
"Apa kabar kak Yang,..?"
ucap Sheva dengan senyum sedikit canggung.
"Kabar ku baik, masih sehat belum sampai mati,.."
"Semua ini berkat doa dari Kyantha ayah mu dan Shanti Dewi adik mu itu."
ucap Fei Yang sambil tersenyum sinis.
"Kakak Yang atas semua hal yang tidak mengenakkan dan menggangu hubungan baik kita sebelumnya.."
"Biarlah Sheva di sini mewakili almarhum ayah ku dan adik ku meminta maaf pada mu.."
ucap Putri Sheva sambil membungkukkan badannya dalam dalam kearah Fei Yang.
"Cukup Sheva, aku tahu masalah ini tidak ada hubungannya dengan mu,.."
"Kamu menjauhlah dari sini.."
"Di sini tidak ada urusannya dengan mu."
Sementara mereka berbincang pasukan kerajaan Pagan yang terus berdatangan semakin lama semakin banyak.
Mereka bagaikan kerumunan semut yang memenuhi komplek istana.
Mereka terlihat sudah siaga dengan panah dan lembing yang siap di luncurkan kearah Fei Yang bila negosiasi gagal.
Fei Yang tentu menyadari hal itu, tapi dia pura pura tidak tahu.
Fei Yang mengalihkan tatapannya kearah Shanti Dewi dan berkata,
"Berani berbuat berani bertanggung jawab, suruh ayah mu keluar tak perlu pura-pura mati seperti Vijaya.."
"Kini bahkan mau mati tidak bisa mau hidup pun susah."
ucap Fei Yang dingin.
"Terserah padamu, mau percaya boleh, mau tidak juga tidak masalah."
"Jelasnya ayah ku memang sudah gugur di tangan si bangsat jendral Chin itu, sebelum dia juga ikutan mampus.."
"Plakkk,..! Plakkk,..!"
Tanpa berpindah dari posisinya, sepasang pipi Shinta Dewi telah di gampar oleh Fei Yang hingga bengkak.
Dia sampai terjatuh terduduk diatas lantai sambil memegangi kedua pipinya yang bengkak..
"Senior Meng adalah orang terhormat, belum tiba giliran orang rendah seperti kalian untuk menghina namanya.."
Shanti Dewi menatap kearah Fei Yang dengan penuh kebencian, sambil menahan nyeri di pipinya, dia berkata,
"Kamu memang sakti, tapi kalau kamu berani bertindak pada ku lagi.."
"Percaya tidak700.000 pasukan kerajaan Pagan akan mengubur mu di sini..!"
bentak Shanti Dewi sambil menunjuk wajah Fei Yang.
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
__ADS_1
"Jangankan cuma 700.000 biar kamu punya satu juta pasukan, aku juga tetap mau menghajar mu, kamu bisa apa..?"
"Plakkk,..! Plakkk,..!"
"Yang ini buat berani menahan Wen Wen."
"Plakkk,..!Plakkk,..!"
"Yang ini buat berani menjebak ku.."
"Kreekkk,..!Kreekkk,..!Kreekkk,..!
Kreekkk,..!Kreekkk,..!Kreekkk,..!"
"Yang ini adalah hukuman untuk mu..!"
Tanpa menghiraukan jeritan kesakitan Shinta Dewi, Fei Yang telah mematahkan tulang bahu tulang lutut dan mata kaki Shanti Dewi.
Kedepannya Shanti Dewi akan menjadi seorang cacat.
Semuanya terjadi begitu cepat tanpa ada yang bisa mencegahnya
"Keparat,..! serang dia,..!"
teriak Shanti Dewi yang terkapar di atas tanah menahan rasa nyeri, memberi perintah.
."Ahhhhh,...!!"
Saat pasukan kerajaan Pagan di sadarkan oleh perintah Shanti Dewi, mereka langsung berbondong-bondong melepaskan panah dan lembing kearah Fei Yang dan Wei Wen.
Tapi semua anak panah dan lembing tertahan di udara, tertahan oleh energi tenaga sakti alam semesta yang Fei Yang lepaskan.
Terkecuali Sheva, dia tetap aman di posisinya, semua anak panah dan lembing yang di retur kembali tidak ada satupun yang nyasar kearah dirinya.
Jerit kesakitan pasukan kerajaan Pagan yang bertumbangan merintih rintih, memenuhi tempat itu.
Meski mereka semua merasa ngeri dan jerih pada Fei Yang, para prajurit itu tidak punya pilihan selain terus membombardir Fei Yang dengan lembing dan anak panah.
Sedangkan bagian garis depan menggunakan tameng mereka maju menjepit Fei Yang, di susul dengan tusukan tombak panjang dari celah perisai, dengan tujuan ingin menghabisi Fei Yang.
Tapi serangan mereka semuanya gagal, semua tertahan oleh energi pelindung Fei Yang.
Begitu Fei Yang meledakkan kekuatannya, pasukan tombak tameng itu langsung terpelanting menimpa teman temannya.
Mereka jatuh tumpang tindih menjadi sasaran empuk anak panah dan lembing yang di kembalikan oleh Fei Yang.
Fei Yang kali ini melepaskan sepasang naga merah biru menerjang kearah para pengepungnya.
Nasib tragis pasukan kerajaan Pagan yang di lewati oleh naga merah, tubuh mereka hangus terbakar.
Sedangkan yang di lewati naga merah semuanya menjadi patung es kemudian jatuh tumbang keatas lantai pecah menjadi berkeping-keping.
Kerumunan pasukan.itu mulai goyah dan kacau.
Melihat situasi sudah seperti itu, Sheva berlari maju kedepan dan berteriak,
"Pasukan kerajaan Pagan dengar perintah,..!!"
"Semuanya mundur,..!!"
__ADS_1
Mendengar perintah keluar dari putri Sheva, semua pasukan itu buru buru bergerak mundur menjauhi Fei Yang.
Sheva menghadang di depan Fei Yang, lalu dia menjatuhkan diri berlutut di hadapan Fei Yang dan berkata,
"Kakak Yang ku mohon ampunilah mereka semuanya, bila kakak merasa belum puas.."
"Biarkan saya mewakili mereka menerima hukuman dari kakak.."
"Mereka tidak tahu apa-apa, dalam hal ini mereka hanya mematuhi perintah.."
"Ayah ku telah tiada, adik ku telah menerima hukuman nya."
"Biarlah aku mewakili ayah ku menerima hukuman ini.."
Fei Yang menarik kembali kekuatan nya, sehingga anak panah dan lembing pada berjatuhan di atas tanah.
"Adik Sheva aku tanya pada mu sekali lagi ? apakah kamu yakin ayah mu telah benar-benar tewas di tangan senior Meng ?"
Sheva mengangguk tegas dan berkata,
"Aku berani jamin dengan kepala ku, untuk hal itu."
"Ayah ku memang sudah meninggal, ayah ku kembali dengan jasad dan kepala terpisah."
"Mustahil bila masih bisa hidup.."
Fei Yang mengangguk dia maju membantu membangunkan Sheva, dan berkata,
"Aku percaya padamu, ku serahkan mereka semua dalam pengawasan mu.."
"Pimpinlah kerajaan mu dengan baik, ambilah jalan kebenaran, jangan menjadi tamak, yang nantinya akan menyengsarakan rakyat mu..'
"Jadikan hari ini sebagai pelajaran."
ucap Fei Yang memberi nasehat sambil menepuk pundak Sheva dengan lembut.
"Kakak Yang terimakasih, aku,.."
ucapan nya terhenti di tengah, dia tidak sanggup melanjutkan nya.
Hanya bisa maju memeluk Fei Yang dan berkata,
"Maafkan aku kak Yang.."
Setelah itu dia langsung berlari masuk kedalam istana nya, sambil menangis menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya.
Fei Yang menoleh kearah Shanti Dewi, lalu dia melangkah menghampiri Shanti Dewi dan berkata,
"Akan lebih baik kamu lupa segalanya.."
Selesai berucap Fei Yang menggunakan jari telunjuknya yang bercahaya putih menunjuk dahi depan Shanti Dewi.
Shanti Dewi langsung berteriak keras, lalu jatuh pingsan di atas tanah.
Fei Yang menghampiri Wei Wen lalu membawanya terbang melayang ke udara.
Mendarat di punggung Kim Tiaw yang langsung membawa mereka berdua meninggalkan kerajaan Pagan.
Fei Yang tidak lagi mampir di Tay Li, dia langsung menuju Kai Feng, ibukota kerajaan Song.
__ADS_1