
Setelah pasukan mata mata itu memberi hormat, dan keluar dari dalam ruangan Li Dan.
Tak lama kemudian, dua orang penjaga di depan ruangan, segera masuk kedalam, mereka memberi hormat kearah Li Dan, dan terlihat siap menunggu perintah.
"Kalian berdua tolong pergi undang perdana menteri Li, jendral Watobi dan Jendral Toba Chen kemari.."
"Baik tuan,.. siap laksanakan.."
ucap kedua penjaga itu sambil memberi hormat kearah Li Dan.
Lalu mereka pun buru-buru pergi, untuk menjalankan tugas dari Li Dan.
Sementara Li Dan sedang kalut, dan ingin mengadakan perundingan dengan yang lainnya untuk mencari solusi.
Fei Yang ditempat lain yang menunggangi Kim Tiaw, terus melesat kearah barat, Fei Yang masih belum menyadari dirinya telah masuk dalam jebakan, yang sudah di siapkan untuk menyambutnya di perbatasan barat sana.
Li Yuan Hao memang super licik dan sangat cerdik, ini.adalah berkat hasil tempaan selama dia di buang ke perbatasan Timur.
Guna menghadapi invasi pasukan Liao, yang jauh lebih besar dan kuat, ketimbang kekuatan pasukannya yang kecil dan lemah.
Li Yuan Hao sejak Fei Yang menyatroni istananya berulang kali, dia pun sudah sadar, Fei Yang memiliki kekuatan yang sulit di lawan..
Oleh karena itu, dia sengaja berangkat menyerang Lan Zhou, bila gagal dan tertangkap, dia tinggal jalankan plan B.
Bila sukses plan A, dia pun tinggal batalkan Plan B nya dan meneruskan Plan A sampai selesai.
Fokus Plan B adalah menjauhkan dan menahan Fei Yang, selama mungkin di perbatasan barat.
Agar mereka bisa melenyapkan rombongan Li Yuan Ming tanpa halangan.
Tapi bila Plan B ada kendala, dia akan melanjutkan dengan plan C menghancurkan dua jendral andalan Song.
Dengan cara menyogok panglima Pan Mei,. untuk khusus jatuhkan Yang Ye dan ke 7 putranya yang terkenal sulit di kalahkan di Medan perang.
Selain itu juga menyogok perdana Mentri Qin Kui,.yang memang telah lama iri dengan panglima Yue Fei.
Lewat tangan Qin Kui, Li Yuan Hao mengatur bukti bukti karangan tuduhan panglima Yue Fei akan menghianati Song, dan bekerjasama dengan kerajaan Xi Xia.
Dengan lenyapnya dua jendral andalan Song, maka tidak akan ada yang berani bergerak menyerang Liao, saat raja Sabutai menyerang Li Yuan Ming.
Semua ini sudah di susun dengan rapi oleh Li Yuan Hao si pakar strategi dengan plan berlapis-lapis.
Fei Yang yang tiba di perbatasan barat, sama sekali tidak menemukan adanya tanda tanda pasukan besar Agoda berada di sekitar sana, dia mulai merasa ada yang salah.
Fei Yang memanfaatkan Kim Tiaw untuk membantunya melakukan pengamatan dari udara.
__ADS_1
Tapi setelah bolak balik memantau, hanya menemukan kehidupan rakyat biasa saja.
Tanpa terlihat adanya pasukan besar penjaga tapal batas, Fei Yang yang curiga, akhirnya melayang turun dari punggung Kim Tiaw.
Kemudian hinggap di depan petugas penjaga menara pertahanan perbatasan barat.
4 orang petugas jaga itu sangat kaget,.saat tiba-tiba ada orang melayang turun dari udara, dan kini berdiri di hadapan mereka.
Ke 4 penjaga itu segera mencabut pedang bengkok, yang di selipkan di pinggang mereka masing-masing.
"Siapa kamu !? apa yang kamu inginkan..!?"
bentak salah satu dari keempat orang itu, sambil menunjukkan pedang nya kewajah Fei Yang.
"Siapa aku tidak penting, aku hanya, ingin tahu,.di mana Agoda saat ini ?"
"Bocah tidak tahu mampus,.pergilah sana ke neraka,..!!"
bentak prajurit penjaga, yang menunjuk pedangnya kewajah Fei Yang dengan marah.
Pedangnya bergerak cepat membentuk diagonal, menebas kearah kepala Fei Yang.
Tapi sebelum pedang bengkoknya berhasil menyentuh Fei Yang,.dia sudah jatuh bergulingan merintih rintih, sambil menggaruk garuki seluruh tubuhnya.
Tapi lagi lagi sebelum pedang mereka sempat mengenai Fei Yang, mereka bertiga kembali jatuh berguling guling, menyusul rekan mereka yang sudah merasakan pil pahit dari Fei Yang duluan.
Mereka berempat merasakan hal yang sama, mereka merasa seolah-olah seluruh tubuh mereka seperti sedang di gigit oleh ribuan semut merah.
Sangat gatal dan sakit luar biasa.
"Bagaimana apa sekarang sudah ingat di mana Agoda ?"
ucap Fei Yang sambil tersenyum dingin.
"Ampun,..ampun,.. tuan pendekar,.. aduh gatal,..sakit,..!"
"Tolong,...tolong,.. lepaskan kami,.. kami janji akan jawab,...aduh..aduh gatal.!"
teriak orang itu sambil menggaruk sana sini.
Fei Yang yang melihat wajah dan kulit mereka mulai lecet,.akibat di garuk garuk oleh kedua tangan mereka sendiri.
Dia menjadi tidak tega, Fei Yang segera mengibaskan tangannya kearah keempat orang ,yang sedang bergulingan di depannya.
Hasilnya totokkan yang membuat mereka merasa gatal pun terlepas,. sehingga mereka otomatis tidak merasa gatal lagi.
__ADS_1
Mereka berempat terkapar di atas lantai dengan nafas terengah-engah.
"Cepat katakan,..! atau aku akan.."
ucap Fei Yang pura pura mengancam.
"Tunggu,..! tunggu,..! tuan pendekar,.. kami akan katakan.."
"Agoda sudah di pindahkan ke perbatasan timur dari 2 Minggu yang lalu.."
Mendengar ucapan prajurit tersebut, kini yakinlah Fei Yang, dirinya telah tertipu oleh muslihat , memancing harimau meninggalkan gunung.
Fei Yang langsung menghilang dari hadapan mereka, terbang keangkasa, mendarat ringan di punggung Kim Tiaw dan berkata,
"Tiaw Siung segera kembali ke Yin Chuan, Yin Chuan dalam bahaya..!"
Kim Tiaw memekik keras, lalu memutar arah dengan gerakan manuver, memutar setengah lingkaran di udara.
Lalu melesat cepat mengambil arah menuju Yin Chuan.
Keempat prajurit itu segera menjatuhkan diri berlutut dan menyembah nyembah kearah Fei Yang.
Mereka mengira Fei Yang adalah dewa yang di kirim kedunia, oleh raja langit.
Tapi belum jauh Kim Tiaw meninggalkan tempat itu, di depan nya tiba-tiba muncul Seekor burung besar purba.
Melihat kemunculan burung besar purba itu, Kim Tiaw langsung memekik marah ingin menerjang kearah burung itu.
Tapi sebelum Kim Tiaw sempat beraksi,.Fei Yang sudah menahan bulu di leher Kim Tiaw dengan lembut dan berkata,
"Tiaw Siung tahan emosi mu, bersikaplah tenang,.jangan terpancing.."
"Dia sangat kuat kamu harus gunakan kecerdasan dan kecepatan mu, untuk mengulur waktu.."
Setelah mendapatkan bisikan lembut dari Fei Yang, Kim Tiaw pun menjadi lebih tenang.
"Ouwyang Li lama tak berjumpa, kelihatannya kamu semakin hebat saja..!"
teriak Fei Yang menyapa Ouwyang Li, untuk mengatasi suara berisik dari burung tunggangan Ouwyang Li, yang terus mengeluarkan suara pekik cempreng.
"Ha,..Ha,...Ha,...Ha,...!
"Anak muda yang sakti kita bertemu kembali, cepat kembalikan kodok emas dan mutiara emasnya kepada ku..!"
ucap Ouwyang Li sambil mengulurkan tangannya kearah Fei Yang.
__ADS_1