
Satu titik demi satu titik berpindah dengan rasa sakit yang semakin lama semakin hebat.
Padahal Kim Kim sudah merubah dirinya menjadi sangat halus sebesar cacing.
Itu adalah kemampuan maximal nya, tapi jalur Meridian hanya untuk di lewati udara atau Chi.
Kini di.lewati benda kasat mata, tentu saja merupakan siksaan hebat buat Nan Thian.
Tapi demi pamannya, Nan Thian berulang kali yang hampir pingsan, tetap berusaha menjaga kesadarannya.
Hingga akhirnya Kim Kim berhasil tiba di titik Shao Hai bagian dari Meridian penting Jantung.
Nan Thian tidak bisa menahan diri untuk berteriak tertahan, dia merasakan sakit luar biasa di bagian jantungnya, yang seperti hendak meledak.
Fei Yang menatap keadaan keponakan nya dengan cemas bercampur haru.
Sekian lama bergaul, Fei Yang hapal sekali dengan sifat Nan Thian yang sangat baik.
Berbudi halus, sabar, sopan, jujur, juga sangat setia dan sangat tahu balas Budi.
Fei Yang sudah anggap Nan Thian seperti anaknya sendiri.
Dia sangat menyayanginya, hampir semua yang Fei Yang miliki sudah di wariskan ke pemuda tersebut.
Kecuali ilmu leluhur istrinya, Fei Yang tidak bisa melakukannya.
Lewat dari titik tersebut masuk ketitik lain, suara teriakan kesakitan Nan Thian semakin menyayat hati.
Fei Yang sampai tidak tega, dan berulang kali meminta Nan Thian tidak meneruskannya.
Tapi Nan Thian terus menggelengkan kepalanya, dengan penuh tekad.
Dia berusaha menahan nyeri, membiarkan Kim Kim bergerak tahap demi tahap.
Hingga tiba di titik Thian Tu, di mana mulut Nan Thian terbuka lebar lebar.
Rasa sakit mendadak hilang, terganti dengan rasa nyaman dan ledakan energi tanpa batas.
Memasuki seluruh titik Meridian di tubuh Nan Thian, ternyata di balik siksaan penderitaan ini.
Nan Thian justru mendapatkan manfaat yang luar biasa, di mana jalur Meridian ditubuhnya yang sudah terbuka sebelumnya.
Kini semakin terbuka lebar, sehingga sirkulasi Chi dalam bergerak mengelilingi seluruh titik Meridian di dalam tubuhnya sangat lancar.
Bebas hambatan, ini menimbulkan ledakan energi di tubuh Nan Thian membuat kemampuannya meningkat beberapa kali lipat.
Nan Thian kini memilki kekuatan Chi yang setara dengan orang berlatih selama 1000 tahun.
Masih sedikit di bawah Fei Yang, tapi sudah jauh melampaui ayahnya.
Nan Thian masih di bawah Fei Yang, karena Fei Yang mendapatkan energi dari 3 orang sakti.
Juga menguasai kitab tanpa tanding secara matang.
Nan Thian langsung bersemedi dengan nyaman, sambil memainkan semua ilmu nya di dalam alam pikirannya.
__ADS_1
Nan Thian belum bisa menciptakan portal alam dimensi, karena itu adalah bagian dari ilmu leluhur bibinya, yang tidak di wariskan ke orang luar.
Sementara itu Kim Kim telah melesat keluar dari mulut Nan Thian.
Langsung masuk ke titik Bai Hui Fei Yang yang terletak di ubun ubun kepala Fei Yang.
Begitu masuk melewati titik Bai Hui, Kim Kim langsung bergerak bebas, berputaran di seluruh titik Meridian di dalam tubuh Fei Yang.
Berbeda dengan jalur Nan Thian yang memerlukan perjuangan, di jalur Meridian Fei Yang.
Kim Kim menemukan jalur yang lega dan luas, tanpa perlu perjuangan dia bisa melewatinya dengan bebas.
Kim Kim sangat kagum dengan keadaan internal di tubuh Fei Yang, meski terkontaminasi oleh racun yang menempel di beberapa jalur.
Tapi secara keseluruhan kondisi internal Fei Yang masih terlindung sempurna.
Saat melewati titik Qi Hai masuk kedalam Dan Tian, Kim Kim menemukan kenyamanan yang sangat luar biasa.
Hawa panas dan dingin yang menyatu sempurna, menimbulkan hawa sejuk yang luar biasa, di dalam lautan Dan Tian Fei Yang yang seluas samudra tak bertepi.
"Paman Tampan, Dan Tian mu nyaman sekali, betah rasanya aku berlama lama di sini.."
"Bagaimana setelah aku berubah menjadi wujud manusia, aku menjadi istri kedua mu saja.?"
"Aku janji akan membantu mu merawat istri tua mu, juga anak anak mu..?"
ucap Kim Kim sambil tersenyum manis dan melemparkan kerling penuh arti.
Fei Yang tentu bisa melihatnya dengan jelas dalam pikirannya.
"Uhukkk,...,! Uhukkk,...,! Uhukkk.,! "
Terbatuk batuk, wajahnya merah padam dia tersenyum canggung dan berkata pelan,
"Terimakasih atas tawarannya, tapi maaf aku harus menolaknya nona Kim kim."
Nan Thian bisa mendengar dengan jelas ucapan pamannya, yang di keluarkan lewat mulutnya.
Karena belum terbiasa, berkomunikasi dengan mahluk seperti Kim Kim.
Dengan wajah sewot Nan Thian langsung berkata,
"Betina jangan kurang ajar dengan paman.."
"Jaga sikap mu, atau aku akan membatalkan semua perjanjian kita.."
"Kamu boleh musnah di udara bebas, bila paman ku memaksa mu keluar dari tubuhnya."
Kim Kim dengan mulut cemberut dan tidak puas berkata,
"Dasar bawel, seperti perempuan saja, nyenyes mu itu.."
"Bilang aja cemburu gak jelas.."
umpat Kim Kim yang suaranya terdengar keluar dari arah Dan Tian Fei Yang.
__ADS_1
Nan Thian sangat kesal hingga tubuhnya gemetaran menahan emosi, dengan sepasang tangan mengepal keras.
Tapi dia tidak berdaya, menghadapi Kim Kim si betina tukang gosip yang pandai bicara.
"Hi..hi..hi..paman tampan, lihat ada badut jelek sedang marah.."
ucap Kim Kim santai.
Fei Yang tersenyum canggung dan berkata,
"Nan Thian sudah biarkan saja,.nona Kim Kim hanya bercanda ."
"Aku tidak masalah, kamu tak perlu perhitungan dengan nya.."
"Lebih baik kita segera fokus bersihkan racun saja.."
ucap Fei Yang sabar dan penuh pengertian.
10 tahun ini telah merubah karakter Fei Yang, menjadi jauh lebih sabar dan pengertian.
Nan Thian mengangguk pelan, tidak berani membantah pamannya.
Dia terpaksa menelan kembali kemarahannya.
"Lihat bedanya pria bijak dengan pria perhitungan, dari sini saja sudah terlihat jelas.."
ucap Kim Kim, kembali melontarkan ejekannya.
Tapi Nan Thian sekali ini pura pura tuli tidak mau meladeni nya di depan Fei Yang.
Fei Yang sambil tersenyum sabar berkata,
"Bagaimana nona Kim Kim apa langkah selanjutnya.?"
Kim Kim sambil tersenyum manis berkata,
"Paman tampan, boleh mulai konsumsi buah persik dewa dan mata air surgawi.."
"Kita lihat reaksinya.."
ucap Kim Kim tersenyum manis.
"Baik,.."
jawab Fei Yang singkat.
Fei Yang mengulurkan tangannya kearah salah satu pohon persik, berbuah lebat dan besar besar.
Dengan pengarahan kekuatan elemen kayu nya, buah itu satu persatu.
Terbang sendiri masuk kedalam pangkuan Fei Yang yang sedang duduk bersila posisi teratai.
Tangan yang lain, ujung jari telunjuk dan tengah di tunjukkan kearah air telaga.
Saat jari Fei Yang terangkat, air di dalam telaga yang terkena pengendalian elemen air.
__ADS_1
Terbang seperti air keran, melayang di udara, meluncur masuk kedalam mulut Fei Yang yang terbuka.
Setelah meminum air telaga yang jatuh dari.lsngit, Fei Yang baru mulai makan buah persik di dalam pangkuannya..