PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
USAHA LICIK LIM PING CHI


__ADS_3

"Tembak...!!"


teriak Lim Ping Chi yang berdiri mendamping pangeran Wuluzhen, di bagian paling belakang barisan pasukan Mongolia, yang mengepung mulut jalan rahasia.


"Duaaar...!" "Duaaar...!"


Duaaar...!" "Duaaar...!"


Terdengar suara 4 kali ledakan keras, sebelum kemudian terlihat 4 bola hitam terbang di udara menuju tempat Nan Thian berada.


Nan Thian yang masih menyesuaikan penglihatannya dengan silaunya cahaya matahari.


Dia menggunakan tangannya sedikit memayungi di bagian alisnya.


Dengan mata sedikit memicing, akhirnya dia melihat bahaya yang datang dari suara ledakkan yang memekakkan telinga.


Dengan cepat Nan Thian melepaskan pukulan jarak jauh kearah dua diantara bola hitam yang sedang melayang kearah nya.


Benda hitam bulat itu terdorong oleh angin pukulan Nan Thian, sehingga saling berbenturan sendiri di udara.


"Booommm...!"


"Booommm...!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, ketika 4 bola hitam itu saling berbenturan di udara.


Lim Ping Chi berdecak kesal, melihat hasil serangannya, yang berhasil di gagalkan.


"Cepat cepat isi kembali amunisinya...!"


"Cepat...cepat...cepat...!"


"Ayo cepat tembakkan meriamnya..!"


teriak Lim Ping Chi cemas.


Tapi bagaimana Lim Ping Chi berteriak, meriam meriam jaman kuno itu, mana mungkin bisa menembakkan pelurunya cepat cepat.


Akhirnya yang di cemaskan oleh Lim Ping Chi jadi kenyataan.


"Wussssh...!"


Wussssh...!"


Sebelum meriam meriam itu siap di gunakan, meriam meriam itu tiba tiba membeku.


Seluruh meriam dan orang orang yang berdiri di dekat meriam itu, semua nya berubah menjadi batu es beku.


Nan Thian yang melepaskan pukulan inti es surgawi, sambil bergerak menghampiri barisan pasukan Mongolia, yang menghadang jalan nya.


Nan Thian kembali mendorongkan kedua tangannya kedepan.


"Wussssh...!"


"Wussssh...!"


Meriam meriam membeku itu terpental keudara, saat terkena dorongan pukulan jarak jauh Nan Thian.


Saat jatuh lagi kebawah, meriam meriam besar yang diselimuti es, menimpa kearah barisan pasukan Mongolia yang berbaris di belakang nya.


"Brakkkk...!"


"Brakkkk...!"


Sebagian berhasil menghindari meriam meriam, yang menimpa kearah mereka.


Sebagian lainnya yang kurang beruntung, mereka rata rata tidak ada yang selamat.


Setelah mereka tertimpa batangan meriam yang besar bulat.

__ADS_1


Selain yang tewas tertimpa, yang terluka akibat tersambar ataupun terlindas oleh potongan meriam beku juga cukup banyak.


Rata rata terluka parah, tidak mampu lagi meneruskan tugas mereka.


Tanpa menghiraukan suara hiruk pikuk barisan pasukan Mongolia, yang barisannya terlihat sedang kacau balau.


Nam Thian terus melangkah ringan menghampiri mereka.


"Tembakan panah..!"


teriak Lim Ping Chi kembali.


Dia mulai terlihat panik, melihat Nan Thian semakin mendekat.


Sedangkan barisan pasukan nya terlihat masih kacau, akibat tertimpa dan terlindas meriam besar yang membeku.


Pangeran Wuluzhen juga terlihat agak pucat wajahnya, melihat keadaan yang terjadi di hadapannya.


Ini adalah pertama kalinya, dia selama ikut berperang, melihat ada manusia tidak masuk akal ini.


Nan Thian terlihat sudah bukan manusia lagi, dia lebih menyerupai titisan dewa ataupun titisan iblis.


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


Anak panah yang di lepaskan oleh pasukan Mongolia terlihat memenuhi langit.


Menerjang kearah Nan Thian, tapi anak panah anak panah itu tidak ada satupun yang berhasil mendekati Nan Thian.


Semuanya terpental oleh cahaya Panca warna yang keluar dari tubuh Nan Thian.


Menyelimuti seluruh tubuh Nan Thian seperti cangkang telur, melindungi isinya.


Sambil melangkah maju, Nan Thian secara bergantian, mulai melepaskan pukulan inti Api Surgawi dan Inti Es Surgawi kearah barisan pasukan Tameng dan tombak Mongolia.


Barisan pasukan Tameng yang menghadang di depan sana, mulai di hancurkan oleh Nan Thian selapis demi selapis dengan pukulan nya yang mengerikan.


Pasukan Mongolia itu sebagian tewas menjadi Abu saat terkena pukulan inti Api Surgawi.


Sebagian lagi hancur menjadi kristal es berserakan di atas tanah.


Pasukan Mongolia yang melihat apa yang terjadi pada rekan rekan mereka di barisan depan.


Mereka mulai ketakutan, tanpa di sadari mereka terus bergerak mundur menjauhi Nan Thian.


"Bila ingin selamat segera tinggalkan mereka berdua..!!"


"Tinggalkan gubernur Lim Ping Chi dan Pangeran Wuluzhen..!*


Bentak Nan Thian mengingatkan, di sela sela pukulan nya yang masih terus dia lepaskan.


Peringatan Nan Thian cukup efektif, sebagian besar tentara Mongolia, yang sebenarnya bukan asli orang Mongolia.


Mereka adalah hasil rekrutan daerah daerah dan kerajinan kerajaan tahlukkan kerajaan Mongolia.


Mereka tanpa berpikir dua kali, langsung berhamburan melarikan diri, mencari selamat masing masing.


100.000 pasukan mati ya mati, lari ya lari.


Kini hanya tersisa sekitar 5000 orang saja.


Mereka membentuk pagar betis melindungi Lim Ping Chi dan pangeran Wuluzhen di tengah tengah barisan.


Nan Thian menatap dingin kearah sisa pasukan Mongolia dan berkata,

__ADS_1


"Serius kalian ingin menjual nyawa untuk mereka..!?"


"Ini adalah peringatan terakhir, aku tidak akan mengingatkan kembali..!"


ucap Nan Thian sambil mempersiapkan serangannya.


Senjata senjata logam yang berserakan diatas tanah, kini semuanya melayang di udara.


Dengan bagian ujung mengarah ke barisan pasukan yang masih setia bertahan di sana.


Sisa pasukan yang bertahan semakin ragu melihat kekuatan yang Nan Thian tunjukkan.


Akhirnya beberapa komandan pasukan itu pada memberi hormat kearah Lim Ping Chi dan pangeran Wuluzhen.


"Maaf gubernur Lim, maaf pangeran..kami harus pamit duluan.."


ucap mereka serentak sambil memberi hormat.


Lalu tanpa memperdulikan respon dari teriakan marah Lim Ping Chi dan Wuluzhen.


Para komandan itu langsung memimpin sisa pasukan mereka mengundurkan diri dari sana.


"Hei kalian semua..! mau kemana..!?"


"Tunggu..!"


"Aku akan bayar kalian 10 kali lipat bila bertahan..!"


teriak Lim Ping Chi panik.


Tapi teriakan nya percuma saja, tidak ada lagi yang bersedia menjual nyawa untuk nya.


"Bangsat kalian berani tidak setia dan mengabaikan ku..!"


"Lihat bagaimana aku akan hukum kalian semuanya..!"


teriak Lim Ping Chi panik bercampur marah.


Melihat Nan Thian semakin mendekatinya, dia semakin ketakutan.


Tiba-tiba Lim Ping Chi mencengkram tengkuk pangeran Wuluzhen.


Kemudian tubuh Wuluzhen yang tinggi besar, dia lemparkan kearah Nan Thian.


Sedangkan dirinya sendiri, langsung mengambil langkah seribu.


"Wuuuttt...!"


Tubuh Wuluzhen melesat cepat menabrak kearah Nan Thian.


"Arggghh..!"


teriak Wuluzhen ngeri.


Tapi Nan Thian yang di timpuk dengan tubuh Wuluzhen sudah menghilang dari sana.


Hanya tubuh Wuluzhen yang malang yang menghantam tanah, bergulingan di sana.


"Brakkkk.!"


Debu pasir berhamburan saat tubuh Wuluzhen yang tinggi besar menghantam tanah dengan keras.


"Arggghh...!"


Jerit Wuluzhen yang babak belur kesakitan.


Sebelum kemudian dia memaki maki Lim Ping Chi.


"Bangsat Kau Gubernur Lim, berani kau berbuat seperti ini pada ku..!"

__ADS_1


bentak Wuluzhen marah.


Lim Ping Chi pura pura tidak mendengarnya, dia terus berusaha secepat mungkin melarikan diri dari sana.


__ADS_2