PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PENGENDALIAN KEKUATAN API DAN ES SURGAWI.


__ADS_3

Kim Kim mendarat di tepi pantai pulau yang terlihat sepi dengan hamparan pasir hitam.


Sekilas terlihat jelek, tapi pasir pasir itu meski berwarna hitam sebenarnya sangat lembut halus dan sejuk saat Nan Thian mencoba meraup dengan tangan nya.


Nan Thian ingin melihat lebih dekat mengapa pasir yang harusnya berwarna putih atau biasanya coklat pudar, atau kuning keemasan, di sini malah begitu hitam.


Setelah melihat dan mencium bau nya dari dekat, Nan Thian menggelengkan kepalanya tidak mengerti.


Pasir itu sama saja dengan pasir pantai biasa, juga tidak berbau khusus.


Tapi justru warnanya yang berbeda dari pasir pantai biasanya.


Setelah memperhatikan beberapa saat Nan Thian pun berkata,


"Kim kim menurut mu, kenapa pasir ini bisa hitam..?*


"Wah itu aku kurang tahu kak, mungkin ada campuran senyawa khusus di dalam pasir itu.."


"Di mana campuran tersebut tidak berbau dan berasa.."


Nan Thian mengangguk dan berkata,


"Kemungkinan memang hanya itu alasannya ."


"Ayo kita cari tempat buat berteduh,"


ucap Nan Thian sambil melanjutkan langkahnya menuju ke bagian tengah pulau.


Tapi baru saja memasuki belasan meter rimba menuju ke tengah pulau.


Langkah Nan Thian dan Kim Kim harus terhenti oleh sebuah tebing batu gunung, yang menjulang tinggi keatas.


Saking tinggi nya, Nan Thian harus mendongak keatas untuk melihat letak dari puncak tebing itu.


Nan Thian memperkirakan puncak tebing yang menghalangi jalannya, ada kemungkinan mencapai 20 meter tingginya.


Tebing batu itu tertutup oleh akar akar akar rotan, dan pepohonan besar.


Sehingga bila tidak mendekatinya, orang tidak akan tahu, di sana ada sebuah tembok tebing yang menjulang tinggi keatas.


"Kim Kim, bisa tidak kita kelilingi lihat berapa panjang tebing ini menutupi jalan masuk menuju ke tengah pulau..?"


tanya Nan Thian pelan.


Kim Kim mengangguk kecil, lalu dia kembali merubah dirinya menjadi Naga Emas.


Begitu Nan Thian duduk di punggungnya, dia pun melesat keatas, terbang menyusuri di atas bibir tebing batu.


Dari atas bibir tebing tidak terlihat sesuatu apapun di balik tebing.

__ADS_1


Pandangan mata mereka terhalang oleh pohon pohon berdaun rimbun, yang tumbuh subur di balik dinding tebing.


Kim Kim yang ikut merasa penasaran seperti Nan Thian, dia coba terbang lebih tinggi keatas.


Untuk melihat dari ketinggian, tapi dia harus kecewa, ternyata dari atas juga tidak terlihat apa apa.


Sepanjang mata memandang, hanya daun daun pohon rimbun yang menutupi hamparan hijau kehitaman, yang sangat luas, tanpa terlihat ujung nya.


Dengan kecewa Kim Kim melayang turun, lalu bergerak terbang menyusuri bibir tebing batu.


Beberapa saat kemudian Kim Kim dan Nan Thian sudah kembali ketitik semula.


Titik yang sebelumnya sudah di tandai oleh Nan Thian.


Mereka mendapatkan kenyataan, ternyata tebing batu aneh itu, berbentuk melingkar menutupi seluruh jalan masuk menuju tengah pulau.


"Ini aneh kenapa tebing bisa mirip seperti benteng ataupun tembok pembatas.."


gumam Nan Thian heran.


"Kita coba masuk melihat kedalam bukannya akan jelas..?"


ucap Kim Kim santai.


"Tapi urusan Kita sendiri masih sangat banyak, lebih baik kita tidak mengusik penghuni pulau, yang memungkinkan tidak ingin di usik orang luar."


"Makanya membuat tempat seperti ini, sebagai pembatas dunia dia dan dunia luar.."


ucap Nan Thian .


Kim Kim yang terlalu kenal dengan sifat Nan Thian, dia pun tidak membantah.


Nan Thian memang pantang mengusik orang, tapi bila terusik, dia juga pantang mundur.


Begitulah memang sifat pembawaan Nan Thian, dan itu tidak mungkin bisa di ubah.


Kim Kim membantu Nan Thian membuat sebuah pondok darurat di tepi pantai.


Di bilang pondok mungkin lebih mirip tenda, dengan beberapa penyangga dari dahan pohon, dan daun daun pohon sebagai atap penutup diatasnya.


Setelah membuat pondok yang lebih mirip tenda itu, Kim Kim tidur bebas berbantalkan lengannya sendiri, diatas hamparan pasir hitam.


Sedangkan Nan Thian terlihat duduk bersila dengan botol labu tua yang tutupnya di biarkan terbuka.


Perlahan-lahan dua batu melayang keluar dari dalam botol.


Batu putih terang keemasan mengeluarkan hawa panas yang sangat dahsyat.


Sedangkan batu biru berkilauan mengeluarkan hawa dingin yang siap membukukan udara di sekitar.

__ADS_1


Tapi berada diantara pertemuan kedua kekuatan itu, Kim Kim justru merasa udara di sekitar sangat sejuk dan nyaman.


Nan Thian mulai mengikuti petunjuk dari kitab kulit, pengendalian kekuatan jagad raya.


Mengikuti petunjuk dari kitab itu yang terdiri dari lima tahapan.


Tahapan dasar


Tahapan pembuka pengendalian hawa Im Yang.


Tahapan menengah pengendalian hawa Im Yang.


Tahapan akhir pengendalian hawa Im Yang.


Tahapan pengendalian Hawa Im Yang Jagad raya.


Satu persatu tahapan Nan Thian kuasai, untuk menyerap kekuatan batu inti api surgawi dan kekuatan batu inti es surgawi.


Dengan mengikuti petunjuk dari kitab itu, ditambah dengan kondisi tubuhnya yang seluruh Meridian, nadi, aliran darah, semuanya sudah terbuka lebar, bahkan semua syaraf di tubuhnya juga sudah terbuka semuanya.


Bukan hal sulit bagi Nan Thian untuk menyerap kedua kekuatan batu itu masuk kedalam tubuhnya.


Semua kekuatan itu juga bisa di simpan dengan mudah di Dan Tian Nan Thian yang oleh Kim Kim di buat seluas samudra.


Jadi sebesar apapun kekuatan yang di serap nya, Dan Tian nya akan dengan mudah menerimanya, tanpa perlu khawatir Dan Tian nya akan penuh.


Tiba di penghujung tahapan kelima, kedua batu itu melayang kebawah pusar Nan Thian menyatu kedalam.


Muncul sebuah tato di bawah pusar Nan Thian.


Pertama tama membentuk sepasang titik, biru dan merah keemasan.


Kedua titik semakin lama semakin membesar, cahaya nya semakin bersinar.


Kedua titik membentuk komet kecil berputaran, semakin lama semakin mirip gambar bagian tengah lingkaran Pat Kwa.


Perlahan lahan warnanya semakin terang, cahaya nya pun berubah warna.


Bola cahaya biru, berubah warna jadi putih berkilau, sedangkan Bola merah berubah menjadi putih keemasan hingga akhirnya berubah menjadi hitam berkilauan.


Sampai titik ini proses penyerapan pun berakhir.


Nan Thian yang sepenuhnya telah berhasil mengendalikan kedua kekuatan dahsyat itu, lewat bantuan batu panca warna sebagai energi netral.


Dia menarik dan menyimpan kedua kekuatan dahsyat itu kedalam Dan Tian nya.


Perlahan lahan tatonya juga meredup hingga kulit di bawah pusarnya kembali lagi menjadi normal.


Cahaya dari tato itupun, akhirnya menghilang tak bekas.

__ADS_1


Saat Nan Thian menghembuskan nafas dari kedua lubang hidungnya.


Terlihat ada dua kabut keluar dari hidung nya, lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan kabut putih berkilau, sedangkan lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan kabut hitam berkilau.


__ADS_2