PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
LI CHUN KANG, SI DEWA PEDANG


__ADS_3

Setelah bosan berkeliling, mereka bertiga pun kembali ke penginapan untuk beristirahat menunggu malam, sambil menunggu datangnya Kentungan ketiga.


Sebelum Kentungan ketiga tiba, Fei Yang dan kedua rekannya sudah bersiap menunggu di luar gerbang kota sebelah Utara.


Tepat Kentungan ketiga bunyi, tak lama kemudian sesosok tubuh, melayang ringan keluar dari balik tembok kota.


Sosok itu adalah Kian Li,. dia berdiri tenang di hadapan Fei Yang dan berkata,


"Kamu pasti paman guru kecil, Li Fei Yang kan ?"


"Kamu datang kesini, karena ingin menuntut pertanggungjawaban ku kan ?"


"Silahkan saja, aku sudah lama menunggu hari ini, silahkan saja.."


ucap Kian Li sambil memejamkan matanya dan bersikap pasrah.


"Tunggu dulu tidak buru buru, aku ingin tahu dulu, apa yang sebenarnya terjadi,..?"


ucap Fei Yang tenang.


Kian Li menoleh ke belakang dengan cemas dan berkata,


"Tidak ada waktu lagi, lakukanlah dengan cepat sekarang juga.."


"Sebelum istri ku menyadarinya dan ayah mertua ku tiba.."


"Keselamatan kalian semua.akan jadi taruhannya.."


ucap Kian Li sedikit panik.


"Sudah terlambat,..! kami sudah tiba,..! siapa pun yang melukainya,..! aku tidak akan mengampuninya,..!"


ucap sebuah suara yang datang dari atas tembok kota.


"Suami ku,..! jangan takut,.! ayah pasti bisa membantu mu mengatasi mereka..!"


teriak istri Kian Li dari atas tembok kota sana.


Kian Li menghela nafas panjang dan berkata,


"Kini semua sudah terlambat, mereka telah tiba..."


"Aku sarankan kalian semua tinggalkan tempat ini, kalian bukan lawan mertua ku.."


"Bahkan guru ku Li Mu Bai harus mengurungkan niatnya menarget kematian ku,.setelah bertemu dengan mertua ku."


"Jadi yang terbaik adalah, kalian semua segera tinggalkan tempat ini."


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku sudah tiba di sini, masalah ini harus tuntas hari ini juga.."


"Aku tidak akan mundur sedikit pun, siapapun dia,.aku tidak perduli,.hukum dan aturan harus.ditegakkan hari ini."


"Ahh mengapa kalian begitu keras kepala, ? baiklah kamu ingin dengar cerita nya, aku akan ceritakan, setelah itu cepat pergilah.."


ucap Kian Li tidak berdaya.

__ADS_1


Sesaat kemudian setelah mengambil nafas, Kian Li pun melanjutkan berkata,


"Aku akui.Dahulu itu adalah salah ku, akulah yang menyuruh Alung dan Mei Niang meracuni guru besar Yi Han.."


"Meski aku sebenarnya cuma menjalankan perintah dari guru ku Li Mu Bai.."


"Tapi aku jelas terlibat dan aku sadar aku harus menanggung akibat perbuatan ku.."


"Tapi tidak hari ini, lain kali aku berjanji pasti akan memberikan pertanggungjawaban ku."


"Untuk masalah dulu itu, aku sudah sangat menyesal, jangan menambah nambah penyesalan ku dengan sesuatu yang buruk menimpa kalian di sini."


"Cepatlah pergi,."


ucap Kian Li cemas dan masih berusaha mencoba membujuk Fei Yang untuk pergi.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Kamu punya niat baik itu, membuktikan kamu sudah bertobat dan layak di beri kesempatan.."


"Hukuman mati boleh di tiadakan, tapi hukuman hidup,.tetap harus di jalankan."


Selepas berkata, Fei Yang langsung melepaskan pukulan naga merah.dan naga biru kearah Li Chun Kang.


Sedangkan tangannya yang lain bergerak cepat memapas daun telinga Kian Li sambil melepaskan beberapa totokan yang telah memusnahkan seluruh ilmu silat Kian Li.


Tubuh Kian Li langsung terpental mundur, dengan mulut sedikit menyemburkan darah segar.


Dari bekas tempat daun telinga nya, terlihat bercucuran darah.


Pakaian putih sebelah kiri Kian Li kini telah berubah merah.


Tapi Kian Li sebaliknya tersenyum puas dan berkata,


"Terimakasih atas pengampunan nya paman guru.."


Lalu dia menoleh kearah atas tembok dan berkata,


"Istri ku jangan khawatir,.aku baik baik saja.."


Sementara itu bersamaan dengan Kian Li di serang, di tempat lain, diatas tembok sana, Li Chun Kang juga di tahan oleh datangnya serangan naga merah biru kearahnya.


Tapi Li Chun Kang, hanya dengan mengibaskan jari telunjuk dan jari tengah nya kedepan.


Seberkas sinar biru transparan, bergerak melengkung langsung membelah Naga biru merah menjadi terpotong dua,.dan langsung sirna.


"Bocah berani mati, hari ini kamu harus rasakan akibatnya, berani menyentuh keluarga ku.."


Li Chun Kang, kembali menebaskan beberapa kali jarinya kearah Fei Yang.


Cahaya biru transparan susul menyusul melesat.kearah Fei Yang dengan cepat.


Fei Yang memutar kedua tangannya didepan dada sebelum di dorongkan kedepan.


Menghasilkan Pat Kwa biru merah, sebagai tameng, untuk menyambut serangan dari Li Chun Kang.


"Tranggg,..Tranggg,...Tranggg,...

__ADS_1


Tranggg,..!!"


Serangan Li Chun Kang tertahan oleh perisai ciptaan Fei Yang, kemudian meledak hancur berkeping-keping.


Perisai ciptaan Fei Yang bergerak ingin menabrak ke arah Li Chun Kang.


Li Chun Kang kini menggunakan jari telunjuknya menciptakan sebatang pedang biru besar, untuk di tebaskan kearah perisai Pat Kwa merah biru Fei Yang.


"Trangggg,..!'


"Kreekkk,...!"


"Pranggg,..!'


Sekali ini perisai ciptaan Fei Yang begitu benturan keras terjadi awalnya retak retak,.hingga akhirnya pecah berantakan.


Tapi yang pecah berantakan bukan perisai Fei Yang saja.


Termasuk pedang besar bercahaya biru Li Chun Kang juga ikut meledak hancur berantakan.


Baik Fei Yang maupun Li Chun Kang sana sama terdorong mundur dua tindak kebelakang.


"Ayah hentikan jangan di teruskan lagi..!"


teriak Kian Li dari bawah berusaha mencegah pertarungan lebih lanjut.


Kini dia sudah menyaksikan kemampuan Fei Yang yang tidak di bawah guru besarnya Yi Han.


Kian Li kini justru berbalik mengkhawatirkan keadaan mertuanya.


"Menantu bodoh, tidak menjaga istri mu, malah berteriak teriak, menganggu saja.."


"ini sambut jaga dia dengan baik, setelah ini lihat bagaimana aku mengurus mu,.mantu bodoh.."


ucap Li Chun Kang, sambil melempar putrinya kearah Kian Li.


Dengan ajaib tubuh putrinya melayang turun kebawah, masuk kedalam pelukan Kian Li dengan lembut.


Kian Li buru buru menyambut dan merangkul istrinya dengan lembut dan berkata,


"Jangan takut sayang, aku akan menjaga mu.."


Kedua suami istri itu berangkulan erat, perlahan-lahan, Kian Li membimbing istrinya menjauhi arena pertempuran.


Sedangkan di arena pertempuran kini terlihat,. Fei Yang dan Li Chun Kang, keduanya kini melayang di udara.


Li Chun Kang sambil tersenyum berkata,


"Bocah kamu ternyata punya kemampuan juga, pantas saja berani datang bikin onar.di sini."


"Baiklah kamu hari ini boleh lihat kekuatan dewa pedang yang sebenarnya."


"Semua pedang kembali ke asal,..!!"


teriak Li Chun Kang.


Satu persatu semua pedang terbang keudara, berbaris rapi di belakang Li Chun Kang tanpa bisa di kontrol pemiliknya.

__ADS_1


Seluruh pedang yang ada di Xiang Yang semua kini berbaris rapi di belakang Li Chun Kang.


Termasuk pedang Hong Yi juga ikut tertarik kesana.


__ADS_2