
Xue Lian mengeratkan tangannya yang melingkar di pinggang Fei Yang.
Seolah olah ingin mencari kekuatan dari suaminya, untuk menenangkan perasaan cemas dan takutnya, berhadapan dengan adat istiadat dan tata Krama istana.
Fei Yang mengerti kekhawatiran Xue Lian, jadi dia berkata dengan lembut.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan selalu berdiri di pihak mu."
"Tidak akan ada yang menyalahi mu, aku akan selalu menjaga mu.."
Xue Lian mengangguk kecil, sambil menyandarkan kepalanya di dada Fei Yang.
Fei Yang tersenyum penuh pengertian merespon sikap istrinya.
Dia mendaratkan ciuman lembut di kepala Xue Lian, sambil berbisik.
"Sayang aku belum memberi hormat dan meminta restu kepada ayah ibu mu.."
"Bagaimana bila kita pergi menemui mereka sekarang.."
Xue Lian mengangguk pelan tanpa berkata apa-apa, sambil tersenyum bahagia dia menggandeng tangan Fei Yang meninggalkan anjungan kapal.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kamar di mana kedua orang tua Xue Lian berada.
Saat tiba di depan kamar tersebut, Xue Lian maju mengetuk pintu kamar,
"Tok,..tok,..tok..!"
"Ayah Ibu,..! boleh kami masuk..??"
"Masuk.lah nak , pintu tidak terkunci..!"
jawab ayah Xue Lian dari dalam kamar.
Xue Lian mendorong pelan pintu kamar, lalu sambil tersenyum malu malu.
Dia menggandeng Fei Yang masuk bersamanya kedalam kamar.
Di dalam ruangan tersebut terlihat ayah dan ibu Xue Lian sedang duduk santai di atas dipan sambil menikmati teh wangi yang di sediakan oleh awak kapal.
Fei Yang maju menghampiri kedua orang tua Xue Lian, dia segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan mereka.
Fei Yang memberi hormat dengan membenturkan keningnya di atas lantai sambil berkata.
"Ayah Ibu terimalah sembah sujud mantu kalian yang tidak berguna ini.."
"Aku hanya bisa membuat masalah dan membuat kalian orang tua ikut berkhawatir.."
"Ayah Ibu,..harap maafkan Fei Yang.."
Ibu Xue Lian tersenyum lembut menatap Fei Yang dan berkata,
"Bangunlah menantu ku yang baik, tak perlu seperti ini.."
"Di dunia ini, bila kamu mengaku diri mu tidak berguna, maka seluruh pria di dunia ini, tidak akan ada yang berani mengaku dirinya berguna lagi ."
ucap Xue Lian sambil menahan senyum.
__ADS_1
Fei Yang sambil tersenyum canggung, bangkit berdiri, lalu mundur ke samping Xue Lian.
Dengan kepala tertunduk Fei Yang berkata,
"Terimakasih ibu.."
Ayah Xue Lian sambil tersenyum berkata,
"Ibu mu benar, bila bukan kamu mempertaruhkan nyawa menembus lembah menolong kami keluar dari sana.."
"Mungkin seumur hidup, kami hanya bisa habiskan sisa hidup kami, di lembah kebahagiaan sana.."
"Itu sudah merupakan tugas dan tanggung jawab ku sebagai murid sekaligus suami dari Xue Lian.."
"Hal itu bila di bicarakan Fei Yang malah merasa malu, karena telah membuat kalian orang tua menunggu begitu lama di sana.."
"Bahkan di pertemuan pertama kita, Fei Yang bukannya membantu, malah membuat ayah harus menerima hukuman dari pemilik lembah.."
Ayah Ibu Xue Lian tersenyum dan ayah Xue Lian pun berkata,
"Sudahlah yang lalu tidak perlu kita bahas lagi, sekarang apa rencana kalian berdua kedepannya..?"
Fei Yang maju memberi hormat dengan membukukan badannya dan berkata,
"Ayah Ibu, kedatangan kami adalah ingin memohon doa restu atas perkawinan kami dari ayah ibu.."
"Sekaligus bila ayah ibu tidak berkeberatan, aku ingin mengundang ayah ibu ikut dengan kami jalan jalan ke Xi Xia."
"Sekaligus menjadi saksi acara pernikahan resmi kami di sana.."
"Tentu saja bila kalian ingin kami hadir, dan tidak malu dengan latar belakang kami yang datang dari gunung terpencil."
"Dengan senang hati kami pasti akan turut hadir buat kalian berdua.."
Fei Yang buru buru menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Ibu jangan berkata begitu, bila bukan secara beruntung, aku bertemu dengan Xue Lian di lembah hutan sesat.."
"Fei Yang hari ini juga tidak akan ada hari seperti ini.."
Xue Lian melirik kearah suaminya sambil tersenyum berkata,
"Tapi aku tidak mau di ingat sebagai guru maupun sebagai penolong mu.."
"Aku ingin kamu mengingat ku sebagai pendamping hidup mu.."
Fei Yang tersenyum lembut menggenggam tangan Xue Lian dan berkata,
"Itu sudah pasti, seumur hidup pendamping ku cuma kamu seorang.."
Melihat keharmonisan putri dan mantu mereka, kedua orang tua Xue Lian tersenyum bahagia.
Sesaat kemudian ibu Xue Lian baru berkata
"Kami berdua turut senang melihat kalian bisa akur dan kami selalu berharap kalian bisa terus hidup berdampingan selama nya dengan bahagia.."
"Tapi kalian jangan lupa, kalian harus segera berikan kami seorang cucu yang lucu.."
__ADS_1
ucap Ibu Xue Lian sambil tersenyum.
Fei Yang tersenyum penuh arti menatap Xue Lian, Xue Lian wajahnya langsung merah padam dan berkata,
"Hal itu perlu waktu dan bergantung pada kehendak yang kuasa, mana bisa bilang mau langsung ada. "
"Ibu ini ada ada saja, sudah ahh, jangan bahas itu dulu."
"Sayang aku lapar pengen cicipi masakan mu, kamu masak ya untuk ku,..?"
ucap Xue Lian manja.
"Xue Lian apa apaan kamu, tugas mu sebagai istri yang harus ke dapur masak untuk suami mu.."
"Bukannya terbalik begini.."
tegur Ibu Xue Lian mempelototi putrinya.
Xue Lian malah memilih bersembunyi di belakang suaminya dan menjulurkan lidahnya dan berkata,
"Aku tidak bisa masak, aku besar makan buah, gimana bisa tahu cara masak .?"
Ayah ibu Xue Lian kehabisan kata-kata, mereka menatap kearah Fei Yang dengan penuh rasa tidak enak hati dan berkata,
"Nak Fei Yang, maaf ini salah kami, dia sejak kecil sampai besar tidak kami dampingi, sehingga kini jadinya seperti ini."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Ayah ibu, kalau hal ini aku sudah tahu dari awal, ini bukan masalah."
"Sayang kamu mengobrol lah dengan ayah ibu di sini, aku pergi sebentar menyiapkan makanan kesukaan mu.."
Ibu Xue Lian yang merasa tidak enak hati segera berkata,
"Fei Yang biar ibu ikut bantu ya..?"
"Ohh gak usah Bu, awak kapal nanti bisa membantu ku.."
"Ayah ibu temani Xue Lian saja ngobrol ngobrol di sini, aku tidak akan lama ."
ucap Fei Yang lalu buru-buru meninggalkan kamar.
Xue Lian yang takut di ceramah sama ibunya, buru buru berkata,
"Nggak mau,.. aku mau ikut ke dapur saja lihat kamu masak ."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Boleh juga, ayah ibu kami permisi sebentar.."
"Nak Fei Yang kamu serius tidak mau ibu bantu, ibu bisa sekalian ajarin Xue Lian masak.."
ucap Ibu Xue Lian masih merasa tidak enak hati.
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Tidak perlu Bu, biar Xue Lian saja yang membantu ku..itu sudah lebih dari cukup.."
__ADS_1