PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KESAKTIAN BUDDHA TIADA TARA


__ADS_3

"Boooom...!"


Pilar gapura pintu masuk perguruan Xu San hancur luluh lantak, oleh ledakan dahsyat benturan tebasan pedang Sarira, yang kesekian kalinya menghantam Yue Feng,


Yue Feng sendiri masih berlindung di dalam kubah perisainya yang mulai terlihat retak di sana sini.


Li Sun tersenyum mengejek penuh kemenangan melihat keadaan Yue Feng.


"Paman Yue,.. menyerahlah..!"


"Kamu bukan tandingan ku..!"


"Begini terus, paman hanya akan mati konyol..!"


"Lebih baik kembalikan Zi Zi pada ku..!"


"Jangan keras kepala..!"


bentak Li Sun sambil tersenyum mengejek.


Yue Feng mengigit bibirnya sendiri, mengatupkan mulut dan gigi nya rapat rapat.


Tidak mau menjawabnya, dia terus fokus memperbaiki pertahanan dan memikirkan jalan keluarnya sendiri.


Melihat Yue Feng tetap bersikeras, Li Sun pun berkata.


"Baiklah kalau begitu mampuslah kau pak tua...!"


Tanpa rasa kasihan, karena dendam dan emosi yang membara, Li Sun yang telah masuk ke jalan sesat.


Dia kembali memberikan Tebasan kearah Yue Feng, dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat.


Melihat cahaya hitam keemasan berbentuk spiral, yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.


Yue Feng sadar, bila dia masih terus bertahan, dia pasti akan mati konyol.


Yue Feng akhirnya memutuskan menggunakan jurus pamungkas nya.


Dia menghilang masuk kedalam tanah saat hantaman itu tiba.


"Booommm...!"


Hantaman itu kini membuat tanah di halaman depan terbelah terus merembet hingga bangunan pintu utama dan halaman sebelah dalam perguruan Xu San hancur luluh lantak terbelah dua.


Tangga menuju aula gedung perguruan Xu San sebagian besar juga sudah mengalami retak-retak di sana sini.


Bangunan aula utama sendiri, genteng atap bangunan jatuh berhamburan pecah berserakan di atas tanah.


Li Sun yang melihat Yue Feng di detik detik akhir hantamannya menghilang.


Dia segera melayang ke udara, mengedarkan pandangannya mencari cari keberadaan Yue Feng.


Sebelum dia menemukan di mana keberadaan Yue Feng.


Tiba tiba tanah tepat di bawahnya terbuka lebar.


Yue Feng terlihat meluncur dari bawah keatas, Yue Feng menyatu dalam bayangan Seekor Naga Emas.


Melesat keatas langsung menerjang kearah Li Sun.


"Booommm...!!"


Li Sun terpental ke atas, bayangan Buddha raksasa lenyap.


Yue Feng setelah membuat Li Sun terpental ke atas dengan jurus,


"Naga Bumi menabrak langit.."


Dia langsung menghilang, kemudian muncul lagi dari atas langit meluncur deras kebawah.

__ADS_1


Masih menyatu dengan bayangan Naga Emas Raksasa, dia kembali menabrak kearah Li Sun yang sedang terpental ke arahnya.


"Blaarrr...!"


Li Sun terpental ke bawah jatuh menghantam bangunan aula Xu San Pai hingga hancur berkeping-keping.


Setelah menabrak bangunan aula, sebelum dia mampu berdiri stabil.


Yue Feng kembali datang dengan bayangan Naga Emas.


"Blaaarrr...!"


Lagi lagi Li Sun di tabrak dengan kekuatan dahsyat menghancurkan halaman tengah hingga menabrak induk bangunan kediaman Yue Feng.


"Brakkkk...!"


Bangun induk kediaman Yue Feng dan keluarganya pun roboh hancur rata dengan tanah di hantam oleh tubuh Li Sun.


Li Sun bangun berdiri menghapus darah di sudut bibirnya dengan tangan kanan nya.


Setelah itu sambil berteriak keras dua menghentakkan kedua kakinya keatas tanah.


"Hyaaaaaat...!!!"


"Brakkk..!"


lantai batu di bawah kaki Li Sun hancur luluh lantak.


Sedangkan tubuh Li Sun, yang terlihat di selimuti hawa api dan es.


Melesat ke atas langit menembus awan, hingga hilang dari pandangan mata Yue Feng.


Sesaat kemudian sebentuk cahaya menyilaukan muncul dari atas langit.


Sebuah bayangan Tapak Raksasa' yang mengeluarkan cahaya hitam keemasan muncul dari atas sana.


Sebelum bayangan tapak raksasa' datang menghantam kebawah, kekuatan dahsyat yang sangat kuat telah mengunci area di sekitar Yue Feng.


Hingga Yue Feng merasakan tekanan yang luar biasa kuat telah mengurung pergerakan nya.


Area lantai batu di sekitarnya otomatis meledak hancur sendiri sebelum kekuatan bayangan tapak itu tiba.


Diatas langit sana terlihat muncul sesosok Buddha berwajah iblis sedang menyeringgai kejam.


Menyatu dengan Li Sun yang sedang melayang turun dari atas langit meluncur dengan posisi tubuh tegak lurus kebawah, telapak tangan kiri di dada,. telapak tangan kanan yang terbuka, di dorongkan kebawah.


Yue Feng memaksakan diri meluncur keatas menyambut serangan dahsyat itu, dengan menyatu dengan bayangan Naga Emas nya.


Tapak Naga Langit menabrak Langit.


Vs


Tapak Buddha, Kesaktian Buddha Tiada Tara.


"Booommm...!!!'


Yue Feng dan Li Sun sama sama terhenti di udara.


Cincin energi meledak menyebar kesegala arah.


Bagian bawah sana kondisi bangunan Xu San Pai, kini sudah tiada bersisa. Kehancuran meluas hingga ke halaman belakang perguruan tersebut.


Semua bangunan asrama tempat kediaman murid Xu San baik di sisi kiri maupun di sisi kanan bangunan induk.


Kini juga ikut roboh rata dengan tanah.


Yue Feng yang sedang saling menekan dengan Li Sun.


Dia kembali melepaskan satu lagi tambahan serangan pamungkas nya.

__ADS_1


"6 Naga Langit pemusnah semesta.."


Dari tubuhnya melesat keluar enam Naga Emas.


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


Enam Naga Emas itu langsung melesat mengepung Li Sun dari 6 jurusan.


Bayangan Buddha di belakang Li Sun, Telapak tangan nya tiba tiba berubah menjadi banyak.


6 Telapak tangan diantaranya, meluncur menghantam keenam jurusan.


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


Terjadi 6 kali ledakan beruntun, yang membuat serangan Naga emas kandas.


Bayangan Naga Emas akhirnya hancur tak berbekas.


"Booommm...!"


Sekali lagi terdengar ledakan yang jauh lebih dahsyat.


Bayangan Naga Emas yang menyatu dengan tubuh Yue Feng menyusul hancur berkeping-keping.


Tubuh Yue Feng terlihat terlempar jatuh kebawah..


"Booommm...!"


Tanah di bawah sana yang tertimpa tubuh Yue Feng, membentuk sebuah kawah kecil.


Yue Feng tergeletak kembali tidak sadarkan diri untuk kedua kalinya.


Hong Yi langsung melesat menghambur kedalam sana, untuk membantu menyalurkan hawa murni di belakang punggung suaminya.


Mereka berdua terlihat duduk bersila di dalam sana, Yue Feng duduk bersila memunggungi istrinya dengan kepala tertunduk lemah kebawah.


Sedangkan Hong Yi duduk bersila sambil menempelkan sepasang telapak tangannya di belakang punggung suaminya.


"Feng ke ke bertahan lah, kamu pasti bisa, aku akan membantu mu.."


ucap Hong Yi dengan wajah pucat dan airmata terus meleleh membasahi wajahnya.


Dia terlihat khawatir dan cemas, tapi tetap berusaha fokus menyelamatkan nyawa Yue Feng.


Zi Zi sendiri berdiri di bibir kawah menatap sedih kearah Pasangan orang tua Nan Thian.


Perasaan bercampur aduk menghimpit seluruh perasaannya, selain airmata yang jatuh bercucuran dari sepasang matanya yang indah.


Dia sudah tidak tahu mau melakukan apa.


"Zi Zi ayo kita pergi dari sini.."


ucap Li Sun yang mendarat ringan di belakang Zi Zi.


Kehadiran nya, membuatnya terpaksa membatalkan serangan berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2