
Sebelum berhasil menyelesaikan kata kata terakhirnya yang khusus di tujukan ke perdana menteri Li.
Nyawa nenek Halimah keburu pergi meninggalkan dunia fana.
Dia sudah terbebaskan dari segala ikatan duniawi, yang selalu menimbulkan kecemasan kesedihan penyesalan kekecewaan kemarahan kebencian, kegembiraan kesenangan kebahagiaan yang bersifat semu dan sementara.
Semua kini telah terbawa pergi seiring dengan nyawanya, yang telah pergi meninggalkan jasad kasarnya.
"Nenekkkkk,... Fei Yang bersalah pada mu..!!!"
Fei Yang penuh kesedihan.
Fei Yang menangis dalam diam dengan tubuh gemetaran memeluk jasad neneknya erat-erat.
Ratu Sabrina meski akhir akhir ini sering ribut dan tidak suka dengan keputusan mertua nya yang di anggap pikun.
Tapi tetap saja ikatan mereka, yang sudah begitu dekat, sekian tahun hidup bersama dalam suka dan duka.
Membuatnya tidak bisa menahan diri untuk menangis tersedu-sedu sambil memeluk erat tubuh suaminya yang mulai kembali hangat.
Perdana menteri Li juga memejamkan sepasang matanya, menengadah keatas berusaha menahan air matanya agar tidak runtuh.
Tapi tetap saja airmata melompat keluar dari kedua sudut matanya dan bergulir turun menuju telinga nya.
Seluruh pasukan elite Li Dan dan Lan Yi menjatuhkan diri berlutut dan semuanya tertunduk sedih.
Raja Li Yuan Ming yang akhirnya terbangun dalam pelukan istrinya dia mengedarkan pandangan matanya dengan bingung.
Perlahan-lahan ingatan nya baru kembali satu persatu.
Melihat putranya hadir di sana sambil memeluk neneknya dan menangis dalam diam.
Li Yuan Ming segera sadar apa yang telah terjadi, dia segera memberontak melepaskan diri dari pangkuan istrinya.
Lalu sambil merangkak dan berteriak menangis sedih, Li Yuan Ming menggenggam tangan Nenek Halimah, lalu meletakkan nya di pipinya.
Raja Li Yuan Ming menangis sedih seperti seorang anak kecil.
Perdana menteri Li yang paling duluan berhasil menenangkan perasaan nya.
Dia berjalan menghampiri Fei Yang dan berkata,
"Fei Yang jangan terlalu bersedih lagi, nenek mu berpesan pada ku sebelum kami berangkat.."
"Bila dalam perjalanan ini, terjadi sesuatu yang buruk padanya."
"Dia ingin kamu yang membuka dan membaca surat itu.."
"Surat itu dia simpan di saku bajunya.."
Fei Yang mengangguk, lalu dia mengeluarkan sepucuk surat yang di simpan di saku baju Neneknya dan tersegel rapi.
Fei Yang mengenali segel surat itu adalah segel pribadi milik nenek nya.
Selain dirinya tidak ada yang pernah di beritahu oleh neneknya, di mana segel itu di simpan.
__ADS_1
Dengan tangan gemetar Fei Yang membuka surat tersebut dan membaca isinya..
"Fei Yang cucu ku yang tersayang, saat kamu membaca surat ini berarti nenek telah pergi meninggalkan mu.."
"Kamu harus tegar kuat, tidak boleh bersedih, gantikan ayah mu pimpin negeri kita dengan kebijaksanaan mu ."
"Perdana menteri Li adalah orang yang sangat pantas kamu percaya.."
"Kamu tidak perlu meragukan kesetiaan nya, bila ada kesulitan kamu boleh mencarinya berunding.."
"Ibu mu sangat kuat, tapi orangnya terlalu polos dan labil emosinya, kamu harus lebih pengertian padanya.."
"Ayah mu bijaksana lemah lembut dan penyayang, tapi dia lemah dan tidak tegas, kamu harus menjaga dan melindungi mereka berdua dengan baik.."
"Mengenai paman mu dan putranya, nenek sengaja melakukan hal itu melindungi mereka.."
"Nenek ingin menggunakan Li Yung memancing ayahnya, yang menghilang muncul lagi..'
"Sehingga kamu mudah menangkapnya dalam satu kali jaring.."
"Selain itu siapa yang setia pada mu, siapa yang tidak, dari atas hingga bawah otomatis akan muncul dengan sendirinya.."
"Kamu tak perlu lagi susah payah menebak isi hati mereka.."
"Mengenai saudara mu Li Dan dan istrinya yang sangat berjasa terhadap kita.."
"Nenek sengaja mengirim mereka jauh jauh dari ibukota, agar tidak ada yang tahu gerak gerik mereka."
"Mereka di sana akan bebas merekrut mendidik dan melatih pasukan rahasia yang akan sangat kamu perlukan suatu hari kelak.."
"Kamu harus paham itu..'
"Cucu ku Sian Sian adalah gadis yang baik, meski sedikit manja nakal sulit di atur, tapi nenek sangat percaya dia bisa menjadi pendamping mu yang baik..'
"Kamu harus mempertimbangkannya."
"Dalam hal ini nenek tidak memaksa mu, apapun pilihan mu nenek selalu mendukung mu.."
"Hanya itu pesan nenek pada mu, jangan bersedih untuk nenek, hiduplah dengan bahagia..'
"Tertanda nenek yang sangat menyayangi mu.."
Fei Yang tentu mengenali, itu adalah tulisan asli neneknya.
Tidak ada yang bisa memalsukan nya, karena ada satu dua kata rahasia, yang tersimpan dalam kalimat yang hanya bisa di ketahui oleh nya.
Neneknya pernah memberitahukan hal ini padanya sewaktu dia masih kecil.
Dan itu menjadi rahasia antara dirinya dan neneknya.
Fei Yang mengerahkan sedikit energi apinya, surat itupun hangus menjadi abu.
Surat itu hanya untuk dirinya, tidak untuk ayah atau pun ibunya, jadi Fei Yang tidak mau ada yang melihatnya.
"Ayah ibu, dengan kejadian ini, acara lamaran dan pernikahan terpaksa di tangguhkan.."
__ADS_1
"Fei Yang harus menjalani perkabungan buat nenek selama 3 tahun.."
ucap Fei Yang tegas.
Kedua orang tua Fei Yang hanya bisa menganggukkan kepala, mereka masih terlalu sedih untuk bisa berkata kata.
Setelah membaringkan jasad neneknya di dalam kereta, Fei Yang pun menoleh kearah Li Dan dan berkata,
"Kakak Dan mohon gunakan kecepatan tertinggi kembali ke Yin Chuan, dan bantu lakukan pemakaman yang terbaik buat nenek.."
Li Dan mengangguk dan berkata,
"Aku akan usahakan yang terbaik.."
"Adik Yang kamu sendiri apa rencana mu..?"
tanya Li Dan penuh perhatian.
"Aku akan kembali ke istana menemui kaisar Zhao Kuang Yi, menjelaskan situasi yang sedang kita hadapi dan meminta penangguhan pernikahan..'
"Aku juga akan menuntut tanggung jawab atas penyerangan ini ke Zhao Yuan Zuo..."
ucap Fei Yang tegas.
Fei Yang lalu menghampiri Yue Feng dan berkata,
"Kakak' Feng kakak Hong Yi, terimakasih banyak atas bantuan kalian berdua.."
"Itu sudah seharusnya, tak perlu sungkan.."
ucap Yue Feng cepat sambil menepuk bahu Fei Yang.
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Sebenarnya ada banyak hal ingin aku obrol kan dengan kalian, tapi dalam situasi ini.."
"Kurasa saat ini bukan waktu yang tepat.."
"Setelah ini kalian berdua kira kira akan memilih tinggal di mana ? jadi aku setelah masalah ini selesai, bisa pergi mengunjungi kalian..'
ucap Fei Yang cepat.
"Kami akan tinggal di puncak Xuan Wu, kakak Feng akan membantu ku, menghidupkan kembali perguruan Xuan Wu.."
ucap Hong Yi sambil tersenyum bahagia melirik kearah Suaminya.
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Baiklah, kapan kapan aku pasti akan mengunjungi kalian.."
"Sampai jumpa,.."
ucap Fei Yang kemudian terbang menghilang dari hadapan mereka.
Fei Yang langsung terbang menuju istana terlarang.
__ADS_1