
Kok Beng lhama tersenyum lembut dan berkata,
"Namo Budaya,.. bila itu mau mu Ta Shi, majulah.."
Kok Beng lhama memasang kuda-kuda yang kuat, dengan merentangkan sepasang kakinya, siap menyambut serangan dari Biksu Tha Si, lhama jubah merah pimpinan kuil barat.
Tha Si Lhama langsung melayang kearah Kok Beng lhama, dia menggunakan sepasang tinjunya yang mengeluarkan cahaya kehijauan untuk menyerang Kok Beng lhama.
Kok Beng lhama menangkis sambil bergerak mundur membentuk lingkaran.
Serangan bertubi tubi dari Tha Si Lhama, selalu berhasil ditepis oleh Kok Beng lhama dari samping.
Setelah puluhan jurus berlalu, akhirnya Kok Beng lhama berkata,
"Tha Si,.. pergilah jangan buat onar..!"
Saat sepasang telapak tangan terbuka Kok Beng lhama, bertemu dengan sepasang tinju berwarna hijau di udara dari Tha Si Lhama
Dua rangkum angin yang kuat keluar dari dalam lengan baju Kok Beng lhama yang lebar.
Menghempaskan tubuh Tha Si Lhama terbang menjauh bagaikan layang layang putus.
Tubuh Tha Si Lhama tidak bisa berhenti hingga menabrak para anggota lhama jubah merah bawahan nya.
Sehingga jatuh tumpang tindih menimbulkan keributan kecil diantara mereka sendiri.
Tha Si Lhama sendiri buru buru bangun dan segera duduk bersila, dia berulang kali batuk batuk kecil dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Melihat keadaan teman mereka, tanpa di komando ketiga pimpinan kuil Timur Utara dan Selatan.
Segera mengeluarkan sepasang Cakra Emas di tangan mereka.
Lalu mereka sambil bergerak menyerang kearah Kok Beng lhama Secara serentak, mereka juga melepaskan Cakra mereka melakukan serangan jarak jauh kearah Kok Beng lhama.
Kok Beng lhama, yang baru saja mengalahkan Ta Shi Lhama, kini sudah di keroyok dari tiga sisi oleh
Tha Sa pimpinan kuil cabang timur.
Tha Se pimpinan kuil cabang Utara,
Tha Su pimpinan kuil cabang Selatan.
Tha Sa menggunakan telapak tangan terbuka melakukan tebasan tebasan yang menimbulkan angin tajam, di samping Cakra nya yang bergerak berseliweran menyerang Kok Beng lhama.
Tha Se menggunakan sepasang cakarnya yang mengeluarkan cahaya kebiruan untuk mencengkram kearah batok kepala dan bahu Kok Beng lhama yang sedang menepis serangan dari Tha Sa.
__ADS_1
Sedangkan Tha Su datang dengan sepasang telapak tangan terbukanya yang mengeluarkan cahaya emas berbentuk telapak tangan melesat kearah Kok Beng lhama.
Menghadapi tiga serangan di tambah dengan 6 Cakra emas yang terus bergerak berputar putar di sekitarnya, lalu selalu datang menyerang dari tempat tak terduga.
Kok Beng lhama terlihat sibuk dan sedikit terdesak oleh serangan gabungan mereka bertiga.
Sambil berteriak keras dengan tubuh sedikit di rendahkan,. dengan sepasang tangan bersikap Anjali di depan dada.
Seluruh tubuh Biksu Kok Beng lhama di selimuti oleh cahaya keemasan berbentuk Lonceng Emas Raksasa.
Seluruh serangan ketiga orang itu sekuat apapun dan dari sisi manapun.
Tertahan oleh energi pelindung cahaya lonceng emas itu.
Serangan mereka menimbulkan bunyi,
"Teng,..! Teng,..! Teng,...!"
Seperti sedang membentur logam yang tak kasat mata.
"Tha Sa Tha Se Tha Su, pergilah kalian semuanya...!!"
teriak Kok Beng lhama keras.
Mirip ribuan belati kecil bercahaya keemasan menerjang dan menembus pertahanan biksu Tha Sa, Tha Se dan Tha Si.
Ketiga orang itu terpental kebelakang bagaikan layang layang putus.
Para biksu lhama jubah merah, yang berada di belakang mereka, buru-buru mundur menyingkir, tidak mau mengalami nasib seperti kejadian tertimpa oleh tubuh biksu Tha Si tadi.
Tubuh ketiga orang itu jatuh menimpa lantai dengan keras, hingga lantai tempat mereka jatuh mengalami retak-retak.
Ketiga orang itu berusaha bangkit duduk, lalu bersila dengan mata terpejam, keadaan mereka tidak lebih baik dari Tha Si.
Mereka terus memuntahkan beberapa teguk darah segar dari mulut.
Kok Beng lhama melangkah maju, para lhama jubah merah yang tadinya berwajah garang, kini terlihat sedikit ketakutan dan buru buru mundur menjauh.
"Kalian semua bila sayang nyawa segeralah tinggalkan tempat ini..!"
Tegur Kok Beng lhama, memberi peringatan.
Kerumunan biksu lhama jubah merah, terlihat kalut mereka ribut ribut sendiri sambil terus bergerak mundur menjauh.
"Apa yang kalian kalut kan tenanglah,..!!"
__ADS_1
terdengar sebuah suara dari bagian paling ujung kerumunan.
Kerumunan Biksu Lhama jubah merah langsung menyibak kekiri ke kanan, memberi jalan kepada tiga biksu lhama Jubah merah yang baru saja datang.
Mereka adalah biksu Lhama Dote Jigme dan Kipu, di belakang mereka mengikuti Xuan Ming dan Xuan Hei yang bersikap congkak dan memandang remeh semua orang yang hadir di sana.
Di belakang Xuan Ming dan Xuan Hei berjalan tiga orang tetua Hei Mo San, mereka adalah Huang Chi, Lan Chi, dan Ching Chi.
Huang Chi memegang sepasang pedang emas berkait di tangan nya, sedangkan Lan Chi memegang sebatang cambuk bersinar kebiruan ditangannya, Ching Chi memegang sepasang tombak pendek yang bersinar kehijauan di setiap mata tombak nya.
Tak berselang lama dengan kehadiran ke 8 orang itu, Fei Yang juga diam diam muncul di antara para lhama jubah merah.
Fei Yang menyamar dengan jubah biksu yang dia curi dari salah seorang lhama jubah merah, yang berhasil dia lumpuhkan.
Kemunculan Dote dan rombongannya, membuat Kok Beng lhama menghela nafas panjang.
Dengan munculnya 3 pelindung dan penegak hukum kuil Nirwana, jelas hari ini bakal ada pertempuran berat dan habis habisan yang akan terjadi.
Kemunculan rombongan ini membuat Biksu Kok Thian dan Kok Ti Lhama, terpaksa melangkah keluar dari balik rombongan biksu jubah kuning.
Kok Thian dan Kok Ti setelah keluar dari dalam rombongan biksu jubah kuning, mereka berdua melayang ringan berdiri di samping Kok Beng lhama.
Kok Thian sambil tersenyum lembut berkata,
"Dote Jigme Kipu Lhama, apa kabar ? lama tak jumpa.."
"Simpan basa basi mu Kok Thian, Kami datang bukan untuk beramah tamah.."
ucap Dote lhama dengan suara tak bersahabat.
"Namo Budaya, Dote sudah lam tak bertemu ternyata sifat mu tidak berubah juga.."
"Ku sarankan pada mu, lepaskanlah segera golok pembunuh mu, agar segera kembali ke jalan Buddha.."
ucap Biksu Kok Ti Lhama mengingatkan.
"Banyak bacot,.. rasakan ini..!!"
teriak Jigme lhama marah.
Dia langsung menerjang kearah Kok Ti Lhama dengan sepasang cakar Naganya yang mengeluarkan cahaya ke emasan.
Cakarnya langsung mengarah ke dada dan perut, tapi saat sudah dekat kedua cakarnya berubah arah naik keatas menuju leher dan mata Biksu Kok Ti Lhama.
Biksu Kok Ti Lhama bersikap tenang, dia hanya menggeser mundur kakinya selangkah kebelakang, maka lewatlah kedua cakar itu didepan wajahnya.
__ADS_1