PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SITUASI DI KERAJAAN SONG


__ADS_3

Fei Yang tersenyum dari balik awan melihat pergerakan pasukan Song.


Fei Yang menemukan Li Yuan Zuo yang penuh akal, sengaja menempatkan barisan pasukan perbekalan nya di bagian paling ujung barisan.


Penjagaan di sana tidak terlalu ketat, diam diam Fei Yang dari jarak jauh menyerang salah satu karung perbekalan, yang terletak di tumpukan paling bawah.


Begitu karung itu bocor, Fei Yang pun tersenyum mengejek, melihat isi karung itu, yang ternyata hanya berisi pasir bukan ransum makanan .


Li Yuan Zuo ingin menjebaknya, begitu dia muncul mengincar ransum, Li Yuan Zuo pasti akan menyiapkan jebakan tak terduga buatnya.


Diam diam Fei Yang harus akui Li Yuan Zuo ini sangat cerdik dan sulit di hadapi..


Mau mengalahkan orang ini tidaklah mudah, dia harus berhati-hati.


Setelah melakukan pengamatan dengan lebih teliti, akhirnya Fei Yang menemukan, di mana perbekalan pasukan Song di simpan.


Fei Yang akhirnya menemukan di bagian bawah perut pasukan berkuda, dan di bawah kereta perang, pada terikat bungkusan bungkusan, yang di buat warna nya sama, sehingga tersamarkan.


Fei Yang tersenyum melihat hal itu, dia pun berbisik pada Kim Tiaw, Tiaw Siung mari kita kembali ke Yin Chuan.


Dengan kecepatan pergerakan pasukan Song, yang kelihatannya tidak terbiasa berjalan di atas tanah berpasir, sambil berjemur dibawah terik sinar matahari.


Fei Yang memperkirakan paling cepat akan butuh satu atau 2 Minggu untuk tiba di kota Yin Chuan.


Dengan tempo waktu itu, Fei Yang yakin perdana menteri Li, pasti akan mampu mengevakuasi seluruh rakyat di Yin Chuan, pindah kekota Xing Ping.


Di saat bersamaan Li Dan dan Lan Yi pasti berhasil menyelesaikan tugas mereka tepat waktu..


Setibanya di Yin Chuan, Fei Yang Langsung melihat kesibukan berbeda antara masyarakat dan pasukan kerajaan.


Masing masing semuanya terlihat sangat sibuk.


Saat menemukan keberadaan Li Dan, Fei Yang pun menghampirinya dan berkata,


"Bagaimana kakak Dan ?"


"Besok,..besok pagi semuanya pasti rampung.."


ucap Li Dan penuh keyakinan.


"Adik Yang, kamu melepaskan Agoda begitu saja, apa kamu tidak takut dia berbelot, balik menyerang kita bersama kerajaan Song.."


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Dia tidak mungkin berbelot karena alasan ini.."


"Apa itu ?"


tanya Li Dan penasaran.

__ADS_1


"Pertama, dia sangat tertarik dan berambisi menguasai, Wilayah Song yang subur dan kaya raya.."


"Kedua dia sadar, membantu Song yang jauh lebih kuat darinya, melenyapkan kita.."


"Dia hanya menggali lubang kuburnya sendiri..'


"Begitu kita tamat, berikutnya adalah giliran mereka ikut tamat.."


"Ketiga pasukannya pasti masih trauma, bila harus melawan kita kembali.."


"Lagipula bila mereka berani macam macam, dari Lan Zhou, aku akan dengan mudah merebut kota Da Dong dan Xi Jin, lalu langsung menuju ibukota Da Ding milik Liao.


"Mereka akan terjebak di kerajaan Song, tanpa bisa kembali lagi kerajaan mereka."


"Begitu pasukan Song kembali, saat itu tamatlah mereka.."


ucap Fei Yang memberikan gambaran ke Li Dan.


Li Dan mengangguk dan menatap Fei Yang dengan penuh kagum.


Sesuai prediksi Li Dan, di hari kedua pekerjaan mereka pun beres, dan mereka dengan cepat langsung bergerak menuju Lan Zhou.


Sedangkan rakyat Xi Xia semenjak pagi pagi buta, sudah mulai meninggalkan kota Yin Chuan.


para pejabat istana bangsawan hartawan dan keluarga kerajaan, mereka semua berangkat paling akhir, di kawal oleh jendral Li Jue.


Di hari keempat pagi, kota Yin Chuan tinggal tersisa Fei Yang seorang diri, berdiri di puncak menara melakukan pengawasan.


Di hari ke tujuh sepasang mata Fei Yang yang tajam, melihat bendera pasukan Song mulai bergerak mendekat.


Fei Yang memperkirakan kemungkinan barisan itu sedang melewati daerah Padang gurun menuju kota Yin Chuan.


Fei Yang pun langsung terbang meninggalkan menara, tubuh Fei Yang perlahan-lahan menghilang di balik awan di angkasa sana.


Saat tiba di ketinggian tertentu, di atas pasukan kerajaan Song, Fei Yang mulai menghimpun kekuatan alam semesta, mengirim badai tornado pasir, yang datang dari segala penjuru mengepung barisan pasukan Song.


Di bawah sana langsung terjadi kepanikan dan ketakutan, saat melihat badai pasir yang dari segala penjuru bergerak menghampiri mereka.


Terutama barisan pasukan berkuda dan barisan kereta perang, yang membawa perbekalan. mereka rata-rata terlihat pasrah


Sebelum Zhao Yuan Zuo sempat mengerahkan kekuatan iblis nya, untuk menghancurkan badai tornado dan mencegahnya.


Sebagian besar pasukan perbekalannya, sudah porak poranda di hantam badai, yang datangnya tanpa berhenti.


Zhao Yuan Zuo berhasil membuyarkan beberapa badai tornado, tapi hal itu tidak cukup.


Karena badai di tempat lain sudah menghancurkan pasukan perbekalan nya di bagian lain.


Sambil berteriak marah,

__ADS_1


dia langsung melesat menyusul terbang keangkasa dengan pedang iblis langit di tangannya.


Tapi saat dia tiba di atas langit, bayangan Fei Yang sudah tidak terlihat lagi di sana.


Zhao Yuan Zuo, curiga semua kejadian ini berhubungan erat dengan ulah Fei Yang.


Sementara Zhao Yuan Zuo mengejar keatas, pasukannya di bawah sana, terutama pasukan bagian perbekalan nya, menderita kerugian yang tidak ringan.


Saat badai tornado berhasil di jinakkan oleh Zhao Yuan Zuo dan kondisi cuaca kembali tenang.


Zhao Yuan Zuo langsung memberikan instruksi agar di lakukan pengumpulan dan perhitungan ulang,


Setelah perhitungan selesai di lakukan, ternyata sisa perbekalan, yang masih layak di gunakan tinggal tersisa 20% nya saja.


Sedangkan 80 % nya banyak yang hilang terbawa angin badai tornado.


Kalau pun tersisa hanya terlihat perbekalan mereka yang berserak di Padang gurun.


Ada yang tertimbun pasir, ada juga yang isinya berhamburan keluar bercampur dengan pasir.


"Keparat kau Li Fei Yang,..!! Dasar pengecut besar,..!!"


"Lihat bila tertangkap, aku pasti akan memakan otak jantung dan hati mu..!!"


teriak Zhao Yuan Zuo penuh kemarahan.


Fei Yang yang sudah kembali ke puncak menara di benteng pertahanan Yin Chuan.


Dia hanya tersenyum mengejek menanggapi teriakan menggelegar Zhao Yuan Zuo, yang penuh kemarahan.


Zhao Yuan Zuo dengan sisa perbekalan tidak banyak, terpaksa mempercepat pergerakan pasukan besarnya.


Dengan harapan segera mengepung dan menguasai kota Yin Chuan.


Hanya dengan mengandalkan stok perbekalan di kota Yin Chuan, pasukannya baru bisa terlepas dari bahaya kelaparan.


Zhao Yuan Zuo tidak akan pernah menyangka yang menantinya di sana adalah sebuah kota mati.


Bahkan air pun tidak mengalir di sana.


Di tempat lain pasukan Li Dan dan Lan Yi tanpa kesulitan berarti, sudah merebut kembali kota Lan Zhao.


Sedangkan di pihak Pangeran Agoda, dia juga bergerak menyerang ke tiga kota secara bersamaan.


Tanpa kesulitan berarti, dia berhasil menduduki kota Zhen Ding, Tai Yuan, dan He Nan.


Selanjutnya dia sedang bersiap maju ke Daming dengan tujuan jantung kota Kai Feng.


Seluruh keluarga kerajaan Song, kini sudah mengungsi ke Xiang Yang, di mana mereka kini hanya bisa mengandalkan perlindungan dari pangeran Zhao Heng, dan pasukan keluarga Guo yang bertahan di sana.

__ADS_1


__ADS_2