PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MULUT BERACUN LI YUAN HAO


__ADS_3

Mendengar suara terompet mundur dari jendral mereka, pasukan berkuda itupun bergerak mundur dengan teratur sesuai arahan atasan mereka.


Kelima jendral itu setelah menarik mundur pasukan mereka, mereka merapikan barisan, membenahi pasukan.


Untuk mempersiapkan serangan gelombang kedua yang lebih dahsyat.


Berdasarkan pengalaman tadi, Agoda mengerahkan 10 jendral tambahan.


Dia juga mengadakan 10 Kereta perang, yang rodanya di pasangi pedang, sambil menarik gelondongan besi berduri.


kereta perang Ini memang di persiapkan khusus untuk membongkar pertahanan pasukan tameng Li Dan.


Di belakang kereta perang terlihat 50.000 pasukan kuda besi lengkap dengan pasukan nya yang menggunakan baju Jirah dan helm besi bergerak menyusul.


Di barisan paling belakang baru muncul pasukan berkuda gelombang pertama yang gagal.


Agoda dengan cerdik mencampur aduk barisan pasukan nya dengan pasukan dari Xi Xia sendiri.


Sehingga kemungkinan pasukan itu berani membelot jadi kecil, karena mereka berada dalam pasukan 2 banding satu, berbelot pilihan nya cuma mati.


Kalau tidak berbelot masih ada kesempatan untuk hidup.


Li Dan sangat cemas melihat barisan gelombang kedua, yang di persiapkan oleh musuhnya.


Sekali ini bila keras lawan keras, mereka pasti akan buyar, semua pasukan nya akan di musnahkan oleh musuhnya tanpa sisa.


Di saat Li Dan sedang berpikir keras, memikirkan cara untuk mengurangi jumlah korban di pihak mereka.


Pasukan Agoda pun mulai bergerak maju.


Tiba-tiba terdengar teriakan dari barisan paling belakang yang menjaga tawanan.


"Tahanan kabur,...!! Tahanan kabur...!!"


Li Dan tidak punya waktu untuk mengurus hal itu, karena saat ini dia harus fokus menghadapi serangan pasukan Agoda yang mulai bergerak.


Sementara itu di bagian belakang sana sebelum kejadian teriakan tahanan kabur.


Sebenarnya yang terjadi adalah di mulai dengan kelicikan Li Yuan Hao, yang memanfaatkan situasi kacau untuk berbicara dengan beberapa pasukan yang di tugaskan untuk menjaga nya.


"Hei kalian,.. menurut kalian dengan posisi terjepit dari depan dan belakang.."


"Berapa besar persentase peluang kalian untuk keluar hidup dari tempat ini..?"


Para pasukan penjaga itu hanya saling pandang, diantara sesama rekan mereka.


Tapi mereka tidak mengeluarkan komentar, mereka semua berpura-pura tuli.

__ADS_1


Tapi Li Yuan Hao si Rase tua itu tahu apa yang sedang dirasakan oleh para pengawal itu, meski mereka tidak menjawab langsung.


Dia bisa membaca dengan jelas dari mimik wajah ketakutan para pengawal itu, sehingga dia kembali melanjutkan kata katanya,


"Ku katakan saja di dalam benteng ada 5000 pasukan topeng iblis, yang merupakan pasukan elite ku, belum.lagi pimpinan pasukan bertopeng iblis dan keempat wakilnya ada di situ.."


"Harapan kalian untuk mundur kedalam tembok pertahanan kota adalah 0 besar.."


"Berisik,...! berisik,...!"


Tegur dua orang pasukan penjaga, sambil memukulkan golok mereka kearah kerangkeng besi.


Untuk menakut nakuti Li Yuan Hao, agar tidak bikin kacau pikiran dan hati mereka.


Tapi Li Yuan Hao malah tersenyum dan terus berkata,


"Tak perlu galak galak,.ku katakan pada mu Agoda itu membawa 300.000 pasukan datang kemari.."


"Bukan untuk main main,.di dalamnya ada 30 kereta perang, 100.000 pasukan kuda besi,.100.000 pasukan kuda berpanah, dan 100.000 pasukan bertameng dan tombak panjang.."


"Berisik..!! sekali lagi kamu bersuara, percaya tidak aku akan potong lidah mu..?"


ucap salah satu penjaga dengan galak, untuk menutupi suasana hatinya yang kacau.


Li Yuan Hao bisa melihat dan membaca ekspresi mereka dengan jelas.


Dengan santai Li Yuan Hao berkata,


"Tapi bila kalian lakukan itu pada ku, kira kira apa yang akan kalian terima nantinya..?"


"Pujian hadiah atau malah hukuman ?"


"Jelek jelek aku ini adik kandung raja yang kalian bela, dan kalian tahu seberapa berbakti dan lembutnya hati kakak ku itu.."


"Bila ibu kandung ku bersuara,.kira.kira dia akan bela kalian ? atau bela adik.kandung dan ibu kandungnya sendiri .?"


"Aku tidak akan jelaskan panjang lebar, kalian pikir saja sendiri hal itu.."


Pengawal yang tadi nya sempat galak, kini wajah mereka menjadi pucat, mereka tidak bisa berkata apa-apa.


Melihat hal itu, Li Yuan Hao pun melanjutkan ocehannya.


"Aku tahu, kalian semua adalah pasukan yang pernah berbelot mengikuti ku, yang kalian cari hanya nafkah dan keselamatan.."


"Taruhlah Li Fei Yang yang sakti mandra guna tiba tepat waktu, dan mengalahkan Agoda dan pasukannya."


"Tapi setelah semua ini selesai, sebagai pasukan yang punya reputasi cacat, berbelot tidak setia seperti kalian ini.."

__ADS_1


"Meski tidak di hukum, kira kira karir kalian kedepan akan bagaimana ? apa semua akan dianggap seperti tidak pernah terjadi apa apa, atau kalian akan di buang ke perbatasan barat menghadapi serangan dari kerajaan Tibet..Nepal..?"


"Atau di kirim ke perbatasan Timur menghadapi kerajaan Liau ?"


"Atau ke Utara menghadapi suku nomaden Mongolia, yang ganas dan kejam.."


"Kalian pikir sendiri saja lah, aku sulit berkata kata.."


"yang jelas sih, kalian akan jauh dari keluarga, mati di tanah asing tanpa kubur, itu sudah pasti bila di kirim ke perbatasan.."


Para pasukan itu saling pandang sendiri, wajah mereka semakin pucat, terlihat ragu ragu dan serba salah.


Melihat mereka mulai terkena racun yang dia tebar.


Sambil tersenyum Li Yuan Hao kembali berkata,


"Satu tidak lakukan dua tidak perlu malu melakukannya."


"Berjuang untuk dia, jelas jalan kematian terbentang, tapi kalau kalian dengarkan aku, aku akan jamin keselamatan kalian."


"Kalau kita semua berhasil lolos dari sini, kehidupan mewah dan harta berlimpah, akan menunggu kalian untuk meraihnya."


"Kalaupun kalian gugur, aku akan jamin kehidupan keluarga kalian bisa hidup sejahtera."


"Sekarang semua tergantung pilihan kalian sendiri, yang perlu ku katakan sudah ku katakan."


"Percaya atau tidak terserah kalian.."


"Berani ambil resiko, berjuang meraih mimpi, itu adalah ciri ciri orang sukses.."


"Sebaliknya bila diam dan pasrah menerima nasib, itu adalah orang bodoh yang menunggu mati.."


Setelah menyelesaikan tebaran racunnya, yang mulai memakan korban, Li Yuan Hao memilih diam.


Membiarkan mereka berpikir dan kasak kusuk sendiri.


Dia hanya pura pura tidak tahu dan tidak perduli, padahal di dalam hati dia sangat perduli.


Karena sukses ataupun gagal strateginya, bagian ini termasuk yang paling krusial.


Bila gagal, ada kemungkinan dia akan kehilangan nyawa.


Pengawal itu setelah berkasak kusuk cukup lama, akhirnya mulai bergerak cepat.


Mereka menghubungi teman teman mereka yang lain.


Memanfaatkan situasi yang sedang kacau, mereka membawa puluhan kuda yang sedang merumput untuk lebih dekat kearah kerangkeng.

__ADS_1


Setelah persiapan sudah Matang, mereka tanpa banyak cakap langsung melepaskan borgol, yang membelenggu tangan dan kaki kedua ayah anak itu.


Baru mereka membuka kerangkeng, melepaskan Li Yuan Hao dan Li Yung dari dalam kurungan.


__ADS_2