PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PEDANG BATU SARIRA


__ADS_3

Melihat serangan lawan, Fei Yang yang sudah mendeteksi kelemahan jurus itu.


Dia pun berkata,


"Unsur tanah,..!"


Mendengar peringatan suaminya, Xue Lian dan Fei Yang dengan kompak, menarik tanah dari bawah laut, naik keatas untuk menghalau serangan petir cahaya emas, yang melesat kearah mereka.


Serangan petir itu teredam saat menghantam.perisai dari tanah.


Setelah berhasil meredam serangan jurus kedua, dengan kompak Fei Yang dan Xue Lian menghujani biksu pertama dan kedua dengan serangan energi tanpa wujud tanpa henti.


Biksu kedua melepaskan senjata Vajra nya keluar dari tubuhnya, lalu senjata itu, dia genggam di tangannya.


Diangkatnya tinggi keatas kepala, sehingga energi petir nya melesat lebih kencang menyerang kearah Fei Yang dan Xue Lian.


Melihat hal itu, Fei Yang selain membentuk pertahanan tembok dari tanah.


Dia membentuk seekor naga tanah menerjang kearah Vajra ditangan biksu kedua.


Petir yang di keluarkan oleh Vajra tidak mampu menghentikan dan menghancurkan naga tanah yang datang.


Terjangan itu membuat Biksu kedua buru buru menyimpan Vajra kembali kedalam tubuh nya


Dia buru-buru membentuk Genta emas pelindung seperti biksu pertama.


"Dunggggg..!"


terdengar suara bergaung saat Genta emas di bentur oleh naga tanah.


Genta emas meski terpukul mundur, tapi dia berhasil menahan dan menghancurkan serangan naga tanah tersebut.


Kedua biksu itu berusaha melindungi diri mereka dengan energi Genta emas menahan serangan serangan yang datang berikutnya.


"Trangggg,..!" Trangggg,..!" Trangggg,..!" Trangggg,..!"


Karena diserang secara bertubi-tubi, Genta emas pelindung biksu pertama kedua, mulai mengalami retak retak.


Melihat hal itu biksu Ketiga melayang muncul di atas kepala biksu kedua.


Mereka membentuk jajaran naik keatas secara bertingkat.


Ribuan lentera Buddha muncul mengelilingi sekitar tubuh mereka bertiga.


Lalu ribuan lentera itu melesat, menerjang kearah Fei Yang.


"Cahaya lentera Buddha menerangi jagad..!"


teriak biksu ketiga sambil melepaskan serangan nya.

__ADS_1


Xue Lian sedikit terlambat bereaksi, karena terlalu asyik memandangi lentera lentera Buddha, yang melayang layang di udara, semua terlihat sangat indah dan mempesona.


Saat dia sadar ribuan lentera itu sudah mendekat kearah mereka.


Untungnya Fei Yang sudah siaga, jutaan cahaya mata pedang es, Fei Yang lesatkan kedepan menyambut ribuan lentera Buddha yang bergerak datang.


Semua lentera membeku di udara, api lentera juga padam, serangan susulan energi tanpa wujud Xue Lian segera meluluh lantakkan seluruh lentera Buddha yang melayang di udara.


Biksu ketiga mengeluarkan senjata Cakra emas dari dadanya.


Cakra emas itu dia dorong kedepan dengan membentuk mudra.


Cakra emas yang berputaran di udara menerjang kedepan, membelah diri menjadi jutaan Cakra menghajar habis semua mata pedang es.


Juga membelah semua energi tanpa wujud Xue Lian, Cakra Cakra itu menerjang cepat menghampiri Fei Yang dan Xue Lian.


"Unsur kayu,..! kunci bagian tengahnya,..! tarik kedasar.laut menyatu dengan tanah.."


Teriak Fei Yang yang sudah menemukan titik lemah senjata Cakra itu.


Jutaan akar tumbuh tumbuhan melesat keudara, dengan cepat mengunci pergerakan Cakra emas.


Di bawah kontrol Fei Yang dan Xue Lian, semua Cakra emas itu di seret kedasar lautan dan di kubur kedalam tanah.


Biksu ketiga buru buru membaca mantra, sehingga Cakra utama berhasil meloloskan diri dan melesat masuk kembali ke dadanya.


Untuk menahan serangan susulan Fei Yang Xue Lian, yang kini.menyerang dengan jutaan mata pedang api dan es.


Dengan tenaga gabungan Genta emas yang terbentuk lebih tebal.dan kokoh, sehingga serangan Fei Yang dan Xue Lian tidak bergeming pada mereka bertiga.


Biksu keempat melayang keatas pundak biksu ketiga, berdiri di sana, sambil mengerahkan jurus keempat tapak Buddha.


"Kebijaksanaan Budha tiada Tara..!!"


teriak biksu keempat sambil melepaskan serangan nya.


Sebuah cahaya Swastika emas, melesat menerjang kearah Fei Yang dan Xue Lian.


Cahaya Swastika emas berhasil menghancurkan semua mata pedang api dan es yang menghalangi jalannya.


Dia juga kini sedang berusaha mendesak menghancurkan perisai Pat Kwa merah biru, ciptaan Fei Yang Xue Lian.


Fei Yang setelah menemukan titik lemah Swastika emas, dia pun berkata.


"Hantam titik tengahnya, dengan energi es dan api, susul.dengan energi cahaya lembayung...!'


Fei Yang sambil memberi petunjuk, dia sudah mendahului melepaskan, energi pedang api dan es menuju titik tengah secara bergantian.


Sedangkan tubuhnya tak berhenti menyerap cahaya lembayung dari matahari dan langit.

__ADS_1


Xue Lian juga melakukan hal yang sama sambil membantu dan bekerja sama dengan Fei Yang.


Saat bagian tengah Swastika emas mulai retak, cahaya lembayung yang di lepaskan oleh Fei Yang dan Xue Lian dengan kompak, meluluhlantakkan, serangan cahaya Swastika emas.


Tubuh biksu keempat terpental kebelakang, dia langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Di banding saudaranya yang maju sebelumnya, dia adalah orang pertama yang terluka cukup parah.


Untungnya di dadanya ada cincin Swastika emas, senjata Buddha, yang bukan hanya bisa menahan serangan.


Tapi juga memiliki kekuatan menyembuhkan luka dalamnya.


Sehingga sesaat kemudian, dia sudah kembali bergabung dengan ketiga saudaranya, berlindung di balik perisai Genta emas.


Biksu kelima, melesat kearah udara, mendarat ringan di pundak biksu keempat.


Dari dadanya muncul sebuah pedang bergagang patung Buddha,. dengan bagian batang pedang terisi beberapa mutiara sarira.


Di belakang tubuh biksu kelima muncul bayangan Buddha Sakyamuni, yang sedang mengulurkan telapak tangannya yang terbuka kedepan.


Dari telapak tangannya itulah melesat seberkas sinar berputar-putar, seperti spiral emas menerjang kearah Fei Yang dan Xue Lian.


"Menyambut Cahaya Budhha dari surga barat..!"


teriak biksu ke 5 sambil melepaskan serangan nya.


Cahaya emas berbentuk spiral, mirip lingkaran dupa sembahyang.


Melesat menyerang kearah Fei Yang dan Xue Lian.


"Aku di depan kamu menyusul, ikuti aku, pedang dan manusia bersatu.."


ucap Fei Yang memberi petunjuk.


Lalu tubuhnya berubah menjadi sebatang pedang 6 warna, meluncur deras melewati bagian tengah spiral yang datang.


Xue Lian menyusul di belakangnya, merubah dirinya menjadi sebatang pedang, yang mengeluarkan cahaya 5 warna mewakili lima unsur.


Dua pusaran pedang susul menyusul melintasi cahaya spiral, yang berusaha membuat mereka terjebak, dan berputar putar di dalam cahaya spiral emas.


Tapi Fei Yang sambil mengikuti arah putaran tanpa memberikan perlawanan terus bergerak maju.


Hingga tiba di penghujung, Fei Yang yang membentuk dirinya menjadi pedang pelangi menerobos keluar.


Meluncur langsung menuju biksu kelima.


Xue Lian menyusul datang dari arah belakang Fei Yang sebagai serangan susulan.


Biksu kelima melepaskan pedang batu sarira nya, untuk menyambut serangan Fei Yang.

__ADS_1


Biksu ke 6, yang melihat bahaya besar datang mengancam ke 5 saudaranya.


Dia langsung melesat maju kedepan, sambil melayang di udara.


__ADS_2