PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEPUTUSAN LI DAN


__ADS_3

Pagi itu tidak terlihat seperti biasanya, di mana Li Dan biasanya selalu terlihat sibuk berlatih, tapi pagi ini justru Li Dan terlihat duduk santai tidak berlatih.


Padahal biasanya, dia dari subuh sudah terus berlatih tanpa henti, hingga Lan Yi tiba mereka baru melanjutkan berlatih bersama.


Lan Yi yang melihat hal itu sedikit merasa heran,.dia pun menghampiri dan duduk di sebelah Li Dan dan berkata,


"Adik Li kenapa kamu duduk di sini, tidak berlatih seperti biasanya..?"


Li Dan memutar badannya, lalu dia meraih tangan Lan Yi memegang tangannya dengan lembut dan berkata,


"Lan Yi, aku sudah memikirkannya dari semalam.."


"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, apapun keputusan mu hari ini aku tidak perduli, apapun alasan mu aku juga tidak perduli.."


Lan Yi menatap Li Dan dengan heran dan menebak nebak, apa yang akan Li Dan sampai kan padanya.


Meski hati kecilnya menebak,.ada kemungkinan Li Dan akan mengungkapkan perasaan nya pada nya.


Tapi Lan Yi membantah keras hal itu, dia tidak mau berharap banyak, agar tidak mengalami kekecewaan untuk yang kedua kalinya.


Lan Yi menatap kearah Li Dan dengan sepasang mata terbuka lebar, menanti dengan harap harap cemas, apa yang akan Li Dan ungkap kan padanya.


Li Dan menatap Lan Yi dengan serius dan berkata,


"Aku hari ini malas berlatih dan tidak punya semangat untuk berlatih, karena aku ingin mengatakan hal ini pada mu.."


"Aku,..aku,.. aku sangat menyukai mu, aku juga telah sepenuhnya jatuh cinta pada mu,.."


Mendengar ucapan Li Dan, sepasang mata Lan Yi yang indah terbelalak tak percaya, wajahnya sebentar merah sebentar pucat.


Li Dan tidak perduli dengan reaksi Lan Yi, dia terus melanjutkan berkata, seolah olah takut bila tidak mengatakannya saat ini, dia tidak akan punya kesempatan lagi


"Lan Yi,..dengarlah, aku sangat mencintai mu,.. mau kah kamu menikah dengan ku ?"


"Lan Yi,.. menikah lah dengan ku,.. jadilah istri ku,.. "


Mendengar ucapan ini, Wajah Lan Yi semakin pucat bibirnya bergetar, seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak ada suara yang keluar.


Akhirnya Lan Yi hanya bisa menatap Li Dan dengan airmata bercucuran, dan bibirnya menyunggingkan senyum sedih.


Melihat reaksi Lan Yi, Li Dan yang takut Lan Yi akan menolaknya, dia buru buru berkata,


"Aku Li Dan bersumpah, aku akan membuat mu menjadi wanita yang paling berbahagia di dunia ini, bila aku melanggarnya, biarlah aku menyusul ayah ku ma..."


Tapi sebelum sumpahnya selesai, Lan Yi telah menggunakan jari telunjuk dan jari tengah nya yang halus lembut dan wangi.

__ADS_1


Menutupi bibir Li Dan, mencegah nya meneruskan sumpahnya, dan berkata,


"Adik Dan aku percaya, aku sangat percaya pada mu, tak perlu kamu bersumpah berat seperti itu.."


"Tapi aku tidak ingin kamu mengambil keputusan gegabah, yang akhirnya kamu akan menyesalinya.."


"Hari ini aku akan menceritakan semuanya, agar kamu tahu wanita seperti apa aku sebenarnya."


"Setelah ini apapun penilaian mu pada ku, itu sudah bukan masalah."


"Masih mau menerima ku sebagai calon istri mu boleh, mau merubahnya sebagai teman saja juga gak masalah.."


"Bahkan bila kamu merasa jijik dan tidak ingin berdekatan dan tidak ingin melihat ku lagi.."


"Akupun tidak akan menyalahi mu, mungkin itu sudah suratan nasib dan takdir ku.."


Li Dan tersenyum lebar dan berkata,


"Kamu ingin bercerita, maka cerita lah aku siap mendengarkannya."


"Tapi satu hal yang pasti, aku katakan pada mu."


"Apapun cerita mu, tidak akan pernah mempengaruhi keputusan ku, aku juga tidak pernah buru buru dan gegabah mengambil keputusan.."


"Semua keputusan ku sudah ku pertimbangkan matang matang.."


Sama persis seperti yang dia ceritakan ke Fei Yang, tidak ada satupun yang dia tutupi.


Semuanya dia ceritakan dengan sejelas jelasnya.


Li Dan sendiri bersikap tenang mendengarkan semua cerita Lan Yi.


Saat Lan Yi menceritakan dirinya dan Xu Da juga hubungannya dengan Mu Rong Fu.


Sepasang mata Li Dan sempat berkilat marah, tapi sesaat kemudian sudah kembali normal.


Setelah Lan Yi menyelesaikan ceritanya, Lan Yi pun berkata,


"Nah sekarang adik Dan sudah dengar semua nya.."


"Adik Dan bukan aku tidak menyukai mu, bukan aku tidak mengagumi mu, juga bukan aku tidak mencintai mu,.."


" Tapi adalah aku ini wanita yang benar benar tidak pantas menerima kasih sayang mu yang begitu besar.."


"Pertama aku lebih tua dari mu dan yatim piatu sejak kecil, tidak punya status dan latar belakang keluarga yang jelas."

__ADS_1


"Kedua aku sudah di kotori oleh jahanam Xu Da,


Ketiga aku adalah janda yang di tinggalkan dan di jual oleh Mu Rong Fu, ketempat yang paling hina dan nista bagi setiap wanita.."


"Dengan setumpuk masa lalu yang kelam seperti itu, bahkan seorang pria jelek yang paling miskin sekalipun, belum tentu sudi menerima ku.."


"Apalagi seorang jendral tampan, gagah perkasa, keturunan bangsawan, yang memiliki status seorang pangeran, percayalah menerima ku pasti akan menyeret dan merusak nama mu ke lembah kehinaan..'


ucap Lan Yi dengan airmata bercucuran tanpa henti.


Setelah menyelesaikan kata kata nya, Lan Yi sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.


Lan Yi menggunakan sepasang tangannya yang halus, untuk menutupi wajahnya yang tertunduk dalam dalam didepan Li Dan.


Dia menangis dengan sangat sedih, hingga bahunya bergetar getar, tapi Lan Yi berusaha menahan suara tangisan kesedihannya, tidak terdengar keluar.


Melihat kesedihan Lan Yi, Li Dan pun maju mendekati Lan Yi, dia menarik Lan Yi kedalam pelukannya, dan dia memeluk Lan Yi erat erat.


Lan Yi sangat kaget, saat menyadari tindakan Li Dan yang maju memeluknya.


Lan Yi berusaha meronta dan berkata,


"Jangan jendral, jangan pangeran,..ini tidak boleh,..ini tidak pantas.."


Tapi Li Dan tidak mengendorkan pelukannya, sebaliknya dia malah mempererat pelukannya, dan berkata,


"Aku tidak akan melepaskan mu, selagi aku masih hidup, aku tidak akan pernah membiarkan mu lepas dari ku ."


"Kecuali aku telah mati, kamu boleh membunuh ku, bila tidak menginginkan ku.."


ucap Li Dan tidak mau kalah.


Lan Yi akhirnya menyerah, tidak meronta lagi, dia hanya memukul mukul dada Li Dan dengan pelan,


Sambil menangis tersedu-sedu dia berkata,


"Mengapa,... mengapa,...mengapa kamu begitu bodoh...hu...hu...hu..!!"


Akhirnya pecahlah suara tangisan Lan Yi, sambil menyusupkan dirinya di dalam pelukan Li Dan.


"Sudah puas kamu bercerita ? sekarang giliran ku, dengarlah baik baik sayang.."


"Aku tidak perduli perbedaan usia, status atau apapun yang terjadi di masa lalu, yang kuinginkan adalah dirimu saat ini,.dan kedepan nya nanti.."


"Aku juga tidak perduli menjadi bahan tertawaan orang sedunia, asal bisa bersama mu, menjadi rakyat jelata hidup sebagai petani..."

__ADS_1


"Asalkan ada kamu mendampingi ku, aku sudah merasa cukup berbahagia.."


__ADS_2