
Di depan para murid aku mengatakan bahwa mereka akan dituntut untuk bertarung di garis depan.
Orang-orang tampak khawatir dan aku segera meredakannya.
"Jangan khawatir, kalian hanya harus melawan monster yang lemah saja terlebih jika kalian ikut bergabung masa depan akademi ini akan terjamin. Kalian tidak perlu menjadi pelayan ataupun istri pria tua, kalian bisa memilih apapun yang ingin kalian lakukan."
"Bagaimana kami bisa percaya denganmu?"
"Akan kutunjukan apa itu sihir."
Aku mengarahkan tanganku ke depan dan bersamaan itu api meluncur ke udara dengan ganas.
Orang-orang terkejut bahkan setiap staf pengajar tidak bisa berkata apapun.
"Pada dasarnya semua orang terlahir dengan mana, kalian tidak memiliki sihir bukan berarti tidak bisa. Kalian hanya tidak tahu cara mengeluarkannya... siapapun yang berpartisipasi akan kuberikan trik yang mudah menggunakan sihir."
Kekhawatiran mereka berubah menjadi semangat serta antusias inilah yang akan menjadi langkah awal mereka untuk menjadi lebih baik.
Di depan para siswa aku menjelaskan.
Semua ini berasal dari pengetahuan Rion karena itu aku hanya mencoba mengatakannya saja.
Untuk Rion sendiri dia duduk selagi memakan es krim.
__ADS_1
"Pertama sihir berasal dari imajinasi kalian yang direalisasikan melalui mana, langkah pertama kalian adalah untuk mempelajari mana yang ada ditubuh kalian semua."
"Tapi semua orang bilang kami tidak memiliki mana."
"Itu tidak benar, mana kalian hanya tidak banyak dari orang lain jadi tidak bisa dirasakan seiring waktu manamu bisa bertambah besar jika terus dilatih."
Salah satu orang mengangkat tangannya.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?"
"Berdiri di sini sampai sore hari dan rasakan matahari menyinari kalian."
"Bukannya itu."
"Tentu ini hanya untuk orang yang ingin menggunakan sihir api... jika kalian ingin menggunakan sihir berbeda bisa ikut denganku ke pelatih berbeda."
Dari 100 siswa 30 orang yang mengambil sihir api... itu jumlah yang cukup banyak.
Kemudian kami meninggalkan pakarangan akademi untuk pergi ke luar kota atau tepatnya di sebuah hutan yang ada air terjunnya.
"Ini latihan untuk sihir air di mana kalian akan berdiri di bawahnya dan membiarkan tubuh kalian di aliran air yang dingin, sekarang putuskanlah."
Sesaat sesudahnya 30 orang berikutnya mengambil sihir ini, walau seragam mereka basah mereka tekun untuk mempelajarinya.
__ADS_1
Untuk sihir tanah aku biarkan mereka berada di dalam lubang tanah dan untuk angin aku biarkan mereka berada di atas tebing.
Masing-masing dari mereka 20 orang.
Dengan ini hanya menunggu sampai sore hari.
"Owh... kau membuat imajinasi mereka semakin kuat dan di saat yang sama tanpa disadari mereka mana yang mereka miliki akan bertambah dalam waktu singkat."
"Begitulah, ini hanya langkah awal, setelahnya mereka bisa berlatih dengan guru akademi masing-masing."
Sore hari itu semua siswa kembali berkumpul di halaman akademi yang luas.
Aku memisahkan semua orang sesuai sihir yang mereka ambil, sebelum mereka bisa menggunakan sihir mereka dilarang untuk kembali ke asrama.
Pertama sihir api yaitu Fire Bolt.
Kedua sihir air yaitu Water Shooter.
Ketiga sihir tanah yaitu Golem Art.
Keempat sihir angin yaitu Wind Cutter.
Semua siswa tampak bahagia ketika mereka bisa melakukannya terlebih mereka tidak perlu merapalkan sihir apapun.
__ADS_1
Dengan waktu tiga hari mereka akan menjadi ahli dalam melakukannya, kini hanya menunggu waktu sampai pasukan raja iblis muncul.
Aku yakin bahwa raja iblis sendiri juga pasti datang.