PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEGAGALAN


__ADS_3

Baru saja Fei Yang mendarat, dari bawah langsung melesat energi yang mengeluarkan cahaya lembayung.


"Brakkkk,...!!!"


Energi tersebut langsung meledakkan genteng tempat Fei Yang berpijak, dan terus melesat keatas menerangi udara dengan seberkas cahaya lembayung.


Fei Yang sendiri sudah berpindah posisi, saat telinga nya, menangkap ada desir halus bergerak kearah genteng tempatnya berpijak.


Sehingga saat genteng pecah energi itu menerobos keatas, Fei Yang sudah melayang kearah posisi lain.


Dari arah bawah genteng yang meledak melesat keluar seorang kakek berjenggot dan beralis putih.


Begitu melihat siapa penyusup yang datang tengah malam, menyantroni kediaman junjungan nya.


Wajahnya langsung pucat dan dia berkata,


"Kau bagaimana bisa tahu aku ada di sini..!?"


Sambil bertanya, dengan licik dia langsung melepaskan tanda bahaya ke udara, dan mengeluarkan gendewa Giok hijau ditangan langsung melepaskan anak panah cahaya ungu, yang di kelilingi petir kecil melesat ke arah Fei Yang.


Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,


"Mainan lama hari ini ajal mu telah tiba..!"


Ucap Fei Yang sambil memunculkan sebuah pedang bercahaya lembayung dari arah barat melesat cepat menyambut serangan anak panah Xuan Ming.


"Crashhh,..!!"


Anak panah ungu hancur berantakan di terjang oleh energi pedang cahaya lembayung Fei Yang.


Energi pedang cahaya lembayung terus melesat menerjang kearah Xuan Ming.


Xuan Ming menciptakan perisai kuno sambil terus bergerak mundur menjauh.


Setiap tercipta satu perisai dia akan mundur menjauh beberapa meter ke belakang.


Sedangkan di bawah sana obor sudah di nyalakan, tempat itu sudah terang benderang puluhan ribu anak panah memenuhi udara semua di tujukan kearah Fei Yang.


Seluruh area komplek istana telah di kepung oleh Yi Ling Cin, di bawah pimpinan jendral muka hitam dan putih.


Putra mahkota Yuan Xi sendiri sudah di ungsikan melalui jalan rahasia.


Fei Yang membentuk cahaya pelindung merah biru, sehingga tidak ada anak panah yang berhasil menembus energi pelindungnya.


Melihat hal itu jendral muka putih memberi kode, maka dari segala arah prajurit Yi Ling Cin mendorong gerobak berisi kotak yang bisa menembakkan panah berukuran besar seperti tombak mengarah ke Fei Yang.


Anak panah yang besar dan kuat ini saat di lepaskan mengeluarkan bunyi berdesing tajam membelah udara.


Fei Yang terpaksa menggunakan sepasang telapak tangan nya membentuk energi yang lebih tebal untuk menahan serangan yang jauh lebih kuat itu.

__ADS_1


Terpecahnya konsentrasi Fei Yang menghadapi pengepungan anak panah yang di lepaskan oleh puluhan ribu pasukan Yi Ling Cin.


Membuat Xuan Ming berkesempatan meloloskan diri dari arena pertempuran.


Dengan cara terus membuat perisai berlapis lapis dan mundur menjauh dari kejaran energi pedang cahaya lembayung.


Energi pedang cahaya lembayung sendiri, setelah menembus beberapa lapis perisai putih tulisan kuno.


Meledakkan perisai tersebut satu persatu, energi pedang cahaya lembayung menghantam sebatang pohon raksasa hingga meledak hancur berkeping-keping.


"Brakkkk,..!"


Suara ledakan itu membuat Fei Yang melirik sekilas kearah Xuan Ming.


Fei Yang sempat melihat bayangan punggung bajingan pembunuh gurunya itu yang sedang berusaha kabur.


Di sela sela sedang menahan serangan. Fei Yang melepaskan pukulan jarak jauh, energi tanpa wujud kekuatan semesta tanpa batas.


2 jurus yang di padukan menjadi satu seperti yang pernah dia lihat dan pelajari dari kedua orang tua Xue Lian.


Kekuatan semesta tanpa batas.itu sangat kuat, saat menghantam punggung Xuan Ming.


Tubuh Xuan Ming langsung terpental jauh kedalam rerimbunan tanaman yang mengelilingi tempat tinggal pangeran mahkota.


Fei Yang menambah satu lagi pukulan kearah rerimbunan tanaman hingga terjadi ledakan dahsyat.


"Blaarrr,..!"


Tapi Fei Yang tidak melihat ada Xuan Ming di sana.


Fei Yang pun sadar bedebah itu pasti sudah melarikan diri lewat jalan rahasia.


Berkeras di sana hanya akan menimbulkan keributan dan permusuhan tidak perlu.


Fei Yang pun memutuskan untuk segera meninggalkan tempat tersebut.


Melihat tempat itu semakin ramai di kepung oleh pasukan Yi Ling Cin yang terus berdatangan.


Fei Yang langsung memutar tubuhnya membentuk badai tornado, yang mengelilinginya.


Sehingga semua anak panah yang di tembakkan tersedot dan tergulung dalam pusaran badai tersebut.


Sebelum badai tornado pelindung nya hilang Fei Yang sendiri sudah melesat kearah Yi Wen, menyambar punggung bajunya, lalu terbang menghilang dalam kegelapan malam.


Setelah kembali ke dalam kamar Yi Wen.


Yi Wen masih menatap Fei Yang dengan wajah pucat sedikit gemetaran.


"Kau ba,.. ba,.. bagaimana mungkin manusia bisa punya kemampuan seperti itu.."

__ADS_1


"Puluhan ribu pasukan Yi Ling Cin yang terlatih pun tak bisa berbuat apa-apa.."


ucap Yi Wen gugup.


Fei Yang tidak memperdulikan Yi Wen dengan santai, dia mengambil tempat duduk meraih poci teh di meja Yi Wen, menuangnya kedalam cawan dan meminumnya beberapa cawan baru berkata,


"Kamu baru tahu kemampuan ku, kemampuan ku masih banyak yang belum kamu lihat.."


"Jadi jangan coba coba membuat ku marah lagi.."


"Atau sekali sentil kamu akan lenyap menjadi debu, selamanya tidak akan ada Kasim bernama Yi Wen lagi di dunia ini.."


ucap Fei Yang sambil tertawa.


"Kau bajingan menyebalkan,.cepat keluar dari kamar ku..!'


"Lain kali mau ke istana, jangan mencari ku lagi, urus aja sana sendiri..!"


teriak Yi Wen dengan muka merah.


sambil menarik lengan Fei Yang lalu mendorong nya keluar dari kamar..


Fei Yang hanya bisa berkata,


"Hei,.. apa apaan ini, jangan dorong dorong, baik baik aku keluar.."


"Aku minta maaf, jangan marah lagi, ok ?"


"Brakkk,..!!'


pintu di tutup dengan kasar oleh Yi Wen.


"Pergi sana jangan ganggu aku, aku mau tidur..!"


teriak Yi Wen dari dalam kamar dengan suara masih kesal.


"Di besarkan dengan makan peledak kali tuh banci, hingga gak bisa besar.."


Dumel Fei Yang sambil berjalan kembali ke kamarnya sendiri.


Setelah kejadian malam ini Fei Yang sadar dia masih sangat memerlukan Yi Wen, untuk menyusup kedalam istana.


Sehingga dia tidak boleh menyinggung banci kecil itu, dia harus bersabar dan mengalah padanya.


Setelah kejadian heboh ini, dia yakin di istana tentu akan memperketat penjagaan, sehingga dia akan semakin sulit menemukan Xuan Ming.


Satu satunya harapan Fei Yang bila tidak ingin membumi hanguskan kerajaan Song, membunuh jutaan tentara, dimana belum tentu bisa menemukan si licik Xuan Ming.


Saat ini hanya ada satu jalan, meminta Yi Wen membantunya menyusup kedalam istana, berpura-pura jadi Kasim, agar bisa mencari tahu persembunyian Xuan Ming.

__ADS_1


Malam itu juga, ibukota terjadi kehebohan, seluruh pasukan Yi Ling Cin di terjunkan untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan kesemua tempat.


__ADS_2