PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERGERAK MENUJU KERAJAAN TAY LI


__ADS_3

Pangeran Zhao Heng yang mendengar keterangan kedua jendral itu pun langsung mengeluarkan suara tertawa keras.


Suara tawa yang penuh dengan kesedihan.


Dia menatap kearah kedua jendral itu dan berkata,


"Tugas kalian sudah selesai kembalilah ke ibu kota untuk membuat laporan.."


Lalu pangeran Zhao Heng menatap kearah kepala pelayan dan berkata


"Pelayan,..! tolong antar tamu.."


ucap pangeran Zhao Heng singkat.


Pelayan itu mengangguk cepat dan berkata,


"Baik tuan.."


"Tuan berdua, mari.."


ucap kepala pelayan sopan sambil mempersilahkan kedua jendral itu mengikutinya.


Setelah kedua jendral itu pergi,


Pangeran Zhao sambil tersenyum sedih, menengadah keatas menatap kearah awan di atas sana yang berwarna kemerahan, dia berkata,


"Ayahanda kamu memang pandai bercanda dengan ku, menghadapi pemberontak selatan, yang jumlahnya tidak kurang dari ratusan ribu orang.."


"Di mana harus bertempur di alam liar, yang letak geografis nya sana sekali tidak kita pahami.."


"Kamu hanya mengirimkan sepucuk surat ini.. Mengapa kamu tidak kirim arak beracun saja untuk ku..?"


Nyonya Guo menatap kearah suaminya penuh iba dan berkata,


"Sudahlah suami ku, jangan terlalu sedih, masalah ini kita rundingkan saja sama ayah, mungkin ayah bisa membantu mu.."


Pangeran Zhao Heng menatap kearah istrinya dengan sedih dan berkata,


"Maafkan suami mu yang tak berguna ini, aku hanya bisa menyusahkan dan menjadi beban mu saja.."


"Tidak cukup numpang makan numpang hidup, masih tidak tahu malu mau melibatkan keluarga mu dalam kesulitan seperti ini.."


"Aku benar benar tidak punya muka untuk menemui ayah mu.."


"Ha,...ha,..ha,..! menantu ku yang baik, mengapa kamu harus berkata seperti itu..!?"


"Kita adalah satu keluarga susah senang tentu kita tanggung bersama..!"


ucap seorang kakek berbadan tegap dengan seragam militer berkilauan menutupi tubuhnya.


Dia adalah Guo Sheng ayah mertua nya pangeran Zhao Heng, dahulu dia adalah salah satu jendral andalan, kaisar pembuka negara Zhao Kuang Yin.


Setelah kaisar Zhao Kuang Yin meninggal di gantikan oleh adiknya Zhao Kuang Yi, yang meninggalkan rumor tidak sedap.

__ADS_1


Guo Sheng yang sangat setia dengan kaisar sebelumnya, memutuskan membawa seluruh keluarganya dan keluarga junjungan nya, yang putra putrinya masih kecil kecil, pindah ke kota Xiang Yang di selatan.


Berhubung Zhao Sheng memegang tampuk militer dan memiliki pasukan sendiri.


Dimana pasukan keluarga Guo sangat terkenal kehebatannya di medan perang.


Kaisar Zhao Kuang Yi hanya menaruh perhatian, tapi tidak pernah berani mengambil tindakan terhadapnya.


Di sebelah Guo Sheng berjalan seorang pria berwajah gagah berusia 30 an, dia adalah putra Guo Sheng, Guo Xiaotian.


"Ayah,.. adik ipar,.. kalian juga ada di sini,,."


ucap Zhao Heng sambil memberi hormat.


"Ayah,..Adik,..kalian kenapa bisa ada di sini..?"


tanya Nyonya Guo sambil berjalan menghampiri ayah dan adik bungsunya.


Guo Sheng sambil tersenyum berkata,


"Mantu ku, Kaisar bukan tidak sayang pada mu, kamu jangan berkecil hati.."


"Yang kaisar tuju bukan kamu, tapi adalah kekuatan militer ku.."


"Tidak apa-apa, sejak awal aku memutuskan mengabdi pada kerajaan Song di bawah yang Mulia Zhao Kuang Yin.."


"Aku sudah bersiap akan ada hari seperti ini..."


"Bisa meninggal di Medan tempur seperti Jendral Yang Yi sahabat ku, itu adalah suatu keberuntungan bagi kami yang mengabdikan buat dunia militer."


"Kita penuhi saja harapan nya, tunjukkan prestasi mu, bawalah pasukan keluarga Guo menyertai mu.."


"Tunjukkan prestasi mu, lalu kembali ke ibukota dengan bangga, ambil kembali apa yang seharusnya menjadi hak mu."


"Ayah akan selalu mendukung mu,"


"Tapi ingat aku cuma punya satu putri yang sejak kecil terbiasa ku manja.."


"Bila dia ada salah, sampaikan ke ayah, ayah yang akan menegurnya.."


"Kamu tidak boleh menyakitinya, atau jangan salahkan ayah bila marah tidak mengenali orang.."


Zhao Heng langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan mertua nya dan berkata,


"Terimakasih ayah, aku berjanji, akan selalu mengingat pesan dari ayah.."


Guo Xiaotian sambil tertawa berkata,


"Ayah cukuplah kamu menindas kakak ipar, bila dia tidak kuat dan pergi.."


"Maka kakak pasti tidak akan selesai dengan mu.."


Guo Sheng sambil menahan senyum, membangunkan mantunya dan berkata,

__ADS_1


"Ayo berdirilah, mari kita rundingkan dan bicarakan rencananya di dalam."


Zhao Heng mengangguk, lalu dia mengikuti ayah mertuanya berjalan masuk kedalam rumah.


Nyonya Guo sebelum menyusul suaminya kedalam, dengan wajah merah dia berkata membalas adiknya,


"Kamu ini hanya tahu menggoda kakak mu saja, kenapa tidak pergi keluar goda wanita di luar dan bawa pulang kerumah.."


"Agar cepat berkeluarga, cepat punya anak.."


Mendengar ucapan kakaknya, Xiao thian langsung mengalihkan pembicaraan dengan cepat.


"Kakak mereka ini ?"


Tanya Xiao thian sambil melihat kearah Fei Yang dan Wen Wen.


Nyonya Guo sambil tersenyum berkata,


"Ini adalah pangeran Li Fei Yang dari Xi Xia, sedangkan ini adalah adik kakak ipar mu, putri Wei.."


"Mereka datang untuk membantu kakak ipar mu.."


Guo Xiaotian segera mengangkat tangan memberi hormat kearah Fei Yang dan Wei Wen.


"Selamat datang di kediaman kami, ayo kita masuk kedalam jangan sungkan .."


"Mari adik Yang, adik Wen,.."


ucap Xiaotian sambil memberi kode agar Fei Yang dan Wei Wen mengikutinya untuk masuk kedalam.


Di dalam ruangan kerja Guo Sheng yang terdapat miniatur peta kawasan selatan, terlihat Guo Sheng sedang berbicara serius dengan Zhao Heng menantunya.


Fei Yang dan Wei Wen yang ikut hadir di sana, hanya menjadi pendengar setia saja.


Meski Fei Yang juga mengetahui ilmu seni militer, tapi pertempuran di daerah selatan di daerah iklim tropis, jelas sangat berbeda dengan pertempuran di daerah barat dan Utara.


Pertempuran di daerah hutan belantara tropis sangat mudah menghadapi penyergapan musuh yang tidak terlihat.


Dua hari kemudian Rombongan pasukan keluarga Guo, yang di pimpin oleh Pangeran Zhao Heng, ditemani oleh Fei Yang dan Wei Wen berangkat meninggalkan kota Xiang Yang.


Mereka meninggalkan gerbang selatan kota Xiang Yang, terus bergerak menuju ke arah kerajaan Tay Li sekutu kerajaan Song.


Zhao Heng memimpin 50.000 pasukan keluarga Guo bergerak kearah selatan.


Guo Sheng memiliki total kekuatan pasukan 100.000 personil, dia memberikan setengah pasukannya ke pangeran Zhao Heng menantunya.


Setengahnya lagi dipegang oleh dia sendiri dan putra bungsunya Guo Xiaotian, untuk menjaga keamanan kota Xiang Yang.


Selain itu, keputusan ini juga untuk berjaga-jaga bila di luar prediksi Zhao Heng mengalami kegagalan di sana.


Setidaknya masih ada pasukan bala bantuan, untuk menyelamatkan mereka dan mempertahankan wilayah selatan.


Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan hampir satu bulan, akhirnya rombongan pasukan Zhao Heng tiba juga di kerajaan Tay Li.

__ADS_1


__ADS_2