
Setelah Ye Pu Cin mengumumkan nama peserta pertandingan selanjutnya.
Kim Lan maju kedepan memberi hormat kearah Yang Song.
Setelah saling memberi hormat, masing masing pun mulai terlibat saling serang.
Yang Song yang tak ingin berlama lama karena dia berambisi, ingin cepat cepat berhadapan dengan Song Ceng Su yang telah mengalahkan saudaranya.
Dia terlihat langsung mulai melepaskan energi pedang mengurung Kim Lan Sethai.
Tapi Kim Lan bersikap tenang, dia terus beterbangan kesana kemari seperti sedang menari.
Sesekali dia baru memberikan serangan serangan pedang dari arah tak terduga, memaksa Yang Song membatalkan serangan nya.
"Wussss...!"
Yang Song melepaskan tujuh energi pedang mengepung Kim Lan Sethai dari tujuh arah.
Kim Lan Sethai terlihat bergerak menangkis dan menghindar sambil mundur mundur.
Tapi ke 7 bayangan pedang Tri Warna terus mengejarnya, tidak membiarkan dia lolos.
Kim Lan Sethai tiba tiba membuat langkah aneh yang merupakan ilmu rahasia perguruannya.
Tubuhnya menyelinap cepat di antara 7 energi pedang yang mengincarnya.
Sebelum Yang Song sempat mengatur energi' pedangnya bergerak kembali.
Pedang Kim Lan Sethai tahu tahu sudah menempel di leher Yang Song.
Yang Song tak berkutik, terpaksa memberi hormat dan menarik kembali energi pedangnya.
Dia sendiri yang ceroboh, terlalu buru buru ingin menang, tidak ada yang bisa di salahkan.
"Yang Song mengaku kalah.."
ucap Yang Song singkat, lalu kembali ke bangku, di pos perguruan nya berada.
Kim Lan dengan gembira membalas penghormatan lalu dia pindah duduk kebagian final nanti.
Sekarang di arena sudah terlihat Kim Sin Sethai dan Song Ceng Su, sudah mulai bergerak saling serang setelah mereka saling memberi hormat.
Song Ceng Su tetap dengan pergerakan Tai Chi Cien (Pedang Tai Chi ) yang bergerak lembut halus dan lambat tapi sangat mematikan dalam pergerakan serangan balik.
Langsung mengincar bagian yang terbuka, saat lawan menyerang.
Tapi saat lawan tidak menyerang, dia akan diam tenang seperti air yang tenang tapi sangat dalam.
Kim Sin Sethai meski bergerak menyerang tapi, dia sudah melihat pil pahit yang di rasakan oleh Yang Sing.
Sehingga dia tidak sepenuhnya menyerang, tapi selalu menyisakan satu langkah antisipasi pertahanan.
Sehingga sejauh ini pertandingan masih berjalan seru dan imbang.
__ADS_1
Ini adalah pertandingan yang paling lama dan alot, kedua belah pihak sangat berhati hati dalam bergerak.
Bahkan saking lamanya, ada barisan penonton yang mulai capek dan menguap.
300 jurus berlalu, baik Kim Sin Sethai maupun Song Ceng Su mulai terlihat Bermandi peluh.
Nafas mereka berdua mulai terlihat sedikit terganggu.
Kim Sin Sethai yang mulai kelelahan dan khawatir akan ambruk duluan.
Akhirnya mengambil inisiatif menyerang dengan jurus pamungkas perguruannya yang belum terlatih sempurna.
"Xue San Lun Cien.."
( Xue San meluncurkan pedang )
Pedang di tangan Kim Lan Sethai, berubah menjadi titik titik halus bertebaran di udara.
Melesat mengurung Song Ceng Su, di penghujung pedang di tangannya meluncur tertutup diantara titik titik bayangan ujung pedang langsung menuju tenggorokan Song Ceng Su.
Song Ceng Su melakukan sapuan pedang berputaran mengelilingi seluruh tubuh nya, menimbulkan hawa panas di sekitarnya.
Lalu pedangnya bergerak maju melewati pedang Kim Lan Sethai, setelah titik titik energi pedang Kim Lan Sethai, berhasil dia patahkan dengan hawa panas putaran pedangnya tadi.
Kedua pedang saling berpapasan melewati pedang masing masing.
Dengan menekan tombol rahasia di pedangnya, pedang Song Ceng Su sedikit memanjang.
Sehingga pedang nya lebih dulu sampai di leher Kim Lan Sethai, sebelum pedang Kim Lan Sethai menjangkau lehernya.
"Terimakasih atas petunjuk nya saudara Song,. aku Kim Lan mengaku kalah.."
Kim Lan Sethai langsung mundur meninggalkan arena kembali ke sisi Kim Hong dan Bai Xue Sethai.
Setelah hasil di tentukan,Ye Pu Cin kembali ketengah arena dan berkata,
"Hari sudah sore matahari juga sudah hampir terbenam.."
"Pertandingan final juara kedua dan ketiga akan di tentukan besok jam 7 pagi.."
"Sekarang saya persilahkan para tamu kembali ke tempat istirahat masing masing, yang telah di sediakan oleh kami.."
"Untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan dan bisa menimbulkan salah paham yang tidak perlu."
"Saya mengingatkan ulang, agar para tamu terhormat tidak berkeliling sembarangan di malam hari tanpa ijin dari pihak kami.."
"Terimakasih atas perhatiannya.."
"Sampai ketemu besok.."
ucap Ye Pu Cin di tutup dengan memberi hormat ke semua penjuru.
Tamu yang hadir pun satu persatu mulai bubar kembali ketempat yang di sediakan dan di atur oleh panitia buat mereka menginap.
__ADS_1
Nan Thian ikut dengan rombongan Pai Wang dan murid murid Qing Hai Pai, kembali kekediaman yang di sediakan untuk tamu dari Qing Hai Pai.
Siau Yen Siu Lian Zi Zi dan Sun Er juga Siau Hei terlihat ikut juga di dalam rombongan tersebut.
Sebelum nya mereka sempat bertemu di Chang An, tapi tidak sempat berbicara panjang lebar.
Baru di kesempatan ini Pai Wang bisa menanyakan langsung ke Nan Thian tentang proses kesembuhan dan ilmu ilmu luar biasa yang di milikinya.
Nan Thian menceritakan semuanya dengan jujur kepada Pai Wang, semua yang di alaminya selama ini, hingga dia bisa seperti saat ini.
Pai Wang setelah mendengar cerita Nan Thian hingga selesai, dia menepuk pundak Nan Thian dan berkata,
"Setelah mendapatkan musibah dan penderitaan yang berat, akhirnya kamu menemukan keberuntungan.."
"Guru turut gembira bahagia dan bangga untuk mu, Thian Er.."
"Kedua gadis itu guru lihat juga tidak buruk, sudah saatnya kamu melupakan yang lalu.."
"Memulai hidup baru, bukalah hati mu untuk masa depan, yang jauh lebih baik..'
"Jangan melewatkan nya lagi.."
ucap Pai Wang memberi nasehat dengan serius.
Nan Thian tersenyum tawar dan berkata,
"Murid akan menganggarkan nasehat dari guru, murid akan berusaha untuk itu.."
"Tapi hubungan murid dengan kedua gadis itu hanya teman biasa, tidak lebih.."
ucap Nan Thian jujur.
Pai Wang tersenyum penuh rasa bersalah dan berkata,
"Guru tahu itu, tapi tidak ada salahnya kamu memberi kesempatan kepada diri mu sendiri.."
"Satu hal lagi, bila ada waktu pulanglah ke Xu San, wakili guru untuk meminta maaf pada kedua orang tua mu.."
"Guru sendiri tidak punya muka untuk itu, guru hanya bisa titip lewat mu saja.."
ucap Pai Wang serius.
Nan Thian mengangguk dan berkata,
"Murid akan mengatur waktu untuk itu, murid memang ada rencana untuk itu.."
Pai Wang tersenyum puas menatap Nan Thian, dia memegang kedua pundak Nan Thian dengan lembut.
"Thian Er guru benar benar bangga dengan mu."
Setelah itu Pai Wang menoleh kearah sekitarnya dan berkata
"Ini kita sudah sampai, kamu dan teman teman mu kembalilah ke kamar kalian.."
__ADS_1
"Cepat istirahat, sampai ketemu besok.."