PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEHEBOHAN BARU


__ADS_3

"3 hari yang lalu mereka datang memberikan peringatan."


"Tapi karena kami memang tidak punya apa-apa lagi untuk diserahkan."


"Kami pun terpaksa mengabaikannya, tiba di hari ini mereka kembali datang melakukan penggeledahan. "


"Mereka akhirnya berhasil menemukan sekarung beras yang kami simpan secara kolektif di rumah pak kepala desa.."


"Karung terakhir ini adalah persediaan terakhir kami jelang panen nanti.."


"Bila karung ini pun di ambil kami mau makan apa ?"


ucap pria paruh baya itu sedih dengan sepasang mata berkaca-kaca.


Semakin dengar Fei Yang semakin geram, dia sedikit merasa ikut bersalah.


Karena dirinya yang memberi ide ke Agoda, maka daerah kekuasaan Song yang jadi jajahan Agoda, kini rakyatnya hidup dalam penderitaan.


Baru saja pria itu menyelesaikan ceritanya, terdengar laporan dari salah seorang warga, yang wajahnya terlihat pucat pasi.


"Gawat mereka sudah datang, sebentar lagi akan memasuki desa.."


Belum juga ucapan nya selesai Fei Yang sudah menghilang dari posisinya..


Fei Yang melayang di udara mengamati rombongan pasukan Khitan yang di pimpin oleh seorang perwira rendahan.


Dari pengamatannya, Fei Yang memperkirakan jumlah mereka mungkin sekitar 500 orang.


Fei Yang melayang ringan menghadang di depan mulut desa.


"Aku dulu mengampuni kalian, dan memberi kesempatan kedua kepada kalian.."


"Setelah berhasil kalian malah jadi perampok di sini.."


"Aku ingatkan sekali lagi, segera tinggalkan tempat ini.."


"Atau tubuh kalian akan menjadi pupuk buat sawah sawah di sekitar sini.."


ucap Fei Yang dingin.


Pimpinan pasukan itu mengangkat tangannya, memberi kode agar pasukannya berhenti.


Sambil mengamati Fei Yang dari atas punggung kuda, dia berkata.


"Kamu ini sudah terlalu banyak berkhayal jadi pahlawan kesiangan.."


Tangkap dan eksekusi langsung di tengah desa nanti..!"


ucap nya memberi perintah.


Menanggapi ucapan Perwira khitan itu, Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,

__ADS_1


"Kamu boleh mencobanya.."


10 prajurit bersenjata tombak dan tameng langsung bergerak mengurung Fei Yang.


"Cari mati,..!"


teriak salah satu di antara mereka.


Lalu dengan ganas mereka bergerak maju, dan menggunakan tombaknya menusuk Fei Yang.


Fei Yang menunjuk tangannya keatas lalu berkata,


"Mati.,..!"


Hujan energi pedang merah turun dari langit bagaikan hujan, seluruh pasukan yang ada di sana, hangus menjadi abu tidak ada satupun yang tersisa.


Fei Yang melangkah tenang kembali masuk kedalam desa, untuk menemui masyarakat desa.


Melihat kedatangan Fei Yang yang begitu cepat, mereka semua menatap Fei Yang dengan tatapan mata heran.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Mereka sudah bukan ancaman, kalian boleh bertenang hati ."


"Kalau boleh tahu apa rencana kalian kedepannya..?"


tanya Fei Yang sambil menatap pria paruh baya, yang bercerita banyak kepadanya.


"Kami sebenarnya ingin mengungsi ke selatan, seperti kebanyakan penduduk desa desa lainnya."


ucap Pria paruh baya itu serba salah.


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah bila kalian ingin ke Xiang Yang, aku akan antar kalian kesana."


"Aku juga akan tinggal beberapa waktu di tempat ini untuk menjaga kalian.."


ucap Fei Yang tenang.


"Tuan penolong terimakasih,.. terimakasih,.. terimakasih banyak,..tuan.."


"Bolehkah kami tahu nama besar dan asal usul tuan penolong kami, yang mulia..?"


tanya pria paruh baya yang berlutut di hadapan Fei Yang, bersama seluruh penduduk di desa itu.


"Kalian semua berdirilah tak perlu seperti ini, nama ku Fei Yang, marga ku Li, aku berasal dari Kerajaan Xi Xia.."


ucap Fei Yang sambil membangunkan mereka untuk berdiri.


Fei Yang menghabiskan waktu hampir tujuh hari tinggal di sana, menunggu dan menjaga mereka dari gangguan pasukan khitan, hingga mereka selesai panen.

__ADS_1


Selama Fei Yang berada di tempat tersebut pasukan khitan sudah melakukan serangkaian serangan sebanyak 6 kali.


Korban di pihak pasukan Khitan sudah mencapai 5000 orang.


Akhirnya kabar ini terdengar hingga ketelinga Agoda, setelah Agoda mengirim mata mata untuk menyelidiki kasus yang terjadi.


Begitu mendapat laporan dari mata mata nya bahwa yang melindungi desa itu adalah Li Fei Yang.


Agoda langsung memerintahkan pasukannya tidak ada yang boleh melakukan serangan lagi.


Seluruh pasukannya di perintahkan tidak boleh ada yang mendekati, dan menghalangi kegiatan Fei Yang beserta rombongan yang di kawal nya.


Hal ini membuat Fei Yang bisa mengawal seluruh pengungsi rakyat Song, menuju daerah selatan lewat sungai Yang Tze dengan tenang tanpa gangguan.


Jumlah pengungsi yang ikut dalam rombongan pengungsian ke wilayah selatan, semakin lama semakin banyak.


Meski Agoda mengalami kerugian kehilangan cukup banyak penduduk, yang bisa membantu produktivitas negara nya.


Tapi dia memilih menutup mata, karena konfrontasi dengan pihak Zhao Heng dari Xiang Yang sudah cukup merepotkan.


Bila ditambah dengan bantuan Fei Yang dan kerajaan Xi Xia, dia benar benar bisa tamat, dan kehilangan segalanya.


Agoda sangat pandai dan penuh perhitungan, dia tidak mau mengambil resiko yang tidak perlu, dengan mencari keributan dengan Fei Yang.


Seorang diri, Fei Yang mau membawa rombongan berapa banyak, mengurus begitu banyak orang, bisa bertahan berapa lama.


Semua itu sudah dalam perhitungan Agoda.


Lagipula rakyat tidak nyaman pindah itu biasa, bila nanti di Xiang Yang terlalu padat, tidak nyaman.


Sedangkan di tempatnya banyak tanah kosong dan peluang buat mereka untuk hidup lebih layak.


Agoda yakin rakyat itu bisa pindah kembali tanpa perlu di paksa.


Untuk memudahkan perjalanan, Fei Yang memutuskan menggunakan jalur sungai.


Fei Yang menghabiskan waktu sebulan lebih, untuk mengawal mereka semua hingga tiba di Xiang Yang.


Setelah mereka semua tiba di Xiang Yang dengan aman, Fei Yang baru kembali melanjutkan perjalanan nya.


Begitu melanjutkan perjalanan nya lewat darat Fei Yang baru menyadari ternyata Dunia persilatan telah kembali terjadi kehebohan dan kekacauan.


Daftar urutan nama dan senjata yang tadinya masih rahasia, kini telah bocor secara umum beredar luas.


Bahkan anak anak kecil pun tahu,nama nama orang hebat yang tercantum dalam kitab Pai Su Seng.


Fei Yang menyaksikan sendiri, ada anak kecil yang berlagak menjadi dirinya.


Di mana dirinya berada di urutan ke 8, dan seorang anak lain yang mengaku dirinya adalah si topeng besi dari Thian San yang berada di urutan ke 4 menjadi lawan tandingnya.


Ada juga yang mengaku dirinya adalah kakek Wu Ming Lau Jen berada di peringkat pertama, melawan Kakek Wu pulau pelangi yang menempati urutan ke 3.

__ADS_1


Menyaksikan hal ini Fei Yang hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.


Hampir di sepanjang perjalanan nya, selalu saja ada yang sedang bertarung memperebutkan urutan peringkat.


__ADS_2