PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
RENCANA DAN KEPUTUSAN LI DAN


__ADS_3

"Duakk,...! Duakk..! Duakk..!"


Belum sempat Perdana menteri Li Cing memberikan jawaban.


Puluhan batu sebesar perut kerbau jatuh dari atas langit, menghantam tanah yang masih berjarak 100 langkah, dari depan tembok pertahanan kota Yin Chuan.


Benturan dahsyat itu, otomatis membuat lantai di atas benteng kota berguncang hebat.


Para pasukan penjaga tembok pertahanan benteng kota, termasuk rombongan Li Dan, semuanya sangat terkejut


Karena selain suara benturan yang sangat keras, lantai diatas tembok benteng kota juga bergetar hebat.


Sehingga mereka pada terhuyung-huyung kesana kemari seperti orang mabuk.


"Keparat mereka sudah mulai menyerang,..!!"


teriak Watobi marah, sambil berusaha mempertahankan keseimbangan tubuhnya, agar tidak jatuh terguling


Toba Chen menghela nafas panjang dan berkata,


"Mereka sedang mengukur dan mengira ngira jarak tembak, yang tepat, untuk menghancurkan tembok kota kita.."


Perdana menteri Li Cing menatap kearah Li Dan dan berkata,


"Saat ini kita hanya bisa secepatnya atur rakyat menjauhi wilayah tembok kota."


"Sedangkan kita semua di sini,.akan sehidup semati bersama tembok pertahanan terakhir kita ini.."


"Tembok ada kita ada, tembok runtuh, kemungkinan besar kita semua akan musnah bersamanya."


Li Dan menoleh kearah Watobi dan Toba Chen, lalu berkata,


"Aku membutuhkan bantuan kalian berdua, untuk melindungi pertahanan terakhir Kota ini.."


"Apapun yang terjadi, di depan pintu gerbang nantinya."


"Aku melarang kalian, untuk membuka pintu gerbang kota, sebelum musuh mundur.."


"Bagi yang melanggar akan mendapatkan hukuman militer."


"Apa kalian berdua siap mengemban tugas ini..?"


tanya Li Dan sambil menatap mereka berdua secara bergantian.


"Nyawa kami dan seluruh pasukan kami adalah milik Panglima, kami selamanya akan mengabdi kepada panglima.."


ucap Watobi dan Toba Chen sambil berlutut dan memberi hormat kepada Li Dan.


Li Dan sedikit membungkuk dan membangunkan kedua orang itu, sambil berkata.


"Terima kasih saudara ku.."


"Bila di kehidupan berikutnya kita berjodoh, aku masih berharap bisa kembali bekerjasama dengan kalian."


Li Dan kemudian memberi hormat kearah perdana menteri Li Cing dan berkata,


"Perdana menteri Li, aku akan membawa sisa pasukan keluarga Li, mengambil jalan memutar, untuk merusak kereta kereta berbahaya itu.."

__ADS_1


"Jaga dirimu sampai jumpa.."


ucap Li Dan sambil memberi hormat.


Perdana menteri Li Cing menatap Li Dan dengan penuh kagum, dan berkata,


"Panglima terimalah hormat ku.."


Perdana menteri Li memberi hormat kepada Li Dan sambil membungkukkan badannya dalam dalam.


Perdana menteri Li Cing yang cerdik, tentu paham dengan keputusan yang akan di ambil oleh Li Dan ini.


Ini adalah keputusan yang memerlukan keberanian dan kegagahan luar biasa.


Keputusan Li Dan ini, meski pada akhirnya nanti sukses merusak semua kereta pendobrak pertahanan itu.


Tapi hampir bisa di pastikan 99% Li Dan dan pasukannya bisa pergi tidak akan pernah bisa kembali lagi.


Setelah memberi hormat kepada Perdana menteri Li Cing.


Li Dan memberi hormat kearah Milana Kalina Todei dan Tolui sambil berkata,


"Aku Li Dan sangat bangga bisa bekerjasama dengan pahlawan perkasa dari suku Uighur dan Suku Kiyan dari monggolia."


"Budi besar kalian Li Dan selamanya akan selalu mengingatnya disini, Li Dan hanya bisa membayar nya di kehidupan mendatang.."


ucap Li Dan sambil menunjuk jantungnya sendiri.


Setelah itu dia memberi hormat dalam dalam kepada mereka berempat.


"Panglima biarkan kami ikut membantu mu.."


ucap Kalina serius mewakili keputusan bersama mereka berempat.


Li Dan tersenyum dan menggelengkan kepalanya,


"Tidak kalian semua adalah ahli memanah, keberadaan kalian di atas tembok kota adalah kunci penting.."


"Dari pertahanan benteng kota ini, jadi maaf aku harus menolak nya."


"Tapi panglima kamu,.."


ucap Milana.


Tapi ucapan nya terpotong oleh kode dari Li Dan yang dengan tegas menolaknya.


"Maaf,.. sampai jumpa.."


ucap Li Dan sambil memberi hormat sekali lagi ke mereka berempat.


Kemudian Li Dan pun membalikkan badannya, dan langsung bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Saat berjalan menuruni benteng kota, Li Dan berbisik kepada dua orang ajudannya.


Setelah itu dia dengan terburu-buru berlarian menuju tenda khusus perawatan Lan Yi.


Melihat Lan Yi sedang tertidur pulas, wajahnya sudah tidak begitu pucat lagi.

__ADS_1


Li Dan pun tersenyum senang, dia menghampiri Lan Yi pelan pelan, lalu duduk di sisi ranjangnya.


Saat dia melihat bulu mata Lan Yi yang lentik bergerak gerak, Li Dan buru buru, menotok jalan darah Lan Yi.


Sehingga saat kedua mata Lan Yi terbuka, dia hanya bisa menatap Li Dan dengan heran.


Karena setelah sadar, dia merasa seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan.


Li Dan tersenyum dan berkata,


"Lan Yi jangan khawatir, lewat 12 jam kamu akan pulih kembali seperti semula.."


"Lan Yi aku datang untuk pamit dengan mu, apapun yang terjadi kelak."


"kamu jangan bersedih, hiduplah dengan baik.."


"Maafkan aku, aku hanya ingin kamu tahu, aku benar benar sangat-sangat mencintai mu,.. sampai jumpa.."


ucap Li Dan sambil mengecup kening Lan Yi dengan lembut.


Lan Yi yang merasakan tindakan Li Dan sangat tidak wajar.


Dia bukan orang bodoh, dia sudah langsung bisa menebaknya, ini pasti adalah ucapan perpisahan terakhir dari Li Dan.


Meski dia tidak tahu apa situasi yang sedang terjadi diluar sana.


Tapi dia yakin, pasti ada masalah luar biasa yang sedang terjadi di luar sana.


Melihat kekasih yang sangat di cintai nya, dan merupakan satu satunya pria tempat dia menggantungkan kebahagiaan masa depannya telah pergi.


Tanpa dia mampu mencegah membantu dan pergi mendampinginya.


Lan Yi tidak bisa menahan sedu sedan dan airmatanya, yang jatuh bercucuran membasahi wajahnya.


Di tempat lain Li dan setelah keluar dari dalam tenda Lan Yi, sambil tersenyum sedih dia berkata dalam hati.


"Maafkan aku Lan Yi, mungkin aku tidak bisa memenuhi janji dan sumpah ku padamu, untuk terus berada di sisi mu mendampingi mu selamanya.."


"Tapi percayalah, perasaan ku padamu bukanlah dusta, aku benar-benar setulus hati sangat mencintai mu.."


"Biarlah Thian yang menjadi saksi keseriusan dan kesungguhan perasaan ku ini.."


Li Dan sambil berkata dalam hati dia terus melangkah menghampiri kuda Hitam nya yang berdiri gagah menantinya.


Kuda ini sudah sangat lama mengikutinya, menghadapi berbagai situasi di Medan perang.


Li Dan sudah merawat kuda ini sejak kuda ini lahir hingga dewasa dan selalu dengan setia melayaninya di Medan perang


Li Dan menepuk leher tunggangannya dengan lembut dan berkata,


"Terimakasih teman, kamu sudah mendampingi ku selama ini.."


"Mari kita selesaikan kita, yang mungkin akan menjadi misi terakhir kita."


Kuda Li Dan menganggukkan kepalanya dan meringkik pelan sambil mendengus dengus.


Seolah-olah mengerti dan menjawab ucapan tuannya.

__ADS_1


__ADS_2