PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMASUKI KOTA YIN CHUAN


__ADS_3

"Jendral Watobi dan Jendral Toba Chen, apa yang kalian ketahui tentang 300,000 pasukan perbatasan, siapa pemimpin di sana..?"


Lalu Fei Yang menoleh kearah Li Cing dan berkata,


"Paman tolong berikan ke saya, daftar nama para pendukung paman Li Yuan Hao."


Li Cing mengangguk cepat, lalu dia meminta Sian Sian membantunya menyerahkan datar tersebut ke Fei Yang.


"Sian Sian tolong bantu kakek berikan ke Fei Yang.."


ucap Li Cing sambil memberikan sebuah gulungan kertas ke Sian Sian.


Sian Sian mengangguk cepat,. dengan gembira dia berjalan menghampiri Fei Yang, sambil memberikan gulungan kertas itu, dia berkata,


"Ini kakak Yang daftarnya."


Fei Yang menerimanya sambil tersenyum dan berkata,


"Terimakasih Sian Sian,.."


Setelah itu Fei Yang kembali menoleh kearah Jendral Watobi dan Jendral Toba Chen, Fei Yang menunggu informasi dari kedua orang itu.


Watobi berdiri memberi hormat ke Fei Yang dan berkata,


"300.000 pasukan perbatasan di pimpin oleh Agoda adik ipar dari Li Yuan Hao."


"Maksud mu posisi itu di jabat oleh pangeran Khitan..?"


tanya raja Li Yuan Ming kaget sampai berdiri dari kursinya.


Watobi menunduk kan kepalanya dan berkata,


"Benar sekali yang mulia.."


Li Yuan Ming kembali jatuh terduduk dengan wajah pucat.


Dia terus menggelengkan kepalanya dan bergumam kecil,


"Kelewatan,..kamu sungguh kelewatan Adik Hao.."


Ibu Suri Halima juga berulang kali menghapus airmata, dan menghela nafas sedih, saat mendengar penjelasan Jendral Watobi barusan.


Fei Yang sendiri terdiam, dia sedang berpikir keras bagaimana caranya yang bisa dia ambil, untuk menghadapi 300.000 pasukan yang di bawah kendali Agoda..


Menghabisi semua nya itu terlalu kejam, tidak menghabisinya itu bisa menjadi ancaman besar buat kerajaan nya.


Fei Yang sambil menatap Watobi dan Toba Chen, dia kembali berkata,


"Apa ada yang tahu pasukan itu berapa banyak orang khitan,? dan berapa banyak yang berasal dari rakyat Xi Xia. ?"


Toba Chen memberi hormat dan berkata,


"Lapor pangeran Fei Yang, pasukan itu hanya sepertiganya saja rakyat Xi Xia, sisanya adalah orang khitan."


Fei Yang diam sejenak kemudian berkata,


"Apa ada yang pernah berjumpa dan mengenal Agoda,? apa yang dia sukai dan tidak sukai apa ada yang tahu..?"


"Agoda paling suka dengan orang orang yang memiliki kemampuan silat tinggi."

__ADS_1


"Dia paling suka mengadakan turnamen mencari orang berkemampuan tinggi untuk menjadi pengawal nya.."


"Dia banyak memelihara orang orang berkemampuan tinggi, untuk menjaga keselamatannya."


ucap Watobi menjelaskan yang dia tahu .


Mendengar penjelasan Watobi, Fei Yang pun menghela nafas panjang.


Dengan kondisi Agoda yang banyak di kelilingi orang sakti.


tentu akan sulit bagi Fei Yang untuk mengincarnya.


Setelah berpikir beberapa saat, Fei Yang pun kembali berkata,


"Selain Agoda, siapa lagi pendukung kuat Li Yuan Hao ?"


Fei Yang membuka gulungan kertas dari Li Cing, dan mulai melihat daftar nama yang tertera di dalamnya.


Daftar nama pendukung nya tidak banyak, tapi ada 3 orang yang di lingkari namanya, salah satu di antaranya adalah Agoda.


Sedangkan yang dua lainnya bernama Turgen dan Baatar.


Watobi memberi hormat dan berkata,


"Turgen Kepala Komandan pasukan pengawal istana.."


"Baatar Kepala Komandan intelijen negara.."


"Vipasana Guru negara Xi Xia.."


Fei Yang menganggukkan kepalanya dan berkata,


Fei Yang lalu menghadap kearah ayahnya, sambil berlutut Fei Yang berkata,


"Yang mulia, ananda menyarankan agar ayah ibu dan nenek menempuh perjalanan santai menuju Yin Chuan"


"Biar Jendral Watobi dan Toba Chen memimpin 50.000 tentara berkuda, mengawal perjalanan kalian kembali ke ibukota.."


"Ananda sendiri akan berangkat terpisah dengan Kim Tiaw ke Yin Chuan malam ini juga.."


"Mohon di ijinkan yang mulia..."


Li Yuan Ming sedikit ragu, dia menoleh kearah Ratu Sabrina meminta pendapat.


Ratu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Dia sudah melihat berulang kali kemampuan anaknya, dia yakin Fei Yang bisa memikul tanggung jawab tersebut.


Mendapatkan persetujuan dari istrinya, Li Yuan Ming, baru kembali melihat kearah Fei Yang dan berkata,


"Baiklah anak ku, kamu berangkatlah.."


"Hati hati di jalan.."


Fei Yang memberi hormat sekali lagi.


Lalu dia mendekati Li Cing, Fei Yang berbisik pada Li Cing.


"Paman Li jangan lupa hubungi pihak kerajaan Song."

__ADS_1


"Aku khawatir kerajaan Liao Dong akan melakukan invasi, begitu berita kejatuhan Li Yuan Hao di sini tersebar..."


Li Cing mengangguk dan berkata,


dengan suara pelan.


"Pangeran jangan khawatir pihak kerajaan Song sudah menyanggupinya.."


"Begitu pihak Liao bergerak, Jendral Yue dan Jendral Yang akan bergerak menyerang kerajaan Liao."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu, jaga diri dan kesehatan Paman.."


"Setelah semua aman, kita boleh bermain catur lagi.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum.


Li Cing pun tertawa senang dan berkata,


"Ingat janji mu, jangan lupa kembali bermain catur dengan ku.."


Fei Yang mengangguk, lalu menoleh kearah Sian Sian dan berkata,


"Aku pergi dulu, jangan suka marah marah nanti cepat tua.."


Sian Sian tidak marah, dia malah tersenyum manis dan berkata,


"Tua juga gak masalah, aku kan sudah ada yang punya, hati hati cepat kembali aku menunggumu."


Melihat respon Sian Sian, Fei Yang malah bergidik, sambil tersenyum canggung dia berkata sambil bergerak meninggalkan tempat tersebut.


"Maksud mu Li Dan kan ? ha,..ha,..ha,..! dia memang cocok untuk mu.."


"Afeiii...kau,...!!"


teriak Sian Sian kesal..


Tapi sesaat kemudian dia baru sadar, saat semua orang menatap kearahnya dengan heran.


Ternyata ucapan Fei Yang itu memang sengaja di kirim lewat pesan suara, dimana hanya dia saja yang bisa mendengarnya, orang lain tidak.


Dengan kepala tertunduk dan wajah merah, Sian Sian buru buru meninggalkan tempat acara perjamuan.


Sampai di kamar Sian Sian dengan kesal mengacak ngacak dan membanting semua barang di dalam kamarnya.


Sambil tiada henti memaki maki Fei Yang, yang telah membuatnya kesal dan malu di hadapan semua orang.


Sedangkan Fei Yang sendiri setelah mengerjai Sian Sian, sambil tersenyum puas, dia melompat ke punggung Kim Tiaw dan langsung bergerak menuju Yin Chuan.


Tujuan Fei Yang adalah mencari Li Dan teman lamanya, setelah itu, dia baru akan menyusun rencana bagaimana menghadapi Baatar dan Turgen.


Terutama Baatar, karena dia adalah kepala intelijen, Fei Yang harus hati hati semua pusat informasi ada ditangannya.


Menjelang pagi Fei Yang sudah berjalan memasuki kita Yin Chuan dengan santai.


Fei Yang langsung berjalan menuju sebuah restoran besar, mencari sarapan sekaligus informasi tentang Baatar dan Turgen.


Serta berita seputar kondisi dan situasi di kota Yin Chuan.

__ADS_1


__ADS_2