai terlempar keluar kereta.
Wajah Li Cing sedikit pucat akibat insiden tersebut, Fei Yang buru buru mengendalikan kereta, agar tidak sampai terguling.
"Maaf,..Maaf,.. Maaf,..paman, aku tidak sengaja, maaf,.!"
ucap Fei Yang merasa bersalah dan tidak enak hati.
"Paman,.. paman tidak apa-apa kan..?"
tanya Fei Yang khawatir.
"Tiba-tiba kerai penutup kereta terbuka, sesosok wajah cantik dengan muka cemberut dan marah berteriak ke Fei Yang,
"Hei pengecut yang tidak tahu balas Budi,..apa kamu tahu cara bawa kereta..!?"
"Bila tidak, cepat turun dari sini..!"
"Pergi jauh jauh, aku paling benci melihat pengecut yang melarikan diri, di saat orang yang membesarkannya sedang dalam bahaya..!"
Maki Sian Sian ke Fei Yang
Untuk melampiaskan semua kekesalan nya, baik terhadap kakek, tunangannya Fei Yang, maupun Afei,yang ngawur mengendalikan kereta.
Sehingga kepalanya sampai terantuk jendela kereta dan terasa sangat sakit.
Bagian dahi kirinya, terlihat sedikit merah dan benjol akibat benturan keras tak terduga itu.
"Maaf nona, aku tidak sengaja."
ucap Afei tanpa berani menoleh, dia hanya melirik sekilas saja kearah Sian Sian.
Diam diam Fei Yang harus akui Sian Sian ternyata sekarang sangat cantik, tidak kalah cantik dengan beberapa gadis yang pernah dia temui sebelumnya.
__ADS_1
.