Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 266 : Penghancuran Pertama


__ADS_3

Di dalam gua terdapat mata air yang kami bisa minum, riak-riak air membentuk dirinya menjadi kolam-kolam kecil yang menyegarkan.


Seperti yang kuduga seluruh sekelilingku bukan hanya bebatuan biasa semuanya memiliki unsur untuk mencegah racun.


Dengan ini aku bisa berpindah kemari dengan mudah.


Malam harinya sekitar 20 orang telah memenuhi gua untuk mendapatkan makanan yang dibuat oleh Ginny, dia memiliki kemampuan hebat dalam memasak dan memang rasanya cukup enak.


Rion dan Aira yang duduk di sampingku dengan santainya memasukan sayuran ke dalam mangkukku lalu tersenyum senang.


"Kalian berdua?" kataku lemas.


Keesokan paginya aku, Kanade dan juga Thomas pergi ke dalam kota. Semakin sedikit yang ikut maka sedikit pula resiko kematian yang akan diterima juga.


Kota mesin adalah kota seperti pada umumnya, tidak ada hal semacam robot atau berbau teknologi canggih lainnya hanya saja bangunan di sini memang terbuat dari besi yang mana terhubungkan satu sama lain oleh pipa-pipa besi dan asap yang keluar dari setiap lubang.


Di sini juga tidak banyak dihuni manusia.


Aku memasang topengku lalu bergerak mengikuti Thomas yang memimpin di depan. Kami melewati gang-gang kemudian melompat ke atas genteng bangunan.


Dari sana kami bisa melihat sebuah bangunan lebih besar berada di tengah kota yang menjulang ke atas.


Seluruh pipa terdapat di sekelilingnya menyatu dengan pipa lainnya menjadi bagian pusatnya.

__ADS_1


Hanya bangunan itu saja yang keluar dari dalam tanah, jika mengasumsikan hal itu maka di bawah kota ini ada semacam penyimpanan darah manusia.


Kami melompat ke bawah lalu menyusup di antara besi-besi sebelum memasuki bangunan dari pintu belakang.


Satu penjaga muncul hingga Kanade memukulnya dengan gagang pedang sampai tak sadarkan diri.


Aku mengambil sebuah berkas dari orang itu lalu membacanya sekilas.


"Bagaimana Lion?" tanya Thomas.


"Strukturnya cukup rumit tapi aku sedikit memahaminya... di ruangan bawah tanah ada semacam danau yang diisi oleh darah pipa ini akan menariknya ke atas dan ada seseorang yang memindahkannya ke tempat lain."


"Dengan kata lain seseorang itu ada di atas."


"Benar, aku menyarankan untuk turun ke bawah dan mencoba menghilangkan darah tersebut."


"Bagaimana orang ini tidak terpengaruh dengan perubahan vampir?"


"Mungkin karena pakaiannya, mari jatuhkan beberapa lagi lalu kita menyusup setelah memakai pakaiannya," atas pernyataanku keduanya mengangguk mengiyakan.


Pakaian ini mirip seperti pakaian astronot dengan helm tertutup. Setelah berhasil mendapatkannya kami turun melewati tangga ke bawah.


Setiap orang yang berpapasan tidak pernah menaruh kecurigaan pada kami hingga pada akhirnya kami sampai di bagian ujung dari semua ini.

__ADS_1


Seperti yang kukatakan di sana terdapat sebuah danau atau mirip seperti bak besar yang diisi oleh darah.


Darah ini tidak memiliki aroma amis atau terkesan menjijikan, semuanya seperti air.


"Bagaimana orang bernama Blossom membuatnya?" bisik Kanade.


"Dia pasti memisahkan darah dari tubuh manusia menampungnya kemudian menyatukannya dengan sedikit darahnya."


"Begitu."


Sekarang bagaimana kita bisa menghancurkan darah ini, aku bertanya-tanya di dalam hatiku sampai sebuah sirine terdengar.


Dari pengarah suara mulai terdengar seorang memberikan instruksi.


"Perhatian... ada penyusup yang telah memasuki wilayah ini, semuanya diharapkan berkumpul di aula tengah.. kami ulangi lagi ada penyusup semuanya diharapkan berkumpul di aula tengah."


Kami bertiga memandang satu sama lain dan memutuskan untuk mengikuti intruksi yang dikatakan tersebut.


Tentu secara diam-diam aku memasang peledak di tempat-tempat tertentu saat berada di sini.


"Apa yang kau lakukan, cepat naik?" kata pria asing.


"Maafkan aku, pekerjaanku.."

__ADS_1


"Sudahlah."


Aku pun ditarik olehnya.


__ADS_2